Thursday, September 27, 2007

Hujan....

Bersama Kesukaran Ada Kemudahan
(from milis)

Ada kegundahan tersendiri yang dirasakan seekor anak katak ketika langit tiba-tiba gelap.

"Bu, apa kita akan binasa. Kenapa langit tiba-tiba gelap?" ucap anak katak sambil merangkul erat lengan induknya.

Sang ibu menyambut rangkulan itu dengan belaian lembut.

"Anakku," ucap sang induk kemudian. "Itu bukan pertanda kebinasaan kita. Justru, itu tanda baik." jelas induk katak sambil terus membelai. Dan anak katak itu pun mulai tenang.

Namun, ketenangan itu tak berlangsung lama. Tiba-tiba angin bertiup kencang. Daun dan tangkai kering yang berserakan mulai berterbangan. Pepohonan meliuk-liuk dipermainkan angin. Lagi-lagi, suatu pemandangan menakutkan buat si katak kecil. "Ibu, itu apa lagi? Apa itu yang kita tunggu-tunggu?" tanya si anak katak sambil bersembunyi di balik tubuh induknya.

"Anakku. Itu cuma angin," ucap sang induk tak terpengaruh keadaan. "Itu juga pertanda kalau yang kita tunggu pasti datang!" tambahnya begitu menenangkan.

Dan anak katak itu pun mulai tenang. Ia mulai menikmati tiupan angin kencang yang tampak menakutkan. "Blarrr!!!" suara petir menyambar-nyambar. Kilatan cahaya putih pun kian menjadikan suasana begitu menakutkan. Kali ini, si anak katak tak lagi bisa bilang apa-apa. Ia bukan saja merangkul dan sembunyi di balik tubuh induknya. Tapi juga gemetar.

"Buuu, aku sangat takut. Takut sekali!" ucapnya sambil terus memejamkan mata.

"Sabar, anakku!" ucapnya sambil terus membelai. "Itu cuma petir. Itu tanda ketiga kalau yang kita tunggu tak lama lagi datang! Keluarlah. Pandangi tanda-tanda yang tampak menakutkan itu. Bersyukurlah, karena hujan tak lama lagi datang," ungkap sang induk katak begitu tenang.

Anak katak itu mulai keluar dari balik tubuh induknya. Ia mencoba mendongak, memandangi langit yang hitam, angin yang meliuk-liukkan dahan, dan sambaran petir yang begitu menyilaukan. Tiba-tiba, ia berteriak kencang,

"Ibu, hujan datang. Hujan datang! Horeeee!"


Anugerah hidup kadang tampil melalui rute yang tidak diinginkan.
Ia tidak datang diiringi dengan tiupan seruling merdu.
Tidak diantar oleh dayang-dayang nan rupawan.
Tidak disegarkan dengan wewangian harum.

Saat itulah, tidak sedikit manusia yang akhirnya dipermainkan keadaan. Persis seperti anak katak yang takut cuma karena langit hitam, angin yang bertiup kencang, dan kilatan petir yang menyilaukan. Padahal, itulah sebenarnya tanda-tanda hujan.


Benar apa yang diucapkan induk katak:

Jangan takut melangkah,
Jangan sembunyi dari kenyataan, sabar dan hadapi!!
Karena hujan yang ditunggu, insya Allah, akan datang
Bersama kesukaran ada kemudahan
Sekali lagi, bersama kesukaran ada kemudahan

~ mendengarkan dengan seksama pesan induk katak....
~ semua akan berlalu, ya semua akan berlalu
~ gw akan mengingatnya tanpa sakit lagi
~ meyaqini ada keindahan yang bisa gw dapetin
~ meyaqini.... ada kemudahan didalam kesukaran

Tuesday, September 25, 2007

Tertunduk Malu

Siapapun pasti tidak merasa nyaman naik angkutan kelas ekonomi di negara IndonesaH tercintaH, kotor; reot; sarat penumpang, penjual, pencopet, peminta-minta; ugal-ugalan n suka mogok. Tapi itulah angkutan yang tersedia, seperti juga Kereta Rel Listrik (KRL) yang selalu siap mengantar gw ke tempat favorit.. depok - mangga 2! Sebenernya ada juga yang express yang tentu aja lebih bersih, adem, ga' bejubel n penjualnya cuma di stasiun tertentu ajah, tapi kalo ga' salah sehari cuma 2 kali yang mampir di stasiun depok baru. Semua kebutuhan hidup bisa ditemuin di KRL, mulai peralatan dapur, menjahit, tas, buku, aneka makanan & minuman. Sepanjang perjalanan juga banyak hiburan dari karaoke dengan suara tape yang menyiksa, band-band lokal dengan peralatan lengkap bahkan ada yang baca puisi. Bagi yang mau membagi rejekinya deretan peminta-minta dengan berbagai bentuk hilir mudik menengadahkan tangannya siap menerima kelebihan recehan qt.

Gw bukan termasuk orang yang rajin membagi recehan pada peminta-minta atopun penghibur perjalanan, karena yang ada gw ngerasa sia-sia aja ngasih, toh banyak dari mereka yang pura-pura aja (sebenernya sih karena pelit hehehee). Berkali-kali gw ngebuang uang sia-sia, pernah ada pemuda yang keliatannya alim dan dia tampil membawakan puisi religi ee... ternyata abis itu dia duduk dengan mata yang tidak lepas dari paha ce' yang lagi duduk menyilangkan kaki dengan hanya mengenakan celana pendek & tangtop, anak kecil penyapu lantai yang memanfaatkan uangnya buat beli rokok, ibu-ibu yang ternyata membawa anak tetangganya, pemuda tanggung yang mbacain do'a tapi ternyata dia ga' puasa dan dengan acuhnya minum setelah dapet uang .... ahh pokoknya banyak deh. Pembangunan masjid dan pondok pesantren juga banyak mencari dana di angkutan umum, douhh kenapa sih muslim semiskin ini padahal di kampungku qt sanggup mbangun masjid atas biaya sendiri.

Sabtu pagi dalam perjalanan ke depok dengan KRL ekonomi gw kembali menjumpai "ciri khas" kelas ekonomi, salah satunya kehadiran seorang ibu berjilbab mengedarkan amplop permintaan sumbangan untuk pembangunan masjid dan gw mengembalikannya dalam keadaan kosong tanpa minat ngliat lokasi pembangunannya. Sore harinya gw kembali bertemu dengan ibu yang sama dengan senyuman yang sama, tidak terlihat kelelahan diwajahnya padahal sudah hampir setengah hari dia mondar-mandir di kreta yang panas dan engap. Gw nyelipin uang "seribu perak" di amplopnya, ketika amplop di ambil dia memintaku menuliskan nama, "tidak usah bu" jawabku. Biasanya setelah mengucapkan terimakasih dan do'a seadanya mereka akan berlalu, tapi sang ibu tidak seperti orang-orang yang dah gw temuin. Dia mengucapkan terimakasih dengan sungguh-sungguh, menatap gw yang masih tersenyum dan kemudian mengucapkan do'a keselamatan-kesehatan-kemudahan rejeki yang panjang. Untuk pertama kalinya gw kelimpungan di do'ain orang yang tidak dikenal, gw serasa mendengar ibuku yang sedang mendo'akan gw setiap kali menutup pembicaraan dalam telfon. Gw malu... ga' sepantasnya gw dido'ain sekhusyuk itu, gw cuman ngasih seribu, satu nilai kepingan rupiah yang kalopun jatuh ga' bakal ngerasa kehilangan. Gw cuman tertunduk dan mengucapkan amin untuk do'anya.

Ah Tuhan... indah sekali Kau nyentil hambamu di awal puasa kemarin, insyaallah gw ga' pernah lupa 2,5% hak fakir miskin, tapi banyaknya kebohongan yang ditemui membuat gw n beberapa temen-temen gw berburuk sangka kepada peminta-minta sehingga merugikan orang yang benar-benar membutuhkan. Hmm.. seandainya amanat UUD "fakir miskin dan anak terlantar di pelihara negara" dijalankan pemerintah, seandainya Badan Amal Zakat Infaq dan Sadaqah bisa menyentuh mereka, mungkin tidak ada lagi peminta-minta dijalanan, mungkin tidak ada keraguan lagi menyalurkan harta yang bukan hak qt lewat lembaga-lembaga yang ada, mungkin Sutiyoso ga' repot-repot ngeluarin Undang-Undang aneh itu... mungkin gw tidak akan tertunduk malu lagi... mungkin ya mungkin saja...

Thursday, September 20, 2007

Pelarian Demi Sehelai Sajadah

artikel ini gw ambil dari antara
semoga bisa menjadi perenungan... terutama buat gw yang pagi kelewat sahur dan subuh;(

Oleh Yunianti Jannatun Naim

Duduk di atas sajadah cokelat, berbalut mukenah putih, Wiwik Sumarni (34) terpekur memikirkan nasib dua anaknya di Kuningan, Jawa Barat, ia baru saja menukar kebahagiaan Lebaran buah hatinya dengan selembar sajadah. Apakah sajadah yang baru saja ia cium layak menggantikan tawa bahagia buah hati pada saat membuka sejumlah kado Lebaran nanti?

Layak atau tidak, nasi sudah menjadi bubur. Ia sudah kadung kabur dari rumah majikannya, di Johor demi bersujud kepada Tuhan, di atas sehelai sajadah.

"Bagaimana nanti anak saya merayakan Lebaran? Saya gagal, saya kabur. Pulang tanpa hasil apapun," kata Wiwik di rumah penampungan yang didirikan Dinas Sosial Pemerintah Kota Batam sebelum dipulangkan ke kampung halamannya melalui Tanjungpriok
.

Wiwik kabur dari tempat bekerja di Malaysia, karena sang majikan melarangnya shalat.

"Selama ini, shalat yang menjadi benteng saya bertahan hidup, dalam shalat saya tenang, tanpa shalat mana saya sanggup menjalani hidup," katanya.

Empat bulan, Wiwik menahan kerinduannya kepada Sang Khalik. Kecintaannya kepada sajadah ia tunda demi kebahagiaan buah hati yang memerlukan uang di negeri seberang, Indonesia. Jika ia berhenti kerja, dari mana uang sekolah buah hati yang berumur tujuh dan sebelas tahun dibayarkan. Belum lagi, bayangan sedih kedua anaknya yang tidak dapat merayakan Lebaran dengan baju baru mengganggu perempuan berkulit terang itu. Perempuan yang ditinggal pergi suami itu pun bersabar. Menahan diri, dan tetap bekerja.

Bekerja kepada seorang nonmuslim yang tidak memiliki toleransi dirasakan terlalu berat. Bukan saja dilarang shalat, Wiwik pun harus memasak babi, hewan yang haram menurut ajaran Islam.

"Mau bagaimana, karena tugas, terpaksa saya kerjakan juga," katanya.

Tidak hanya dipaksa mengolah babi, sang majikan pun memaksa dia turut mencicipi masakannya.

"Kalau makanan sisa, saya yang harus menghabisi," katanya.

Tapi, perempuan yang pernah menjalankan umroh kala bekerja di Arab Saudi itu memilih kelaparan daripada memakan makanan yang diharamkan oleh agama yang dia anut. Ia memilih berpuasa. Anehnya, meski dilarang menjalankan beberapa ibadah Islam, Wiwik diperbolehkan berpuasa.

"Mungkin karena kalau puasa, saya tidak menghabiskan makanan mereka," katanya.


Kabur

Memasuki bulan kelima, kerinduan Wiwik memuncak, hasratnya bersujud memohon ampun kepada Maha Pencipta semakin membumbung. Saat majikan lengah, ia melarikan diri.

"Apalagi mau Ramadhan, bulan penuh ibadah. Sedih rasanya kalau tidak shalat," kata Wiwik.

Sebelumnya, ia mengumpulkan seluruh baju, memastikan tidak ada yang tertinggal. Ia membuka dompet penuh harap. Harapannya sia-sia. Tidak ada satu ringgit pun tersisa. Namun, kerinduan "bermesraan" dengan Tuhan dalam shalat kian merayunya meninggalkan rumah majikan. Ia memilih kabur.

"Lebih baik saya tak punya uang dari pada tak bisa shalat," pikirnya kala itu.

Wiwik melarikan diri ke kantor polisi terdekat. Ia pun menceritakan kerinduannya akan sajadah karena dilarang shalat di rumah majikan kepada polisi wanita yang berjaga.

"Awalnya, saya takut dia marah, tapi ternyata dia malah mensupport saya kabur, katanya, untuk apa majikan galak-galak," cerita Wiwik.

Ibu polisi itu pun mengantar perempuan berambut sebahu itu ke KJRI di Johor Bahru. Menginap sekitar dua minggu di tempat saudara satu bangsa, Wiwik dipulangkan ke Jakarta melalui Batam.

"Lega rasanya, bisa shalat lagi, apalagi puasa di negeri sendiri," katanya saat menumpang bus tronton milik Dinsos Batam menuju Pelabuhan Sekupang, menaiki kapal yang akan mengantarnya ke ranah Jawa.


Ramadhan

Wiwik menjemput Ramadhan tahun ini dengan penuh keprihatinan dan kelegaan. Prihatin karena tidak mempersiapkan materi untuk Lebaran dua buah hatinya, dan lega, karena bisa bebas beribadah sesuai dengan keyakinannya.

"Tak terbayang bagaimana rasanya, mendengar azan memanggil orang untuk shalat tarawih, tapi saya tidak bisa shalat," katanya.

Air mata menggenang kala ia mengucapkannya. Di tengah deru mesin mobil tronton, tiba-tiba Wiwik memegang pundak kawan di sebelahnya.

"Saya tidak mau langsung pulang ke Kuningan. Saya mau cari kerja dulu di Jakarta, cari uang untuk keperluan Lebaran anak-anak saya," katanya seolah mendapatkan ilham.

Kerja apa saja tak apa, asalkan halal dan saya juga bisa shalat, lanjutnya penuh dengan senyum.

Mimpi buruk selama di Malaysia ia buang. Kini ia memupuk mimpi baru. Mimpi jangka pendek, membelikan sepasang baju untuk dua anaknya yang masih kecil. Senin siang, Wiwik pulang ke Pulau Jawa, menjemput sajadah yang telah lama ia tinggalkan.

"Ada sajadah panjang terbentang, dari kaki buaian sampai ke tepi kuburan hamba,"

sepenggal lagu Bimbo mengiringi kepulangan Wiwik ke Jakarta.(*)

Saturday, September 15, 2007

Mudik Gratis Nasabah BNI 10 Oktober 2007

Setelah ga' dapet kursi KA seperti biasa pilihan pulang kampung kembali lagi ke armada Bus. Naik pesawat bukanlah alternatif cerdas mengingat rumah gw yang jauh dari bandara, masih perlu 2,5 jam perjalanan lagi dari Yogya, cukup sekali aja nyobain dan dibuat ribet karena harus menempuh perjalan jauh ke cengkareng (+/- 3,5 jam sebelum jadual penerbangan) penerbangan 45 menit dan 2,5 jam lagi ke rumah. Kesimpulannya.... dengan waktu yang cuma beda 2 jam dengan bus bahkan waktu yang sama dengan kereta gw musti membayar 3 kali lipat harga bus atau kereta. Alternatif terbaik tentu saja bus, tapi pemesanan tiket bus ga' segampang pemesanan tiket kereta yang sudah jauh-jauh hari diketahui tarifnya, kalaupun hari ini qt pesan tetap aja lum bisa dapet tiket pemesanan resmi, para agen juga ga' mau menerima uang tanda jadi pokoknya cuma dicatat aja pemesanannya soal tarifnya berapa masih harus nunggu @least H-10. Kenaikan tarifnya bisa mencapai 75% dari harga normal bahkan pernah karena travel sialan yang dengan alesan kena macet gw yang udah nungguin ampe kering ga' juga dijemput terpaksa malam itu juga beralih ke bus dengan membeli langsung di waktu keberangkatan... hasilnya... Rp. 225.000 melayang

Kamis kemarin gw baca pengumuman menggiurkan
"Mudik Gratis Nasabah BNI"
Berangkat tanggal 10 Oktober 2007 jam 09.00
Keberangkatan dari PRJ Kemayoran
Tujuan Lampung, Cirebon, Semarang, Purwokerto, Yogyakarta, Solo dan Surabaya

perlu di coba nih... apalagi syaratnya gampang
  1. Telah menjadi nasabah BNI minimal 1 tahun
  2. Punya bukti kepemilikan rekening (fotocopy rekening yang sudah di verifikasi)
  3. Menyerahkan fotocopy KTP dan menunjukkan KTP asli
  4. Menyerahkan fotocopy Kartu Keluarga (KK) dan menunjukkan KK jika pengen dapet kursi lebih dari 1 kursi

Hari Jum'at pagi gw langsung meluncur ke BNI Bogor yang di jalan Juanda. Buat yang tinggal di Depok dateng aja ke BNI Margonda, selain itu bisa juga dilayanin di BNI kantor cabang Kramat, Rawamangun, Fatmawati, Daan Mogot, Bekasi dan Tengerang. Prosesnya begini:
  1. Tanyakan ke Satpam kemana harus verifikasi rekening, kalo di Bogor bertemu dengan Ibu Nita di lantai 2 (dari loby belok kiri n naik tangga, bu nita ada di meja nomor 3)
  2. Setelah di verifikasi bawa fotocopy rekening tersebut ke petugas pelayanan mudik gratis BNI. Di Bogor mereka ada di halaman BNI nongkrong dibawah tenda putih, ada 2 orang petugas yang melayani pemudik untuk jalur utara dan jalur selatan
  3. Serahkan persyaratan di atas n mereka akan mengisi form berisi pertanyaan nomor yang bisa dihubungi, qt mo turun di mana, dapet informasinya dari mana, ada berapa orang yang ikut. STD lahh... dan terakhir qt tandatangani formulir peserta. SELESAIII...
  4. Oh ya qt diingetin untuk registrasi ulang, tanggalnya antara 29 September - 4 Oktober 2007

Jadi inilah gw... calon peserta mudik gratis nasabah BNI. Iya masih calon, karena dalam hati gw ga' gitu yaqin dengan kondisi bus-nya, halah gaya bener sih udah gratisan minta yang uenakkk. Eiiitt tapi koq ada point yang aneh nih...
Peserta diharuskan sudah hadir jam 09.00 WIB, diwajibkan memakai atribut (kaos, id card dan topi)

Busyett!!! Kejam bener diseragamin segala
Tenang-tenang Ndah... ada penolong jaket-jaket kesayangan elo yang siap nemenin mudik

Oke lah BNI, tq atas fasilitasnya... mungkin seperti kata temen, gw bakal bareng ma bakul jamu tapi ke-PD-an gw bilang nasabah BNI kebanyakan mahasiswa n staf perguruan tinggi and gw pengen nyobain dulu mumpung gratizzzzz. Buat yang mo mudik bareng ma gw silahkan datengin BNI terdekat, kapan lagi ada kesempatan jumpa Ndah gratis

Thursday, September 13, 2007

Ujian Hari Pertama Puasa

Suasana di kostan masih riuh memperdebatkan siapa yang akan jadi imam sholat tarawih pertama ketika tiba-tiba ada peringatan gempa di televisi. WAKS!!!! 7,9 skala reichter, di Bengkulu, kedalamannya hanya 10km, berpotensi tsunamai?? WHOAAAAAAAA...... Warga Pondok NN yang dikuasai orang Padang secara mendadak pula berhamburan mencari handphone untuk menghubungi keluarganya. Alhamdulilah... semuanya selamat. Sambil menunggu waktu Isya kamipun duduk manis di depan TV menunggu perkembangan berita dari tanah Sumatra ini.

Bencana.... betapa semuanya tidak dapat di duga, ibarat Jailangkung "datang tak di undang pulang tak di antar" dan yang tertinggal hanyalah kedukaan. Kekhusyukan menyambut datangnya bulan suci yang telah begitu dinantikanpun menjadi sedikit terganggu, semoga saudara-saudara qt di Bengkulu, Sumatera Barat, Lampung dan dimanapun yang sedang terkena bencana bisa tetap sabar menghadapi ujian/cobaan ini sehingga semakin menambah keimanan dan kepasrahan qt pada Allah SWT.

Gempa dan tsunami, menjadi sebuah bencana alam yang menyeramkan setelah qt menyaksikan sendiri betapa dahsyatnya kekuatan alam meluluhlantakkan Aceh, Nias dan Jogja. Berbeda dengan banjir dan tanah longsor dimana kerakusan manusia dalam mengeksploitasi alam menjadi faktor dominan terjadinya bencana tersebut, gempa dan tsunami benar-benar diluar kendali qt. Gw masih inget sewaktu mendapat kuliah Geomorfologi gw terbengong-bengong menyadari betapa berbahayanya tinggal di Indonesia-Jepang-Cile-Filipina-Selandia Baru dan kota-kota lain yang terletak di jalur "Ring of Fire" atau cincin api, sebuah jalur patahan dan gunung api aktiv yang sewaktu-waktu dapat mendatangkan bencana. Ketika dijelaskan pergerakan lempeng Australia gw ga' ngebayangin benturan yang terjadi bisa sedahsyat gempa-gempa yang sekarang mengguncang wilayah Indonesia, waktu gw pikir.. "ahh lumayan nih ntar Ausy bisa nempel ke Indonesia..." sebuah pemikiran yang bodoh (tapi koq bisa dapat A ya). Dan sekarang ketika bertubi-tubi gempa mengguncang wilayah Indonesia ada kekesalan yang terselip "douhh kenapa sih dari dulu masyarakat Indonesia tidak mendapat pengetahuan lebih tentang kondisi tanah yang menjadi tempat tinggalnya". Terlalu lama qt dicekoki paradigma "betapa subur tanah Indonesia", banyak gunung api menjadikan abu vulkanik yang dikeluarkan menghasilkan tanah yang subur, padahal pada kenyataannya hanya wilayah Jawa yang memiliki tanah subur, sedangkan daerah lainnya... apa iya tongkat kayu bisa jadi tanaman lha wong Ultisol dan Histosol mendominasi, padahal seharusnya sebelum abu vulkanik menyuburkan tanah dijelaskan dulu bahaya yang mengancam penduduk disekitarnya.

Mungkin dengan banyaknya bencana ini akan membuat qt banyak belajar bagaimana semuanya bisa terjadi, bagaimana penanganan terhadap bencana dan bagaimana mengatasinya. Dongengan pakdhe yang baik hati membagi ilmu memusingkan tapi dengan bahasa yang enak patut untuk sering-sering di tengok. Semoga qt tidak pernah bosan untuk belajar. Mungkin saat ini menjadi bulan ramadhan yang berat bagi sodara qt yang terkena bencana dan gw cuma bisa berdo'a semoga kesabaran dan ketabahan selalu menyertai mereka menghadapi ujian/cobaan ini.

Wednesday, September 12, 2007

Selamat Menunaikan Ibadah Puasa

Dear Friends....

Kalian tau gw ga' bisa nulis ucapan puitis seperti sms yang biasa kalian terima untuk mengucapkan selamat berpuasa, gw nulis seperti juga gw ngomong... kadang keliatan serius tapi kebanyakan ngasal, becanda, nyela, ngomel n banyak hal buruk yang mungkin kalian terima dari seorang ndah yang sikap dan kelakuannya ska nyebelin. But i know u guys.... selalu bisa nerima gw apa adanya, memaklumi sikap rese' gw dan maafin kesalahan gw.

Insyaalloh, besok qt kembali bertemu dengan Bulan Ramadhan, puasa lagi bo'!!
"Mohon Maaf atas segala prasangka (yang kadang cuma gw pendem di hati), ucapan dan sikap gw yang suka nyebelin"

Bulan yang suci ga' boleh dikotori hal-hal yang ga' penting seperti dengan membenci ato dendam ma gw ampe pengen nyambit make duit tebusan time asia buat simbah

Jangan lupa ntar malem dah mulai tarawih, bacaan qur'an-nya juga ditambahin, alarm dipasang, sebelum sahur ya tahajud dulua lahh.. mumpung bangun tengah malam nihhh, dan esok hari qt mulai berpuasa. Selamat menunaikan ibadah puasa ya.....

Monday, September 10, 2007

Guide Me to the Straight Way


Kembali lagi gw (insyaallah) akan ketemu dengan Bulan Suci Ramadhan yang dalam hitungan jari sudah menunggu untuk di"eksploitasi". Berbeda dengan eksploitasi sumber daya alam yang justru bikin kerusakan lingkungan, Bulan Ramadhan justru menjanjikan berjuta nikmat dan karunia ketika qt berlomba-lomba mengeksploitasi setiap menit waktu yang dilalui dengan beragam ibadah.

Thanx God karena sebulan yang lalu telah mengirimkan temen baru yang banyak membantu mencairkan kembali hubungan qt, akhirnya gw kembali bisa merapihkan ibadah dan bersemangat lagi menyambut Bulan Ramadhan. Walaupun hanya sebentar kehadirannya tapi banyak manfaat yang bisa gw dapet, walaupun menyakitkan kepergiannya tapi banyak hal baik yang gw yakin akan bisa memperbaiki kembali persahabatan kami.

3 - 4 Ramadhan kemaren dah gw lewati dengan kesia-siaan, ga' banyak hal yang gw perbuat untuk mengisinya dengan amalan-amalan baik dan yang jelas tanpa kemantapan hati. Gw ingin kembali ka' dulu lagi, memiliki target-target amalan yang gw kejar dengan sepenuh hati dan menempatkan-MU sebagai temen curhat, masihkan ada tempat buat gw untuk kembali?? Aturkan kembali langkahku jika menyimpang, Temani selalu jika aku takut melangkah, Hapuskan lukaku dengan cinta-MU, Redakan marahku dengan kasih-MU, Bantu aq memahami jalan kehidupan yang KAU pilihkan untukku dan bimbing aq melewatinya... GOD.. guide me to the straight way...

Friday, September 7, 2007

Menjadi Tong Sampah

Entah kenapa 2 minggu ini banyak temen gw yang lagi pada kena penyakit, bukan karena menular sehingga hampir semuanya terjangkit penyakit yang sama....penyakit hati. Dan entah kenapa pula gw yang tidak memiliki pengalaman pacaran justru menjadi sasaran empuk membuang semua uneg-uneg, resah dan gelisah (nya obbie mesakh hihiiihiii) serta gundah gulana (putra petir!). Sewaktu Coxu masih ngambil S2 di Bogor n gw ngambil S-cendol di Depok qt saling melabeli diri dengan sebutan "tong sampah", walopun acara saling berkunjung bukan hanya dalam rangka menumpahkan kekesalan dan kepenatan tapi sudah pasti kalo lagi bete salah satu dari qt harus siap jadi "Bantar Gebang". Mungkin karena faktor usia yang sudah dewasa (bertampang tua pula sighhh...) atau emang jompa-jampi gw di nilai lebih ampuh daripada paranormal atau karena semuanya serba gratisan bahkan kadang mereka bisa ngembat makanan yang ada di kamar gw?? (ternyata ) Tapi yang jelas, mereka dah ngasih kepercayaan.

Selain masalah gantung menggantung seperti kisah temen gw kemaren, ada yang lagi kebingungan karena dah lama chating & sms-an dengan anak UGM trus co'nya minta ketemuan, ada yang lagi sakit hati setelah dicampakkan dengan sangat menyakitkan kemudian diajak balikan lagi , ada yang dibuat malu dihadapan kecengan gara-gara punya temen "ember", ada yang cape' dengan hubungan yang sudah dijalanin 4 tahun, ada juga yang dicampakkan pada pertemuan pertama. Begitu banyak yang bermasalah dan tau ndiri kalo dah cerita ga' da selesainya...padahal di waktu yang sama gw juga punya masalah, kepala cekot-cekot n hidung lagi meler (ihh jorok!!!) tapi demi temen gw bela-belain begadangan bahkan pernah ada yang curhat ampe jam 2 pagi tentu aja gw tetep fresh dengan doping kopi.

Thursday, September 6, 2007

It Only Hurts When I'm Breathing


Hope life's been good to you
since you've been gone
I'm doin' fine now

I've finally moved on
It's not so bad....I'm not that sad


I'm not surprised just how well I survived
I'm over the worst, and I feel so alive
I can't complain
I'm free again

And it only hurts when I'm breathing
My heart only breaks when it's beating
My dreams only die when I'm dreaming
So, I hold my breath........to forget


Don't think I'm lyin' 'round cryin' at night
There's no need to worry, I'm really all right
I've never looked back--as a matter of fact

It only hurts when I breathe
No, I've never looked back
as a matter fact


Hurts when I'm breathing
Breaks when it's beating
Die when I'm dreaming
It only hurts when I breathe


~shania twain~

mohon maklum... baru beberapa hari;(

Tuesday, September 4, 2007

I'm on your back

"Dia pikir nikah tu gampang apa?? Belum juga dapat kerjaan yang mantap dah keburu pengen nikah aja"
"Gw juga heran, ade' lo koq pengen nikah ka' anak kecil pengen permen aja. Pokoknya pengen ya harus dapet, sayang banget kan sampe ninggalin kerjaan tanpa pamit pula"
"Aq juga malu ama sodara yang dah banyak bantuin dia nyari kerjaan di Jakarta. Ini make acara ngabur segala. Ah masa bodo dah!! Mo nikah mo ngabur gw ga' peduli lagi!"
"Lo ga' bisa gitu dunx.. dia kan..."
"Pokoknya aq ga' peduli, ter-se-rah! Aq ga' mau ngurusin, ga' mau peduli, ga' mau pulang, ga' mau dateng ke acara nikahannya. Dan Kamu ga' usah repot-repot nasehatin aq, aq cuma lg pengen curhat aja"
"Ya udah kalo gitu. Eh 2 minggu lg gw ada acara di Surabaya lho, ntar gw mampir deh ke Malang, dah kangen ma Batu"
"Harus mampir itu, awas kalo sampai ga' nengokin aq, nginep Malang aja ya! Acara di Surabaya berapa hari?"


Pembicaraan gw dengan sepupu gw yang berprofesi sebagai playboy akhirnya berganti topik-topik ringan seputar kegiatan qt masing-masing dan mengendapkan sejenak permasalah ade' perempuannya yang tiba-tiba minta nikah (bukan karena MBA koq). Dan seperti yang dah gw janjiin, selesai acara gw langsung check out Jum'at malem ke rumah budhe dulu di Darmorejo dan melanjutkan ke Malang di Sabtu siangnya. Gw emang suka banget dengan dinginnya udara Malang, setiap ada kesempatan ke Surabaya tidak bisa tidak Malang selalu menjadi satu paket yang ga' boleh dipisahin. Menikmati dinginnya udara di Malang dengan sengatan mataharinya yang panas dan kering serta suasananya yang tidak serame daerah puncak Bogor selalu bisa membuang kepenatan kerja. Apalagi waktu itu gw juga lagi ada masalah dengan hati, jadi mencuri waktu liburan ke Malang menjadi berkah tersendiri (psstt...padahal di waktu yang sama temen-temen dikantor lum pada pulang karena harus nyiapin presentasi untuk hari Senin).

"Masih tetep ga' mau pulang?"
"Menurutmu gimana?"
"Kalopun lo marah ama ade'mu, gw yakin lo ga' mau nyakitin hati Ibu. Kasian Ibu kalo harus mikirin ini sendirian, bantulah beliau, cuma elo yang bisa diandelin. Gw tau karakter kakak lo yang lain, keras kepalanya ga' ketulungan."
"Wajar dunx qt marah, bocah baru kemarin sore dah mau nikah aja. Ga' mau ndengerin saran siapapun, modal nikah aja lum ada trus ntar kalo dah nikah mo makan apa, masih mo nebeng orang tua. Sayang kan dah kuliah ngabisin biaya banyak, sekarang bukannya nyari kerjaan dulu eee malah ngebet nikah, dah gitu suaminya cuma penjaga toko, ya ampuunnn bego banget sih ade' ku itu!"
"Mau gimana lagi, daripada di larang malah entar larinya ke hal yang negatif kan lebih baik di restui aja, ikuti kemauannya dan dukung keputusannya"
"Kasian orang tua ku ya Ndah, dah ngorbanin semuanya untuk kemajuan anak-anaknya, sampai sekarang lum ada satupun yang bisa membuat mereka bangga, malahan qt nambah masalah melulu"
"Makanya...buruan selesein dunx kuliahnya, dah tau kasian tapi lo juga sama aja, nyante-nyante aja. Liat dunx gw dah kerja ee... koq malah yang tua-an masih aja kuliah"

"Plak! Gw takut Ndah, setelah nikah ade' gw ga' bahagia"
"Apa yang qt tahu arti sebuah kebahagiaan dari orang lain. Gw dulu juga mengukur kebahagiaan pernikahan kakak-kakak gw dari kacamata gw ajah. Gw sampe marahan ama kakak ipar karena gw nganggep dia justru menyusahkan, tapi gw akhirnya sadar ketika mas-ku begitu bersemangat walopun sering sakit gara-gara harus menempuh Purwokerto-Surabaya buat nemuin istrinya yang belum juga mau pindah kerja ke Purwokerto, ternyata kebahagiaannya tidak seperti bayangan gw. Dia bahagia meskipun cape', dia bahagia walopun tidak selalu bertemu istrinya dan gw-pun akhirnya ngerti ukuran kebahagiaan tiap orang itu berbeda-beda walopun itu sodara kandung sendiri yang qt pikir qt tahu segalanya tentang dia."
"Kenapa sih lo selalu lebih dewasa??" dan selalu saja selalu hidung pesek gw jadi sasarannya
"Itu karena otak gw dipake buat belajar dari pengalaman. Lo sih kesibukan ngoleksi ce'!"
"..... Jadi menurutmu, aq musti pulang?"
"Yup! Ade' lo dah mengambil keputusan untuk masa depannya. Mungkin lo dah ga' bisa lagi mengarahkannya, sekarang lo tinggal mendukungnya. Semoga aja dia bisa meraih kebahagiaan seperti yang diharapkannya, kalopun engga' ... lo sebagai sodaranya akan membantunya keluar dari masalahnya. Kemarin lo cuma emosi aja, gw yakin lo ga' akan setega itu ma ade' lo"

Sepupu gw cuma terdiam, menyalakan kembali rokoknya dan bermain dengan pikirannya sendiri sementara gw tersentak baca sms yang sedari tadi gw cuekin

"lo ambil penerbangan jam brapa?? Jgn ampe ada yang ketinggalan (lagi) ya! Apalagi oleh-olehnya, qt semua menunggumu dikantor dengan suka cita. Ga' da yg boleh pulang bo', lembur till Monday Morning"


"Akan aq pikirin lagi..... ga' tega juga ama Ibu. Kamu bisa pulang ke nikahan ade'ku, itung-itung nemenin aq lah?"
"Ngga' bisa, lagi banyak banget kerjaan. But i'll always supporting you. Gw yakin lo pasti pulang dan merestuinya, katakan pada ade' lo "Lo akan selalu ngedukung dia, lo akan selalu ada buat dia baik di saat susah maupun senang... itu baru kakak yang baik."


Akhirnya dia pulang juga dan ikut membantu semua persiapannya hingga selesai acara, ga' terasa sudah lebih dari setahun ade'nya nikah dan seperti yang sudah di duga sebelumnya begitu banyak masalah dalam rumah tangganya. Dan semarah apapun kalo sudah menyangkut orang yang dicintai tentu akan lebih mudah memaafkan dan melupakannya, gw ikut seneng ketika 2 kakaknya yang lain akhirnya mau ikut membantu. I'm on your back too my litle sister, keep fight for u'r dreams!

Monday, September 3, 2007

tidak pernah bisa sepertinya

Menjadi apa dan bagaimana ketika dewasa adalah sebuah pilihan jalan hidup yang kadang ga' bisa dimengerti oleh orang lain, temen terdekat bahkan keluarganya sekalipun. Berangkat dari begitu banyak persamaan kami saling memahami hampir disemua hal. Kami mengawalinya sejak SMP kelas 1, dengan NEM yang sama persis hingga sampai ke komanya ternyata orang tua kami juga saling kenal karena dalam satu organisasi jadilah kami sebagai sepasang sahabat yang saling membantu dalam banyak hal.

Kolaborasi yang apik menjadikan kami sepasang "preman" yang cukup dikenal, tiada hari tanpa perang mulut dengan temen co' yang suka belagu, kadang dengan "sedikit rayuan" ke temen ce' qt juga "minta tolong" dibeliin jajan di kantin (make duit qt juga sih, cuman males aja jalan ke kantin), segala bentuk proses nyontek juga qt kuasai dengan lihai tanpa pernah diketahui. Perburuan cinta dan permasalahan di rumah sudah menjadi hal wajib yang harus saling diketahui. Untuk masalah cinta emang qt agak berbeda, karena dia lebih mudah berpindah hati dan cenderung asal-asalan nerima pacar, sedangkan gw seperti dah pernah gw bilang males pacaran. Masih tetap satu SMA walaupun beda kelas tidak membuat persahabatan qt turun bahkan ketika gw kuliah di Unsoed dan dia sempet tersendat 1 tahun kemudian kuliah di LP3I Jakarta qt tetep saling berbagi bahkan sampai detik ini.

Berbeda dengan gw yang dari dulu kadar keimanannya cenderung datar (atau malah turunnnnnn) sejak kerja di sebuah pabrik di cikarang ada perubahan-perubahan dalam berpakaian dan ketika memutuskan untuk menikah gw n keluarganya ikut shock karena temenku menuntut adanya hijab untuk tamu undangan. Namun selain pakaiannya, tidak ada yang berubah dalam persahabatan kami, dia tetep bisa nerima gw yang masih belum juga "terselamatkan" dan obrolan qt-pun tetep asyik.

Didalam hati gw menyimpan begitu banyak keprihatinan dengan jalan hidup yang sekarang ditempuhnya, dengan 2 anak yang masih kecil-kecil dia total mengurus anaknya tanpa bantuan berarti dari suaminya yang punya segudang kesibukan dakwah, bahkan suaminya minta nambah 4 anak lagi. Tiap minggu suaminya hanya menyempatkan dirumah selama 2 hari, 5 hari lainnya dihabiskan untuk mengaji hingga malam, pulang terus tidur dan pagi sudah siap kerja lagi. Rumahnya kecil, kotor dan tidak terawat karena hanya mengandalkan satu orang yang bertugas mengurus anak dan mengurus rumah. Temenku tidak pernah pergi tanpa ijin suaminya, bahkan ketika ada acara ngumpul dengan temen-temen yang lain suaminya memilih tidak ikut karena adanya percampuran laki dan perempuan dalam acara tersebut dan akibatnya temenku lebih disibukkan ngurusin anaknya daripada ngobrol ma temen-temennya. Daripada dia yang kerepotan, gw n beberapa temen lainnya memilih untuk ngumpul dirumahnya..

Bagaimana mungkin dia bisa hidup seperti itu? Gw dulu selalu ngebayangin dia bakal hidup enak dengan suami yang menjamin kehidupannya karena secara fisik dia sangat manis dan punya banyak fans yang berkualitas. Tapi dia bilang lebih memilih akhirat. Yup!! itu sebuah hal yang sangat jauh dalam bayangan gw.

Keindahan akhirat dalam bayangan gw tidak harus ditempuh dengan kesengsaraan di dunia. Gw menjadi sangat kagum dengan keberanian dan ketabahannya menjalani semua itu, sebuah pilihan hidup yang tidak pernah gw bayangain akan dijalaninya. Totalitas sebagi istri yang mengabdikan hidup untuk suami dan anaknya adalah hal yang sangat sulit untuk dijalani. Oke-lah kalo suami bisa mencukupi semua kebutuhan dan memberikan hidup yang nyaman, untuk melepaskan pekerjaan dan konsentrasi jadi ibu rumah tangga bukan pilihan sulit buat gw. Tapi kalo harus menerima tawaran hidup seperti itu gw ga' sanggup... apa dengan hidup enak qt tidak bisa melakukan kebaikan??