Monday, November 22, 2010

ANUGERAH PEMBACA INDONESIA - GOODREADS INDONESIA

Setelah sekian lama gak nge-blog.. skrg kembali posting dengan modal copy paste berita di milis GoodReads! Sghh.....
kapan ya gw punya semangat baca n nulis lagi?

#toyor #keplak #jambak

Mulai tahun 2010 ini, Goodreads Indonesia mengadakan ANUGERAH PEMBACA INDONESIA, penganugerahan kepada insan-insan yang memberi kontribusi dalam dunia perbukuan Indonesia, yang bertujuan mengakomodir sikap kritis pembaca, sekaligus memberikan posisi terhadap pembaca buku di Indonesia sebagai salah satu elemen yang perlu diperhitungkan dalam menentukan tren bacaan yang berkembang di Indonesia. Pemberian Anugerah Pembaca Indonesia merupakan satu rangkaian acara dalam Festival Pembaca Indonesia yang diadakan pada bulan Desember setiap tahunnya.

Inilah shortlist hasil polling Anugerah Pembaca Indonesia 2010 yang dibuka sejak tanggal 3 November 2010.

Finalis Buku & Penulis Terfavorit API 2010:

Kategori Fiksi API 2010
1. Padang Bulan dan Cinta dalam Gelas, karya Andrea Hirata, 2010
2. Negeri Lima Menara, karya Ahmad Fuadi, 2009
3. Negeri Van Oranje, karya Wahyuningrat, et al, 2009
4. Perahu Kertas, karya Dee, 2009
5. Galaksi Kinanthi, karya Tasaro, 2009

Tuesday, November 2, 2010

It was Always You (03)

It was Always You (01)
It was Always You (02)

Kami membelah jalanan pinggiran jakarta yang tetap berdenyut kencang mengikuti irama libur panjang 3 hari ini. Kubiarkan saja dia memacu motornya dengan kecepatan cukup tinggi diapun membiarku bergulat dengan pikiranku sendiri. Kami hanya disatukan oleh Snow Patrol yang mengalun indah dari 1 earphone yang masuk telingaku dan 1 earphone lagi ketelinganya, Run, Finish Line, How To Be Dead, Chasing Cars dan hampir semua lagu diketiga albumnya selalu menjadi pilihan kami saat menghabiskan waktu bersama. Aku menitipkan dahiku dipunggungnya, memejamkan mata dan mencoba menilik hatiku sendiri apa yang sebenernya gw tunggu dari seorang Dimas, dia sudah pergi 3 tahun lalu atau lebih tepatnya gw udah melepasnya.

Kenyataannya.. apa yang terjadi antara aku dan Dimas bukanlah sebuah kisah cinta. Aku mengagumi tulisan-tulisannya pada sebuah blog, kami terhubung bukan karena pandangan mata atau suara yang merdu, kami hanya saling mengenal melalui tulisan. Aku sendiri tidak pernah melihat seperti apa sosok Dimas karena fotonya juga terlalu kecil untuk aku kenali, tapi aku telah jatuh cinta dengan nama Dimas itu sendiri. Tolol sekali yah memang tolol, dari sedikit nama Jawa yang aku sukai aku menemukan Dimas pada halaman sebuah blog dan makin mencintainya karena kegemarannya mengulas buku-buku yang dibacanya. Kami saling mengunjungi setiap ada tulisan baru, tapi tidak pernah lebih dari itu. Mungkin dia bisa mengenal aku lebih dalam karena tulisanku lebih pada tulisan ga’ penting keseharianku dan kegemaranku pada buku, konser music dan travelling, aku sama sekali tidak mengenalnya karena dia hanya menulis tentang resensinya terhadap buku yang ia baca. Aku tidak berani memasukkannya dalam daftar YM atau Gtalk karena masih mengagungkan gengsi. Hingga kami dipertemukan pada sebuah acara pagelaran Jazz

"Hai Tik!! "
Sesosok pria jangkung berkulit sawo matang dengan matanya yang teduh menyapu.
"Tri Sum main disini kan?"
"Iya, ada perubahan acara jadi mereka baru main 20 menit lagi"
"Ahh iya nih jadwalnya agak kacau. Ya lebih baik nunggu disini biar dapet spot yang bagus. Eh bentar ya, sepertinya itu Kuncung deh, gw kesana dulu ya"

Aku masih dipenuhi kebingungan dengan siapa aku bicara, tapi ketika dia menyebutkan nama Kuncung aku seperti tersambar petir. Kuncung alias Agung Kuncoro adalah 1 dari 8 blogger yang janjian denganku dan Tony nonton java jazz malam ini. Apa dia … oh tidak mungkin! Bukankah Dimas tinggal di Surabaya? Dan setauku dia tidak pernah menunjukkan antusiasme terhadap jazz. Aku mencoba mengingat foto kecilnya dan menemukan sedkit persamaan pada mata hidung dan rambutnya yang sedikit bergelombang. Tingginya beberapa cm diatas Tony tapi badannya lebih berisi dibanding Tony yang walaupun sudah kerja enak tapi masih aja bertampang kurang gizi.