Monday, November 17, 2014

Dear My Future Husband.....

Dear My Future Husband.....

Seperti apa aku menginginkanmu?
Seperti paru-paru menginginkan oksigen mengisi seluruh rongga
Sampai kapan aku membutuhkanmu?
Selama pori-pori tanah masih dapat menyerap tetesan air hujan

Seperti apa arti kehadiranmu?
Seperti matahari yang dengan sinarnya memberikan kehidupan
Sampai kapan aku akan mencintaimu?
Selama benda langit berjalan selaras dalam setiap lintasan


Friday, October 31, 2014

All you have to do is.... STAY!


I know, you visit this place often. so here it is.... my special songs for you

You took the time to memorize me
My fears, my hopes, and dreams
I just like hanging out with you, all the time
All those times that you didn't leave
It's been occurring to me I'd like to hang out with you, for my whole life

Stay
And I'll be loving you for quite some time
No one else is going to love me, when I get mad, mad, mad
So I think that it's best if we both stay, stay, stay, stay, stay, stay!!!






Sunday, May 25, 2014

He's Just Not That Into You

Pernahkah lo punya temen yang asyik banget buat ngobrol or hangout or traveling tapi ngerasa ada "feel" yang kurang? Mungkin ini gw aja kali ya yang kebanyakan nuntut, tapi gw ngerasa.... ketika qt ngelakuin hal bersama, dia ada dideket gw cuma body-nya duanx. Dia ngobrol, dia cerita, dia becanda, dia gila-gilaan, dia ngelakuin semuanya bersama tetapi gw ngerasa dia masih punya a lot of thing that he must to do. Dan satu hal yang bikin gw sebel, ada waktu dimana dia ngilang demi mengejar "his own project". Oh Come on!! Do you think I'll stole your project? *SELFPLAK

Gw complain gini udah jelas emang karena gw berharap lebih, gw berharap dia seperti temen yang dateng justru lebih telat darinya tapi justru gw lebih "kerasan" jalan bareng dengannya. Bukan.... gw bukan ngarep dari temen jadi demen, let's get old together, we will be together till the ends of the world or another f*cking b*llsh*t. Gw seneng bisa bisa bantu di saat dia butuh, gw extrimly happy ketika gw jadi orang pertama yang di ajak berbagi tentang kesuksesannya. Tapi gw juga pengen dia dateng nengokin gw ato diantara kesibukannya dia menyempatkan main tanpa berpikir "eh nanti gw harus pulang jam segini karena gw ada janji sama anu ngerjain inu".

buat lo mungkin gw hanyalah remah roti bagelen

Sebagai teman biasa diantara sekian juta teman famous-nya memang gw hanya ibarat remah roti bagellen. Siapa gw mau berharap banyak? Tapi apa emang berlebihan ketika gw berharap...

Monday, April 7, 2014

i know you care.....


Jangan pernah menutup mata
dari sana aku menatap dunia
Jangan pernah melepaskan pelukan
telah kutemukan rumah impian

Maafkan aku saat gaduh dikepala menyiksa
Maafkan aku saat bara didada menyala

Jangan pernah memalingkan wajah
aku berjalan tanpa tahu arah
Jangan pernah membalikkan badan
bersama kita melangkah kedepan

Friday, March 14, 2014

Ibu, I love you

Dia anak desa, putri seorang petani dan penjual kembang. Pada masanya, lulus sekolah menengah pertama sudah cukup, walaupun sebenarnya dia ingin sekali sekolah guru atau sekolah perawat. Mendengarkan ceritanya saat sekolah adalah hal yang sangat menyegarkan. Tidak mengherankan bibit jahil, iseng, cerewet, hiperaktif menurun kepada anak-anaknya.

Dia istri seorang prajurit dengan pangkat rendah. Membesarkan 5 orang anak tanpa dukungan penuh suami yang sering ditugaskan membutuhkan tenaga yang luar biasa besar. Bukan hanya mendidik anak-anak tapi dia juga membantu perekonomian keluarga seperti juga yang dicontohkan ibunya, berjualan kembang. Setiap senin wage dan kamis wage saat mentari pagi baru saja mengintip anaknya akan mendapat tugas mengantarkan dagangan ke pasar. Tugas turun temurun dari yang tertua hingga pada si bungsu.

Dia wanita yang terkenal, orang pasar mengenalnya sebagi penjual kembang, tetangga mengenalnya sebagai wanita penggerak PKK, partai mengenalnya sebagai kader partau kuning, organisasi mengenalnya sebagai ibu PERIP. Hampir semua mengenalnya sebagai orang yang luwes berbicara dan banyak yang menduganya sebagai istri judes, ibu cerewet dan mertua galak.

Saturday, January 4, 2014

Angel and Demon

Tahun 2013 menjadi hari yang sangat membahagiakan untuk Bapak dan Ibu, karena pada tanggal 16 Mei 50 tahun yang lalu mereka mengikat sumpah dihadapan penghulu dan keluarga. Ulang tahun pernikahan emas dirayakan dengan sederhana, bersama dengan keluarga dan tetangga terdekat kami mengadakan pengajian sebagai ungkapan rasa syukur kami atas karunia Illahi menjaga keluarga kami selalu bersama dalam suka dan duka. Tanggal 16 Mei juga dipilih oleh kakak menjadi hari pernikahannya dengan harapan dapat mengikuti jejak Bapak dan Ibu, bersama hingga usia senja.

Namun moment istimewa ini tidak bisa mewarnai keseluruhan hari di tahun 2013 dengan kebahagiaan yang sama didalam keluarga, terlalu banyak DRAMA yang menguras tenaga dan pikiran. Ikatan suci dengan landasan cinta, kesetiaan dan kepercayaan mulai kuragukan. Kenyataan pahit harus melepaskan satu per satu orang yang kucintai mengikis keyakinan akan kemandirianku.

Amarah dan airmata kerap menemani perjalanan 365 hari ini. Doa, harapan, permohonan yang sama berulang kali kupanjatkan. Begitu mudah mengucapkannya, namun begitu sulit untuk meyakinkan hati agar tidak putus asa.
Seperti apakah keajaiban do'a?
Benarkan indah pada waktunya?
Apakah saat waktunya tiba aku masih bernyawa?