Thursday, April 18, 2013

Luka, The Little Prince


Pangeran kecil ini bukanlah Pangeran dalam cerita The Little Prince atau Le Petit Prince. Pangeran kecil bernama Luka tidak bisa menjelajah jauh dari tempatnya, di usianya yang sudah 12 tahun Luka hanya terbaring di tempat tidur atau kursi roda, kemampuan terbesarnya adalah menggerakkan jari-jari kecilnya dengan lemah, dia menderita muscular dystrophy. Namun seperti juga sang Pangeran Kecil, Luka juga memiliki khayalan tinggi untuk melakukan hal-hal yang bisa dilakukan anak-anak pada umumnya.

Adalah Matej Peljhan seorang fotografer dari Slovenia yang membantu Luka mewujudkan impiannya. Tanpa tipuan digital, Matej membuat setting tempat sederhana berupa 2 lembar kain berwarna dan beberapa benda pendukung kemudian memposisikan Luka seolah dia sedang melakukan beragam aktivitas. Sebuah pekerjaan sederhana dengan impact yang luar biasa. Matej Peljhan telah memungkinkan Luka untuk mengeksplorasi dunia imajiner di mana Luka bisa menembak bola basket, memanjat tangga, menyelam, terbang bersama balon bahkan melakukan handstand.


Saya menyukai karya Matej bukan karena alasan kehebatan teknik fotografi yang saya sendiri memang tidak tahu, namun dengan fotonya Matej menyentuh sisi kemanusiaan dan membuat foto-foto Luka berbicara lebih dalam. Well done Matej!

Foto-foto lengkap bisa dilihat di dailymail.uk

Thursday, April 11, 2013

Buku Pertama Ndah, Wisata Hemat: Belitung

Tidak disangka tidak dinyana dan tidak diduga ada penerbit yang mampir ke blog panduan wisata versi ndahsaja khilaf meminta saya menulis buku panduan wisata. Awalnya saya ragu, apa benar tulisan saya yang acak adul di blog bisa diangkat dalam sebuah buku. Emang sih... kalo ngeliat fenomena buku-buku yang diangkat dari twitter bermodal banyak follower isinya biasa saja tapi bisa diterima banyak orang.

Tapi kan masalahnya:

  1. Tulisan saya tidak bagus: berbeda dengan blog yang gak perlu EYD dan segala macamnya menurut saya buku menuntut penulis yang memahami bagaimana merangkai kata menjadi kalimat indah dan meyakinkan
  2. Saya tidak punya follower melimpah ruah: di era socmed seperti sekarang ini, jumlah follower twitter sangat mempengaruhi promosi. Walaupun saya menulis blog perjalanan wisata tapi akun twitter ndahdien tidak berisi layaknya seorang traveler yang ramai mengabarkan rencana perjalanan wisata jauh jauh jauh hari, selalu posting foto saat di tempat wisata, bikin hestek #tripanu #tripini dan kemudian masukin dalam chirpstory.com. Ah saya memang tidak bakat menjual diri blog dan buku, saya syedih tuiiippss.....