Wednesday, February 21, 2007

Segitiga Duka - Segitiga Jaja

Kejadian ini merupakan satu dari sekian banyak duka yang di alami para budak-budak Cired, ups rendah amat sih kastanya. Ya...emang kayaknya kasta itu yang paling cocok dengan titel yang patut disandang struktur rendahan dalam perusahaan. Setelah mengawali hari dengan pertemuan yang mengesankan di Depag, gw, jeprong & bagonk meluncur ke TPSDP, coz di sore itu ada presentasi lumayan besar dari tim yang megang TPSDP. Ga ada firasat buruk kalo itu yang lo tanyain (pasti ngikut-ngikut pertanyaan "KHAS" reporter semua wartawan indonesia, ya kan.....HUH ga mutu!!) bahkan qt sempet mampir makan di PH dan jalan-jalan di Sarinah. Nyampe di TPSDP, gw & bagonk ga ikut masuk ruang rapat tp malah nongkrong di deket masjid sambil crita-crita ngalor ngidul tentang jeng putri (hihi....ditanggung gosip abizz).

Rombongan TPSDP keluar dengan muka-muka depresi tanpa bisa ditanya-tanya, dengan di angkut 2 mobil jeprong mengkomando qt untuk ke sturbuck. Gw yang lum tau masalahnya sih seneng-seneng aja, suit suittttt seharian makan enak....(khas orang kostan miskin yang bersandar pada mie). Setelah order, gw, jaja, anta si jenggot, jeprong, bagonk & zidong mengambil tempat di dalam di kursi deket pajangan tas-tas cantik yang bikin gw ngiler. Mulailah jeprong menumpahkan lahar panas yang sudah disimpan sejak selesai presentasi. Cacian dan makian mengalir deras melumat jaja dan anta sebagai PIC di TPSDP. Gw sebagai temen tentu aja berusaha ikut nelangsa seperti para terdakwa, okeh okeh...mungkin lu pada mikir koq bisa-bisanya gw mengatakan "berusaha" ga tulus banget sih!! Gimana gw ga bilang berusaha kalo ditengah-tengah omelan jeprong ada 2 bencong yang berlenggak lenggok sok mesra sliwar-sliwer didepan mata gw, alamak jannnnnn....ini dilema namanya! Tapi rupanya jeprong tidak membiarkan gw lama-lama berada dalam dilema,

"ndah, lo gantiin anta koordinir programer, anta konsentrasi ke report"

WAKS!!! kenapa gw selalu dapet yang ga enak gini, alasan project yang gw pegang dah overload apalagi dengan persiapan dua-duanya bakal survey ke beberapa daerah ga di gubris samasekali. yeahh...bozz always right. Maka bersama zidong (bertindak sopir), gw, jaja & anta meluncur ke depok dalam bisu. Jaja&anta yang pastinya pura-pura tidur walopun gw tau pikiran mereka ga pernah bisa tidur dan gw yang di depan mati-matian bikin pembicaraan yang menarik dengan orang paling diem di kantor. Jaja yang tidak lain tetangga kontrakan gw, ngajak gw berenti dulu di Simpangan jln Arif Rahman Hakim tempat keluarnya angkot depok. Duduk disitu mendengarkan kesedihannya, hilangnya rasa percaya diri dan juga kekesalannya membuat 1 jam serasa begitu singkat dan jam 12 malam terasa masih sore. Jaja mengibaratkan dirinya seperti pisang yang digilas ban mobil, diinjek-injek dan dikencingin....udah lembek makin ga berbentuk dan bau pula...ough!! nista banget!!! Gw sendiri ga bisa mengeluarkan kata-kata manis penuh bunga-bunga (tanpa kumbang) karena ga bakal nge-fek, gw cuma bilang
"mungkin saat ini lo ngrasa ini hari paling buruk, sedih dan sial, tapi cepat ato lambat qt akan menertawakan hari ini"
.....
memang.... dengan dibantu istri tercinta dan teman-teman gila di pesona, kesedihannya bisa terobati dan bener-bener jadi bahan becandaan. Bahkan sturbuck-pun dinobatkan sebagai "the worst place", pokoknya jangan bawa jaja ke sturbuck deh, ditanggung gantian dia yang marah-marah Gw&jaja menamakan tempat bersejarah itu dengan SEGITIGA DUKA, dan kalo gw jadi walikota depok gw bakal bikin tugu memoriam di simpangan itu dan menyediakan tempat duduk yang sapa tau bisa berguna buat jaja-jaja yang lain.

Jaja emang bisa pulih, tapi ada 1 temen qt yang ga pernah sama lagi, dan dia adalah anta si jenggot. Kayaknya dia ga pernah pulih dari tragedi sturbuck itu dan ga lama setelah itu dia resign, gw sendiri lost contact ma dia. Jadi kalo kalian melihat seorang cowok kurus, item, berjenggot tolong tanyain apa marganya ginting?? Karena bisa jadi dia anta, our beloved friend.

No comments:

Disini, untuk Sebuah Janji

Generasi masa kini mungkin telah memiliki pemikiran yang terbuka dalam mendefinisikan kewajiban anak kepada orang tua. Dari banyak opini di ...