Friday, October 31, 2008

Ku Ingin Mati Saja

Musik menghentak hangatkan suasana
Ada seorang sosok indah dia berdansa

Semua hasrat tertuju padanya
Oh cantik kau hangatkan pesta
Lalu ku hampiri dirinya....oouuw

Ku Menyapa Siapa Nama Dirimu terucap kata
Namun dia hanya menatapku tajaM
Tak terlihat didekatnya telah ada yang lainnya
Malu rasa KU Ingin MatI SaJa

Ku terkejap membayangkan berdansa denganya
Menghirup aroma tubuhnya... oouuw indahnya



Lirik lucu dengan musik pembuka yang sangat familiar buat kuping jazzer, betotan bazz yang menawan itu milik Barry Likumahuwa. Gw mulai tahu Barry dari JGTC tahun 2006, dia tampil bersama bazz attack n langsung memukau. Banyak musisi muda Indonesia yang menekuni jazz walaupun pasarnya jauh lebih sempit dibanding pop (cemen dan menye-menye) dan dangdut. Beberapa orang bisa meroket seperti Tompi, Maliq n d'essentials, yang terbaru dengan segemen ABG ada RAN. Berhubung mereka sudah sering tampil di TV gw ga akan membahasnya walopun sebenernya gw juga suka banget ma Tompi dan Maliq.

Untuk mengenal musiknya Barry bisa dicek 3 lagu dari Album Goodspell di websitenya. Musikalitas dia jelas menurun dari babenya Benny Likumahuwa, bersama rekan-rekan dalam "barry likumahuwa project" dia menyuguhkan 11 lagu dalam album GOODSPELL. Harga CD-nya murah banget, cuma Rp 35.000!! Kaget kan... padahal biasanya album Indo harganya Rp 50.000. Makanya gw ga mau album Barry ini dibajak event oleh temenku sendiri, mo Baginda Jaya memohon-mohon minta mp3-nya gw tetep ga mau ngasih. It's My Barry Sir!!


Wednesday, October 22, 2008

Bogor Krisis Air!!

Berkurangnya ruang hijau di tanah air sepertinya sudah menunjukkan dampaknya di musim kemarau ini. Bukan cuma udara teramat panas yang selama bulan Oktober ini menyengat kulit sawo matang orang-orang Indo tapi di Baranangsiang Bogor sat ini terjadi krisis air. Gimana bisa kota hujan mengalami krisis air??

Setelah libur lebaran gw dikejutkan dengan sebotol air mineral Nestle yang ada di meja gw, wahh tumben nih finance officer qt baek hati gini. Kopi yang gw nanti tak kunjung datang…eh ternyata mas OB pergi ke warung beli air panas. Lah lah lah… ono opo iki?? Ternyata setelah lebaran terjadi kelangkaan Aqua di daerah Baranangsiang, bahkan Giant sebagai supermarket gede stok-nya juga kosong. Permainan pasar kah? Coz di Darmaga galon-galon aqua berderet dengan manisnya di gang masuk kostan gw. Karena ga ada yang mau air minum isi ulang, terpaksalah pak kasir menyediakan nestle botol. Untunglah kurang lebih tgl 14 galon Aqua udah mulai nongol lagi. Tapi untung tak dapat diraih, malang ada di jawa timur… sehari sesudah kehadiran aqua mas OB ngumumin kalo aliran PDAM sedang terputus karena adanya kebocoran. Kyiaaaa ga' bisa ngopi lagi dunx, secara kalo ngopi bakalan sering-sering pipis. Masing-masing membatasi konsumsi air dan memuaskan HIV (hasrat ingin vivis) sewaktu sholat di masjid. Hari berikutnya keajaiban terjadi, pelakunya… siapa lagi kalo bukan mas OB, entah takut dipecat ato emang terlalu menjaga kebersihan dia ngepel make air aqua gallon. Gaya benerrrr!!! Mentang-mentang stok dah banyak.

Tapi hari ini… krisis air kembali melanda, Aqua Galon lenyap lagi dari pasaran. Menurut informasi sekarang harga Aqua Galon di Baranangsiang Rp 15.000! Alesan.. karena stok langka. Keterlaluan!! Siapa yang bikin langka?? Apa emang Aqua mengurangi stok karena berkurangnya pasokan air dari sumber-sumbernya atau ini permainan agen yang ingin dapet untung besar? Jaka sembung bawa golok kan kalo krisis Aqua ini disambungkan dengan krisis financial. Hari ini air PDAM juga agak tersendat, hiks….

Eh gw berlebihan banget ya menyebutkan krisis air, padahal mah cuma krisis Aqua dan PDAM. Gimana jaman dahulu kala ya saat lum ada air mineral gallon? Apa kantor-kantor nyediain dapur plus panci-panci besar lengkap dengan ceretnya??

Tuesday, October 21, 2008

Antara Usman Bin Affan Dan Faraq Fouda


Sesuai janji gw ma temen baru untuk turut memanfaatkan semua media yang dimiliki untuk berbagi informasi tentang Islam, maka gw sekarang posting artikel yang diemailin. Akhir-akhir ini sepertinya media gencar sekali memuat artikel atau menayangkan semua kegiatan dan opini kaum liberal, seperti orang-orang penentang RUU dan pejuang-pejuang liberalisme yang seringkali mengedapankan cara berpikir saat ini dan gelap mata oleh hak atas diri sendiri tanpa menyadari bahwa dimata Tuhan qt tidak memiliki sedikitpun atas diri qt. Jujur... gw bukan penganut islam yang taat tapi gw takut dengan hari akhir. Semoga artikel ini dapat sedikit menambah informasi dan menambah keimanan qt.

www.hidayatullah.com
Monday, 20 October 2008 02:45


Kebiasaan kaum liberal adalah senang tampil beda. Jika ulama malarang, mereka justru membolehkan. Jika ulama mengecam penghina Nabi dan sahabat, mereka justru membelanya. Baca Catatan Akhir Pekan (CAP) Adian ke-246



Oleh: Adian Husaini

Tampaknya, ada sifat yang khas dari kaum liberal di Indonesia. Mereka senang dengan hal-hal yang nyeleneh dan asal beda dengan umat Islam pada umumnya. Orang Jawa bilang: yang penting Waton suloyo alias WTS atau asal beda. Jika umat Islam menolak Ahmadiyah, mereka malah mendukung Ahmadiyah. Umat Islam mendukung RUU Anti-pornografi, mereka justru menolaknya. Jika umat Islam mengecam perkawinan sesama jenis, mereka justru mendukungnya. Umat Islam menolak perkawinaan antar-agama, tapi mereka malah mempromosikannya. Umumnya umat Islam membanggakan sejarahnya yang gemilang. Tapi, kaum liberal senang tampil beda. Mereka senang jika umat Islam malu dengan sejarahnya sendiri. Yang penting beda! Jika ada hal yang dianggap baru, dan datang dari kaum liberal di luar, lalu ditelan begitu saja. Yang penting liberal, dan sok kritis terhadap Islam. Ketika muncul seorang lesbian seperti Irshad Manji, maka mereka sambut dengan gegap gempita. Nong Darol Mahmada, aktivis liberal alumnus Fakultas Ushuluddin UIN Jakarta menulis artikel di Jurnal Perempuan (nomor 58) berjudul: "Irshad Manji, Muslimah Lesbian yang Gigih Menyerukan Ijtihad."

Kita pernah membahas, bagaimana naifnya pujian yang berlebihan terhadap Irshad Manji. Tapi, mereka tidak peduli. Setelah mempromosikan Irshad Manji, kini kaum liberal di Indonesia sedang gandrung dengan idola baru bernama Farag Fouda. Yayasan Wakaf Paramadina menerbitkan edisi kedua karya Farag Fouda berjudul Kebenaran yang Hilang: Sisi Kelam Praktik Politik dan Kekuasaan dalam Sejarah Kaum Muslimin. Judul aslinya adalah al-Haqidah al-Ghaibah. Tampaknya, buku Fouda sedang digandrungi oleh kaum liberal. Di berbagai forum mereka mempromosikan buku ini. Katanya, ini buku yang hebat, yang menunjukkan "kebenaran" yang selama ini disembunyikan oleh para sejarawan Muslim. Di negara asalnya, Fouda memang sempat membuat berita besar, saat ia mati terbunuh pada 8 Juni 1992. Lima hari sebelumnya, 3 Juni 1992, sejumlah ulama al-Azhar menyatakan Fouda telah murtad karena banyak menghujat Islam.

Thursday, October 16, 2008

Berasa Panas Ga'?

Gw terbengong-bengong ketika membuka jendela, HAHHH!!! Ini jam 5 apa jam 6?? Emang sih sewaktu pulang ke Gombong kemarin jam 5 juga dah terang benderang tapi kan emang karena Gombong lebih cepat pagi daripada Bogor. Semakin ke timur untuk sholat subuh harus bangun lebih pagi daripada waktu subuh indonesia bagian barat. Ahh ya gw balik ke Bogor dah masuk bulan Oktober dan gw baru membuka jendela pagi Sabtu kemarin karena harus berangkat pagi ke puncak. Yahh gw kan cuma menjalankan aturan di kostan untuk membuka jendela kamar hanya setelah Bibi Cuci dateng, maklum lah kostan pernah beberapa kali diisengin orang hehee... alesan orang males liat matahari pagi.

Kejadian ini ngingetin gw pada mata pelajaran IPA saat SMP. Hm hm.. mo sok pinter nih. Kalo ga' salah Pulau Jawa yang berada di belahan Bumi Bagian Selatan (sekitar 6 – 8° LS) selama kurang lebih sebulan setelah tanggal 21 September emang akan mendapatkan siang yang lebih panjang karena Matahari sedang bergerak ke arah Selatan. Nah kalo dah nyampe titik yang paling selatan (kurang lebih bulan Desember) Matahari akan balik lagi ke ekuator pada tanggal 21 Maret. Saat panjang siang maksimum ini (selama bulan Oct - Febr), berarti Matahari terbit lebih cepat dan tenggelam lebih lama dari waktu rata-rata dan itu berarti jam 5 pagi sudah terang dan pada jam 6 sore masih terang juga. Hmm harus ngerubah alarm nih... bangun lebih pagi (untuk tidur lagi hehehe)

Efeknya disiang hari? Jangan tanya deh panasnya ka' apa. Bogor yang katanya kota hujan dengan lokasi kantor gw yang sebelahan dengan Kebun Raya Bogor ga' membantu menurunkan suhu udara. 2 AC yang cuma dihirup 4-6 orang juga tidak mampu mendinginkan ruangan, jam 11-an aja punggung dah mulai berkeringat. Apalagi kalo keluar siang buat sholat di masjid PMI dan beli makan, phieewww puanasnya booo'. Gimana orang yang kerjanya di jalanan ya, para sopir, pak ogah, pak polisi, asongan dan orang-orang yang menempuh perjalanan dengan motor. Berasa di open kali ye?? (Nastar kaleee masuk open!!). Kalo gw dah ngeluh panas sepupuku yang di Surabaya langsung protes karena katanya di Surabaya jauh-jauh lebih panas lagi, 35 derajat katanya, Buteettt!!

Apa panjenengan juga merasakan panas yang ruarrr biasa di bulan Oktober ini?

Tuesday, October 14, 2008

My Playlist

Awal tahun 2008 winamp gw dipenuhi dengan ce'-ce' keren dengan lagu-lagu yang ga' mbosenin di telinga seperti A Fine Frenzy, Marie Digby dan Colbie Caillat. Sebenernya sepanjang tahun 2008 ini banyak banget lagu bagus yang menemani keseharian gw. Masih di awal 2008 ada jebolan American Idol, Daughtry dengan album Rock yang bikin gw ikutan teriak-teriak kemudian disusul oleh Jordin Spark dengan R&B nan manis ga' ketinggalan runner up-nya Blake Lewis ngajakin qt sedikit nge-dance. Dari angkatan tua ada om ganteng yang selalu menelurkan lagu-lagu everlasting, siapa lagi kalo bukan Bryan Adams dengan album 11-nya. Inggris menggempur tangga lagu dunia melalui kehadiran suara-suara menawan dari Amy Winehouse, Adele, Duffy, Kate Nash, Lily Allen dan Natasha Bedingfield, walopun banyak ce' itu yang kelakuan kagak beres tapi lagunya asyik banget dan suaranya itu lho yang khas.

Tapi disini gw Cuma mo memilih 3 orang dari sekian banyak artist yang setia nemenin gw, susah juga sih.. makanya gw mo focus di co' ajah kan awal tahun ini gw dah milih Girls Power:

  1. James Blunt
  2. OneRepublic
  3. Jason Mraz

Album pertamanya yang melambungkan hits single You're Beautiful dah ga' perlu dipertanyakan lagi kehebatannya tapi lebih hebat lagi James Blunt meluncurkan album keduanya "All The Lost Soul" yang juga hebat dengan melodi menawan dan lyric penuh makna bahkan bercucucuran airmata (halah gw selalu aja lebay!). Mengenal lagu pertamanya "1973" langsung aja gw berikrar akan nonton konsernya kalo James Blunt datang ke Jakarta. Goodbye My Lover, Carry You Home, Cry, No Bravery bikin gw menangisi yang tidak pernah ada. Pucuk dicinta si culun tiba, mas Blunt-pun datang ke Jakarta akhir May kemarin, tapi ternyata HP jadul gw mengalami gegar otak dan hilang ingatan setelah jatuh untuk kesekian kalinya hiks…. Kehadiran James Blunt-pun akhirnya dikalahkan dengan kebutuhan alat komunikasi yang lebih memadai. Untungnya (ahh orang Indonesia slalu cari untung) Metro TV menayangkan A Night with James Blunt, 2 kali ditayangin 2 kali pula gw menguasai TV. Nonton di TV aja dah hanyut terbawa keindahannya

I have seen peace I have seen pain
Resting on the shoulders of your name
Do you see the truth through all their lies?
Do you see the world through troubled eyes?
And if you want to talk about it anymore
Lie here on the floor and cry on my shoulder….I'm a friend

Timbaland ngenalin gw pada sebuah band baru "OneRepublic" dengan lagu yang sekarang jadi ringtone sms gw "Apologize". Gila!! Keren banget lagunya. Pencarian terhadap OneRepublic pun berlanjut, agak kecewa juga melihat penampilan live-nya di American Idol 2008 tapi begitu dapet 19 lagunya gw terpukau dengan warna musiknya. Say All I Need, All Fall Dawn, Come Home, Hearing My Voice dan The Waltz langsung menghanyutkan, sedikit tersentil lewat lagu "Stop and Stare" dan senyum-senyum ndengerin "Dreaming Out Loud". Saat gw mabuk kepayang dengan OneRepublic ga' da satupun temen gw yang mengenalnya bahkan saat OneRepublic ke Jakarta Nusy lebih memilih nonton Simple Plan yang manggung bareng ma Andra & The Backbone, sedangkan gw kekeh pengen nonton OneRepublic, akhirnya tidak ada satupun yang ditonton karena qt juga ogah banget kalo harus nonton sendirian. Eee koq ya awal bulan kemarin Mr. Ramzoel tiba-tiba jatuh cinta ma gw OneRepublic dan menyayangkan gw yang ga' nonton konsernya, telat atuh boz!! Ngintip jadwal konsernya yang padet banget ampe 7 Dec 2008 dah mbuktiin kalo band baru ini dah memikat banyak pecinta music.

They dont care what you say
They dont care what you think
All they care what you do
Long as your of beat take a look at yourself
Storm tries to come and wreck my world
No I won't let it
Stumble to escape through anchored drapes made of bedding

Thanx to sobat gw Heny yang mengenalkan gw dengan Jason Mraz, sebenernya sih dia ngasih lagu baru atas nama Colbie Caillat favoritnya "Lucky". N I'm so lucky bisa mengenal Jason yang ternyata dulu juga dah gw kenal lagunya "Coz You and I Both Love". Saat ini radio-radio banyak memutar "I'm Your's" dari album barunya "We Sing, We Dance, We Steal Things", sebuah lagu sederhana yang ngingetin gw dengan suasana pantai. Kalo gw bisa mainin gitar pasti gw dah memilih lagu ini saat liburan ma ponakan di Laut Bocor. Berhubung gw bukan pakar music jadi gw juga masih bingung dengan aliran musicnya, kadang berasa jazz mirip Jamiroquai, pop, bahkan pada album sebelumnya "Mr. A-Z" gw nemuin sentuhan latin pada lagu "Bella Luna". Ahh masa bodoh ah mo apapun alirannya yang penting lagunya enak-enak, "Make It Mine" bikin gw bergoyang apapun posisi gw saat itu (sumpah!! Waktu tiduran sekalipun) apalagi ada bagian lagu yang bikin qt menepukkan tangan dengan berirama "ahh lalalaa..Love You Coz I don't wanna break! before the tours is over" Kolaborasinya dengan James Morrison pada lagu "Details In The Fabric" keren, A Beautiful Meas, If It Kills Me dan Only Human juga ga' boleh dicuekin. Dari Album "Waiting For My Rocket To Come" selain "You and I Both" ada Who Needs Shelter, Absolutely Zero, No Stopping Us dan The Boy's Gone yang nge-swing juga enak banget. Sedangkan dari Album Mr. A-Z, Bella Luna, Song For A Friend, Mr. Curiosity dan Please Don't Tell Her. Kalo ngliat video klip-nya kadang berasa aneh tapi unik, mungkin emang seperti itulah personalitynya.. FUN!

Are the details in the fabric
Are the things that make you panic
Are your thoughts results of static cling?
Are the things that make you blow
Hell, no reason, go on and scream
If you're shocked it's just the fault
Of faulty manufacturing

Official websitenya juga unik.


Apa mereka juga nangkring dalam daftar playlist favoritmu?? kalo bukan mereka siapa dunx yang jadi favoritmu??

Monday, October 13, 2008

Buatku... Kereta masih yang terbaik

Mohon Maaf Lahir dan Batin

Gegap gempita lebaran telah berlalu, mulai hari Kamis gw dah ngantor lagi tapi berhadapan dengan gangguan internet, nyobain dengan Indosat paket eco yang katanya dengan Rp 100.000 bisa donlud unlimited/bulan koneksinya masih dodol. Yah sudahlah... sabar ajah.

Perjalanan panjang selalu melelahkan dan terkadang membosankan, seperti kepulangan gw ke Gombong akhir September lalu. Optimisme bisa sahur di rumah karena bisa mencapai indramayu dalam waktu 5 jam segera terhapus setelah masuk Cirebon dan terjebak macet di tol Kanci selama 5 jam. Tol yang seharusnya mempercepat perjalanan justru menjadi titik kemacetan terparah, bahkan temen gw yang masuk Cirebon jam 8 baru bisa keluar tol jam 2. GILA!! Ini harus jadi PR besar DLLAJR dan Jasa Marga yang tidak tanggap dengan jumlah loket dan kecepatan layanan di pintu tol. 17 jam total waktu yang gw habiskan didalam bis sampe pantat serasa lengket ma jok. Untungnya BNI ngasih bus yang lumayan enak jadi badan ga' sampe pegel-pegel atau kaki bengkak.

Pulang kembali ke Bogor gw mengggunakan KA Taksaka yang datang di stasiun Gombong tepat waktu dan sampe di stasiun Gambir juga tepat waktu, 6 jam 20 menit, GREAT!! Kesialan justru menimpa temen gw yang pulang naik LORENA dari Padang, Padang-Bogor ditempuh 46 jam!! Bukan karena macet mengular atau jalanan rusak tapi karena kondisi Bus yang tidak layak pakai, setelah salah satu kenek bus Lorena meninggal karena jatuh dari pintu depan yang ternyata kuncinya rusak kemudian dilanjutkan dengan mogoknya bus tersebut di Lampung sehingga bus yang dia naiki terpaksa harus menunggu. Eh ternyata bus-nya juga mengalami hambatan karena meletusnya salah satu ban dan langsung disambut omelan penumpang setelah sang sopir bilang
"padahal ban-nya baru diganti lho"
"emange dia pikir di bus ini orangnya ga' lulus sekolahan ya!!"
Belum lagi gerutuan orang yang kesel karena telat masuk kerja coz sesuai janji jam 7 sudah nyampe Bogor tapi ternyata jam 9 masih ngantri di pelabuhan Merak. Selain kondisi bus yang tidak nyaman dia juga harus menghadapi tempat pemberhentian yang sangat tidak layak untuk bus sekelas LORENA, untuk ke toilet terpaksa harus membeli aqua dan mengacuhkan kondisi toilet. Ini bukan kali pertama layanan LORENA mengecewakan, temen gw yang naik LORENA Super Executive ke Jogja juga ngomel-ngomel dengan kondisi bus dan tempat istirahatnya.

Sejak di Bogor gw udah sangat jarang memanfaatkan bus untuk pulang kampung. Padahal sewaktu masih di Depok gw penggemar setia bus Sumber Alam, tapi layanan yang semakin menurun bikin gw pindah ke Rosalia Indah dan Lorena. Dua kali menggunakan Lorena dan dibuat sakit hati bikin gw ga' mau make lagi. Dengan Rosalia Indah sebenernya enak dan nyaman tapi sayang kalo lebaran jatah kursi dari Gombong ga' ada karena dah di booking orang Wonosari & Jogja. Akhirnya gw mulai beralih ke Kereta, kalo pulang gw lebih memilih naik Sawunggalih dari Jatinegara jam 19.00 karena Taksaka malam ga' brenti di stasiun Gombong, sedangkan saat balik ke Bogor gw memilih Taksaka yang brenti di Gombong jam 11.40 dan jam 18.00 dah nyampe ke Gambir sehingga gw bisa melanjutkan ke Bogor naik Pakuan Expres. Ongkosnya juga sesuai dengan kenyamanan yang qt dapet, pada hari biasa Sawunggalih Rp 110.000 dan Taksaka Rp 190.000 sedangkan lebaran kemarin Taksaka mematok harga Rp 340.000. Kursinya enak, toilet bersih, dapet makan, bebas macet dan aman.

Penilaian gw tentu aja ga' fair kalo mbandingin dengan kereta ekonomi dimana penumpang samasekali ga' mendapatkan kenyamanan juga keamanan. Ungkapan dalam basa Jawa bilang "Rego nggowo rupo", kalo mo enak ya emang musti bayar mahal. Buat gw yang rumahnya masih bisa ditempuh dalam waktu 7-8 jam kereta masih menjadi pilihan terbaik, sedangkan temen gw yang tinggal di Jember tetap lebih memilih pesawat sebagai sarana perjalanan terbaiknya walopun habis dari Surabaya masih harus naik bus/kereta lagi. Perjalanan panjang nan melelahkan tidak sebanding dengan kebahagiaan yang diperoleh saat berkumpul dengan keluarga, makanya jutaan orang berjuang menempuh perjalanan panjang dengan taruhan nyawa sekalipun. Semoga tahun depan pemerintah semakin baik dalam memfasilitasi perjalanan mudik dan semoga tahun depan gw juga dah punya "temen" seperjalanan cie cie......