Wednesday, January 23, 2008

Sekarang... siapa yang gila??

Jam menunjukkan pukul 23.00, break iklan setelah bioskop trantv session pertama usai gw gunain buat ngecek jendela n pintu ruang depan. Gw buka dikit gorden buat ngintip pintu pagar... WHOAAA!!!! kenapa terbuka ngablak gitu.. siapa nih yang terakhir keluar. Inspeksipun dilakukan dan sang terdakwa telah ditemukan, tapi dia meyakinkan kalo pintu pagar sudah di selot sempurna atas dan bawah. Takut dan cemas... itulah perasaan yang menyelimuti kami berempat, 4 penghuni kost yang masih terjaga. Penugasan segera diberikan:
  1. ambil senter
  2. cek halaman samping
  3. cek halaman depan
Seperti agen FBI yang terlatih (nonton film) qt pun segera melakukan pengintipan besar-besaran... tidak ada yang membuka jendela apalgi pintu, semua dilakukan melalui dengan menyorotkan lampu senter dari dalam rumah saja. AREA CLEAR!! Gw n ani akhirnya memberanikan diri keluar melalui pintu depan walopun sebenarnya dag dig dug. Kami menyisir dari halaman depan pojok kanan yang ditumbuhi pohon mahkota dewa lalu berbalik ke kiri dimana terdapat halaman yang membentang sepanjang kost-an (qt boleh berbangga karena ibu kost ga' maruk duit, jadi cuma kostan qt aja yang punya halaman berukuran -/+ 4 x 20m). Kursi panjang yang baru di cuci masih teronggok tanpa penghuni, pojok belakang yang sedikit ditanami singkong juga aman. Akhirnya setelah menutup pintu pagar kami kembali masuk. Lega.....

Seperti biasa di pagi hari on the work day gw melewati gang kecil menuju Jl. Bara, tidak panjang... hanya 100 m. Langkah gw hanya menyisakan 50 meter lagi ketika sosok pria jangkung & berambut gondrong itu muncul dari sebuah rumah. Bertubi-tubi otakku dihujani suara-suara temen kost dan suaraku sendiri. Orangnya baik kok... jangan lihat kulitnya ... musti kemana nih ... jangan terlihat takut ... jalan muternya jauh banget ... cuekin aja!! Arrgghhh... dah deket banget nih. Oke oke... gw susun semua suara itu n gw coba jalanin dengan ilmu manajemen andalan (halah sempet-sempetnya nggaya dulu!). Ingattt... jalan terus aja coz jalan muternya jauh, jangan terlihat takut... cuek tapi waspada, jangan lihat kulitnya dan tahan napas coz gw bisa muntah, n jreengg.... gw hanya berjarak beberapa jengkal dari badannya. Senyum ndah!! senyum!! ayo ikut senyum!!!

Monday, January 21, 2008

I Forgot....

Beberapa pasangan saling menautkan jemarinya berjalan pelan menelusuri jalanan rindang dengan udaranya yang sejuk disebuah kebun luas kota Bogor. Tidak seperti pasangan lain yang mengumbar kemesraan, sepasang pria dan wanita (mencoba) berjalan santai dengan bahasa tubuh yang kikuk. Sang wanita menyimpan kedua tangannya kedalam saku jaketnya dan berusaha mati-matian membuat pembicaraan yang menarik, sang pria dengan ketenangan gunung es berkali-kali memainkan rokoknya tanpa pernah berani menyalakan didekat teman wanitanya. Ia ingin sekali bisa membalas setiap obrolan, tapi otak encernya selalu buntu dan menjadi beku setiap berhadapan dengannya... masih tetap sama seperti 10 - 15 tahun lalu ketika mereka berada disatu lingkungan yang mengharuskan setiap saat bertemu tapi tanpa sebuah pembicaraan. Terkadang... yang keluar dari mulutnya malah sebuah kesinisan menyakitkan, cukup menyakitkan hingga sang wanita terdiam sejenak meredakan emosi untuk kemudian dengan kekebalan hatinya memulai lagi pembicaraan.

Sang wanita mengeluarkan tangan kanannya dan mengarahkan telunjuknya ke arah jembatan gantung yang tidak jauh dari tempat mereka sekarang berjalan.
"Lo tau mitos jembatan gantung itu?"
tanpa menunggu jawaban ataupun sebuah anggukan dia melanjutkan ceritanya
"Setiap pasangan yang melewati jembatan merah itu ga' ada yang berani gandengan, bisa putus katanya. Dulu gw nantangin best friend gw, gw pengen persahabatan qt putus aja jadi kan qt bisa jadi pacaran hehehhee jadi gw minta dia nggandeng gw, eh dia ngga' mau malahan jalannya ngibrit ninggalin gw. Lo tau kenapa??"
sebuah pancing telah dilemparkan
"heh! dia ga' mau kan pacaran ma elo"
datar dan sinis
"ahh kalo itu mah udah pasti"
sebuah jawaban ringan dengan sebuah senyuman lebar tidak memperdulikan lirikan tajam dan senyum sinis yang selalu menghiasi ujung bibir sang pria setiap memberikan tanggapan atas ceritanya
"tapi yang pasti.... dia ga' bakal nggandeng gw, nggandeng tunangannya sekalipun... karena dia ikh - wan. Mana ada ikhwan nggandeng yang bukan muhrimnya?? Ga' perlu heran kalo gw punya temen baek seorang ikhwan, itung-itung gw nguji keimanan mereka. Ngerjain ikhwan tu lucu banget, pernah... temen ikhwan gw tantangin mboncengin gw & Nisa, boncengan betiga!!! kebayang ga' sihh muka tegangnya sewaktu temen yang laen dah pada ngabur ninggalin qt betiga. Bahkan tetangga kost-ku pindah kostan gara-gara sering gw kecengin. Ya ampyuuunnn... mereka tuh lucu banget kalo lagi sal-ting"

kembali sunyi dan sang wanita sepertinya sudah menyerah, ia melemparkan pandangannya ke pinggiran sungai dan berharap arus deras sungai sempur dapat menghanyutkannya dari tempat ini dan kepalanya menghantam batuan besar yang banyak terdapat di sepanjang aliran sungai sehingga dapat melupakan pertemuan sore ini bahkan kalo bisa menghapuskan semua hal tentang sosok pria dingin disampingnya. Jantungnya tersentak dan seketika berhenti berdetak ketika sebuah tangan meraih tangan kanannya dan menggenggamnya dengan erat. Mulutnya yang selalu penuh cerita tiba-tiba kelu, hanya mata kecilnya yang mencoba mencari jawaban pada wajah tanpa ekspresi dihadapannya.

Thursday, January 17, 2008

Harpitnas itu indah



Banyaknya harpitnas di tahun 2008 bikin weekend makin menyenangkan. Mungkin bagi perusahaan besar kalender tahun 2008 sangatlah menyebalkan karena begitu banyak tanggal merah di hari Selasa dan Kamis, dan beruntunglah gw ditempat terpencil ini yang mendapatkan harpitnas tanpa gangguan lembur. Tahun baru sebenernya pengen ngajak Babe Jimin tercintaH jalan-jalan ke rumah sodara yang tersebar jabotabek tapi berhubung Babe dah keburu pusing ngliat lalu lintas di sini akhirnya semua agenda dibatalkan, tanggal 30 dec babe mutusin pulang kampung menemui soang-bebek-mentok dan ayam kesayangannya. Jadilah tahun baru gw dilewatkan di kostan males kemana-mana. Melihat minggu ke-2 januari masih ada tanggal merah gw ngrayuin kakak n ponakan buat maen ke Bogor.... yuhuii berhasil!!! Sayang... tiba-tiba ponakanku mbatalin karena ada acara pensi dan baginya teramat sayang melewatkan popularitas gratis lewat band-nya.

Longweekend diisi dengan ngerayain ultah kakak yang dah telat 3 hari, hari berikutnya bermalas-malasan & nggosip (ya maklum lahhh lama ga' ngumpul), hari sabtu mengenalkan lingkungan kampus (yang langsung dicela karena jauh lebih bersih UI.. hiks....) dan rame-rame memanjakan diri ke salon. Bersama dengan kakak dan keluarga temen kakak gw yang dah seperti kakak ndiri dihari minggu qt jalan-jalan di kota Bogor, kemana lagi kalo bukan ke KBR (kebun raya Bogor) menikmati makan siang di BTM (Bogor Trade Mal) yang menyajikan pemandangan indah Gunung Salak (walopun sedikit tertutup awan mendung tapi masih cantik) dan nonton The Golden Compass (TGC). Sama sepertinya buku TGC, menurut gw film TGC-pun membosankan karena terlalu nanggung, kalo dikategorikan film untuk anak-anak TGC bukan sebuah petualangan yang seru dengan cerita ringan dan lucu tapi kalo dikategorikan film remaja/dewasa jelaslah tidak menegangkan. Beruntunglah 2 ponakan bawel semuanya senang. Perjalanan di Bogor dilanjutkan ke pusat jajanan asinan di Gedong Dalam Sukasari dan berakhir di Tajur, pusat tas yang mahal dan tidak menarik.

Awal bulan Februari sudah terlihat harpitnas dan bulan Maret bener-bener banjir tanggal merah. Februari gw dah di booking (ya ampyuunnn istilahnya!!) temen-temen sekolah buat ngumpul di Cikarang (hmm... ketemu my first luv ga' ya????). Walopun Maret banyak libur gw dah berjanji untuk tidak pulang kampung, ini semata-mata karena masalah keuangan karena sejak lebaran gw lum bisa nabung lagi ampe sekarang....hiks... padahal gw selalu merindukan rumah gw dan senja indah dibelakang rumah lengkap dengan piaraan babe. Semoga tidak ada godaan yang meruntuhkan niatku untuk berhemat (yang gw yakini selalu gw langgar)

Tuesday, January 15, 2008

When the happiness kiss u'r life

Sepertinya bulan Dzulhijah yang baru saja berganti dengan Muharram tanggal 10 Januari kemarin menyisakan kenangan manis buat temen dan sodara (ponakan) gw. Pernikahan dan kelahiran mewarnai akhir tahun 2007 dan awal tahun 2008. Diawali dengan pernikahan iman yang menjadi ajang reuni kecil-kecilan dari anggota ex_pesona kemudian pernikahan pak dhe Artho yang herannya ga' mengundang temen-temen ex_pesona (apa takut qt makannya banyak ya).

Kebahagiaan itu juga menjadi milik 2 ponakan gw, lia dan yitno di akhir tahun 2007. Lia yang baru aja wisuda dan belum ada kerjaan mutusin untuk segera menikah dengan eko temen sekampusnya. Yang menghibur dari pernikahan Lia & Eko adalah campur sari, lama banget ga' nyaksiin konser lagu-lagu Jawa yang diselingi dengan becandaan khas "Bawor". Bahkan setengah keping DVD gw pake buat ngerekam si cantik Niken dan teman-temannya menyanyi, menari dan bercanda. Hmm... ka'nya kalo keluarga gw ada acara asyik juga kalo ngundang mereka. Pernikahan Yitno dan Rina memilih hari yang agak nyleneh berdasarkan perhitungan orang kerja, "Selasa". Waduhh ini pasti make primbon. Gw dateng dari pagi bareng keluarga besar "meliput" acara akad nikah, setelah kenyang langsung pulang jadi ga' sempet ketemu ma temen ex_pesona yang pada dateng abis maghrib.

Awal tahun 2008 menjadi double moment, gimana ngga'... 3 orang temen mempunyai tanggal lahir yang sama dengan ponakan dan kakak gw. Priska, ponakan gw yang di Samarinda merayakan ulang tahunnya yang ke-18 dan secara bersamaan temen kuliah gw yang sekarang menetap di Cilacap dikaruniai seorang jagoan kecil... Selamat ya Yant... Senin pagi tanggal 7 januari disaat perut gw mules karena kebanyakan makan jeruk, Neneng di depok juga lagi mules. Bukan mules karena ngliat suaminya si ican boking tapi karena si baby dah mendesak pengen ngeliat dunia. Akhirnya bersama dengan ucapan selamat ulang tahun buat kakak, Mba' Sri gw juga menyambut bahagia kehadiran ponakan baru "Rifdatul 'Aisy Nafeeza".

Akhir tahun 1428H atau 9 Januari 2008 di hiasi dengan celoteh riang ponakanku di Purwokerto yang genap berusia 2 tahun. Seabreg hadiah membanjiri putri tunggal kakak tertuaku yang sangat bersyukur diusianya yang sudah 44 akhirnya dianugerahi putri cantik "Alma". Temen gw yang kerja di Semarang juga sedang berbahagia dengan pekerjaan barunya walo ga' dapet hadiah tapi seabreg do'a terkirim untuk Nuri yang sangat berharap di usinya yang ke 30 ini dia bisa dipertemukan Tuhan dengan jodoh yang sangat diharapkan hadir melengkapi hidupnya.

Selamat berbahagia prend!!! wish the happiness kiss my life too.....

Wednesday, January 9, 2008

Mengawali 2008 dengan...

Setumpuk resolusi, target dan rencana menghiasi awal tahun 2008. Gw juga pengen membuat daftarnya tapi kembali otak gw beku, beku oleh kemalasan yang merayapi di hari-hari terakhir tahun 2007. Semua hal yang biasanya gw lakuin dengan penuh semangat dan penuh cinta tiba-tiba menjadi sebuah hal yang membosankan. Keluarga ampe khawatir karena gw yang biasanya tiap hari berkomunikasi ngasih kabar ga' penting atau cuma pengen ndenger suara centil ponakan tiba-tiba sunyi senyap bahkan balas sms-pun enggak. Nulis di milis juga males, browsing-goggling-chatting-blogging yang biasanya mengisi hari-hari kerja juga gw lupain . Terus gw jadi rajin kerja dunx?? Ngga' juga..... kan ada game hehehe...

Entahlah... sepertinya gw sudah jenuh dengan semua aktivitas yang biasa gw lakuin. Ga' bagus juga kalo otak beku ka' gini, coz gw ngalamin kesulitan buat memahami buku yang gw baca. Susah banget buat mengingat apa yang udah gw baca, padahal biasanya gw selalu menceritakan buku yang gw baca lengkap dengan nama-nama tokohnya. Buku setipis "Midah" karya Eyang Pram aja gw kesulitan mengingatnya apalagi bukunya Robert Ludlum yang tuebel dan penuh percakapan, dan ini bener-bener record karena sudah seminggu gw baca "The Bourne Ultimatum" yang kurang dari 800 halaman ampe sekarang setengahnya aja belum kelar. What's wrong?????

Mungkin ini tanda-tanda ketuaan... pikirku, tapi seorang temen langsung menyalak
"Qt lum seuzur itu Ndah!!! QT hanya kesepian aja!"
Kesepian??? QT lo bilang?? Maksud lo, lo juga terserang penyakit yang sama?
Ho-oh, bahkan lebih parah... gw kadang ga' sering "blank" dalam sebuah pembicaraan, yahh jadi tulalit gitu dehh
Ada solusinya ga'??
Kalo gw dah nemu sekarang ini gw udah ceramahin elo solusinya.

Hmm.. apa bener yang dia bilang?? Gw cuma ngeliat akar permasalahannya di "semangat" ajah, mungkin kalo gw berguru dengan motivator hebat dan super itu penyakit gw bakal terobati.... mungkin...