Wednesday, July 8, 2015

Rezeki Terkadang Bisa Menjadi Ujian

Dengan semangat kerja yang menurun akibat tidak tercukupinya asupan kopi di pagi dan siang hari, saya berhasil melewati fase pertama dan kedua dengan amalan yang kalo disebutkan pasti akan menimbulkan twitwar berkepanjangan. Riya itu cukup dalam hal harta, aib dan dosa, kalo ibadah nanti berujung pada hujatan "ibadah koq pamer, cih!"

Menurut cerita guru ngaji, bulan Ramadhan dibagi dalam tiga fase. Fase pertama, yaitu 10 hari pertama adalah fase rahmat, 10 hari kedua atau pertengahan adalah fase maghfiroh atau pengampunan, serta fase ketiga atau 10 hari terakhir adalah fase pembebasan dari api neraka.

Rahmat terbesar di 10 hari pertama adalah kelahiran 3 kucing unyu anak-anak Snowy yang kami beri nama Ramadani, Ramadoni dan Ramadina. Cerita dramatisnya nanti saja kalo Sowy sudah siap tampil tanpa perut yang menggelambir.

Fase penuh ampunan saya lewati dengan biasa saja tanpa kejadian berkesan, tetapi saya justru dapat banyak rezeki dari teman-teman. Ada yang meminjamkan kartu kredit sehingga saya bisa mengganti Symbiansaurus, ada yang mbawain kue kering dan yang terbaru ada sebuah paket terbungkus amplop coklat di meja kerja. Ternyata amplop itu dikirim oleh dansapar yang sedang kursus melangsingkan betis di Southampton. Bukan Danang Saparince namanya kalo gak kirim hal yang luar biasa cetar membahenol, inilah kiriman tersebut:


Astaghfirullah!!
Kaos apaan ini?
Kenapa sablonannya hitam putih?!!

Mba Centil bilang, biar gw tidur berada dipeluk Mas Adam Levine, TOPLESS! Ini tentu saja merusak konsentrasi ibadah puasa yang sedang membara mengharapkan di 10 hari terakhir nanti dibebaskan dari api neraka. Gimana mau bebas kalo mas Adam Levine aja lebih milih di neraka? Duh mas.... sini sini ikut pengajian. Gak usah takut di cap JIN or JIL, yang penting gak suka nyinyir apalagi fitnah.

Yang lebih shock lagi, kirimin ini dikirim dulu ke Klaten habis itu baru deh mungkin adek/keluarganya yang kirim ke Bogor. Ya Rabb Ya Rahman Ya Ghaffaar .... Bejad banget akhlak gw di mata keluarganya. Padahal kan sebenernya.... ya emang gak bagus juga sih. Disitu kadang saya merasa ... KOTOOOR!!

Begitu sampai di kostan saya langsung cobain kaos buntung yang bahannya adem cocok banget buat tarawih 23 rakaat dengan bacaan 1 tarawih 1 juz tanpa AC. Reaksi temen-temen sudah bisa diduga, semua menutup mata sambil ngintip dan kecewa ternyata masih ada tangan yang menutupi. Komentarnya sama.... "Habis sudah amalan Mb Bul selama puasa ini". DHEG!

Ada yang nanya apa kaos ini akan saya bawa pulang saat mudik lebaran nanti? Sebenernya pengen sih, terus saya pakai saat arisan keluarga, jadi pertanyaan "kapan nikah" akan tergantikan oleh topik yang lebih "HOT". Tapi tentunya saya masih cukup waras untuk tidak merusak akhlak ponakan-ponakan saya dengan gambar "syur" ini, cukuplah mereka menikmati lagu-lagu Maroon 5 tapi kelakukan Mas Adam Levine gak boleh di contoh, tapi cukup dinikmati tantenya saja ;)

Makasih DanSapar sudah mengirimkan mas Adam Levine, terimakasih sudah mengirimkan kebahagiaan sekaligus kegalauan. Mungkin memang cukup dipakai buat tidur saja.
Peluk aku mas Adam, peluk akooh!!
#EH

1 comment:

melody.s said...

bagus artikelnya^^