Showing posts with label family. Show all posts
Showing posts with label family. Show all posts

Saturday, February 13, 2021

Disini, untuk Sebuah Janji


Generasi masa kini mungkin telah memiliki pemikiran yang terbuka dalam mendefinisikan kewajiban anak kepada orang tua. Dari banyak opini di media sosial, orang tua masa kini tidak lagi memberikan tuntutan kepada anaknya untuk "merawat orang tua". Dengan kemajuan pola pikir dan dukungan teknologi, orang tua bisa menghabiskan masa tuanya tanpa kehadiran anak-anaknya. 

Tapi hal ini berbeda dengan generasi orang tua kita, lebih tepatnya orang tuaku. Mereka selalu mengharapkan ada anak yang menemani mereka di masa tua.  Ketika Bapak masih ada, Ibu tidak mengalami kesepian. Semua pekerjaan dilakukan bersama, kunjungan kontrol ke RS menjadi sebuah ajang keluar rumah bersama dan bertemu dengan kawan-kawan berobat. Mereka bahkan sangat dekat, hingga ada anak kecil yang sangat lengket dengan Bapak. Waktu itu, kami, anak-anaknya sudah memikirkan siapa yang akan menemani Bapak dan Ibu? 

Monday, February 8, 2021

The Last Ride


Sabtu malam tanggal 20 Agustus 2016, kereta Taksaka mengantarkanku kembali ke Jakarta. Sebenarnya aku ingin pulang minggu malam, tapi sudah tidak ada tiket lagi. Malam itu kondisi Bapak agak menurun, tapi aku memiliki keyakinan hari Rabu sesuai jadwal RS, akan dilakukan pemeriksaan menyeluruh terkait kondisi paru-parunya. Aku hanya kembali ke Bogor untuk melakukan meeting hari Selasa, karena kami sedang mempersiapkan acara tingkat nasional. Aku tidak pernah menyangka, Sabtu malam itu adalah pertemuan terakhirku dengan Bapak. 

Bapak masuk RS pada tanggal 12 Agustus 2016, keluhannya bukan karena Jantung tapi karena sesak dan lemas. Sudah beberapa tahun belakangan, setiap 2 minggu Bapak kontrol Jantung selain itu juga memilki keluhan yang menurut dokter spesialis penyakit dalam dikarenakan asam lambung. Aku sudah beberapa kali menyarankan pindah dokter spesialis, karena menurutku sangat aneh, asam lambung tidak kunjung sembuh tetapi tidak dilakukan endoscopy. Tapi karena faktor kemudahan dan kedekatan lokasi RS, Bapak tetap kontrol di tempat yang sama. Kakakku yang di Samarinda dan Parung pulang terlebih dahulu pada, aku diminta nanti saja untuk gantian jaga.

Tuesday, January 19, 2016

From Aunty with Love (Kegelisahan Tante terhadap Ponakan)

- karena (mungkin) tulisan lebih mengena daripada ucapan berbusa-busa -


Dear Ponakanku Sayang,

Tak terasa kamu telah memasuki usia belasan tahun, masa remaja, begitu kami dulu menyebutnya atau masa 4L4Y istilah saat ini. Kamu bukan lagi anak-anak yang menangis ketika tidak ada Mbah/Tante menemanimu dikelas, juga bukan lagi anak-anak yang tidak mau ditinggal saat Bapak/Ibu pergi. Namun di usiamu saat ini, kamu belum cukup dewasa untuk berpikir berat tentang masa depanmu, akan kerja dimana kamu kelak, akan semewah apa pesta pernikahanmu nanti. 

Kamu baru mengenal cinta yang membuatmu berbunga-bunga. Kamu baru menemukan sahabat tempatmu curhat. Kamu menemukan ikatan baru setelah sebelumnya hanya mengenal ikatan keluarga. Tentu tidak mudah bagi orang tua, kakak, tante, om, mbah, untuk memahami apa yang kamu lakukan dan apa yang kamu mau. Walaupun kami semua pernah melewati masa remaja, namun masa remaja kami sangat berbeda dengan masa remaja mu yang penuh keterbukaan di era social media seperti saat ini. 

Ada ketakutan dari kami generasi tua ketika kamu terlalu aktif di social media, semua cerita kamu bagi. Ada kecemburan dari kami yang selama ini mendampingimu, ketika kamu mengungkapkan rasa sayang terhadap pacar, #sebulanjadian, #delapanbulantetapsayang, namun tidak pernah mengungkapkan rasa sayang terhadap kami bahkan melupakan hari ulang tahun kami. Kami belum siap menerima kenyataan bahwa kehadiran kami tidak lagi penting dalam hidupmu.

Friday, March 14, 2014

Ibu, I love you

Dia anak desa, putri seorang petani dan penjual kembang. Pada masanya, lulus sekolah menengah pertama sudah cukup, walaupun sebenarnya dia ingin sekali sekolah guru atau sekolah perawat. Mendengarkan ceritanya saat sekolah adalah hal yang sangat menyegarkan. Tidak mengherankan bibit jahil, iseng, cerewet, hiperaktif menurun kepada anak-anaknya.

Dia istri seorang prajurit dengan pangkat rendah. Membesarkan 5 orang anak tanpa dukungan penuh suami yang sering ditugaskan membutuhkan tenaga yang luar biasa besar. Bukan hanya mendidik anak-anak tapi dia juga membantu perekonomian keluarga seperti juga yang dicontohkan ibunya, berjualan kembang. Setiap senin wage dan kamis wage saat mentari pagi baru saja mengintip anaknya akan mendapat tugas mengantarkan dagangan ke pasar. Tugas turun temurun dari yang tertua hingga pada si bungsu.

Dia wanita yang terkenal, orang pasar mengenalnya sebagi penjual kembang, tetangga mengenalnya sebagai wanita penggerak PKK, partai mengenalnya sebagai kader partau kuning, organisasi mengenalnya sebagai ibu PERIP. Hampir semua mengenalnya sebagai orang yang luwes berbicara dan banyak yang menduganya sebagai istri judes, ibu cerewet dan mertua galak.

Wednesday, September 10, 2008

Ndah Lagi Kangen

Membaca tulisan mba' endang disalah satu rumahnya membangkitkan rasa kangenku pada satu orang yang sangat aku cintai. Kenangan pada seseorang yang pertama hadir dalam kehidupanku, aq mulai mengenal dongeng si-kancil dari mulut manisnya, aku mulai mengenal huruf dan angka, menyanyi, menaiki sepeda semua dari kesabarannya. Hari pertamaku sekolah di TK, SD dan SMP juga bersamanya. Yahhh she's my mom! My Super Mom!!

Seperti kebiasaan kecilku yang selalu mau ikut siapapun keluargaku yang pergi (that's why panggilan kecilku adalah "gondel" dari kata "nggondel"/ngikutin") pagi itu Ndah kecil (4 tahun) ngeyel ikut mas-ku yang usianya 14 tahun lebih tua dariku pergi kerumah temennya. Dengan setelan trining warna hijau berpelet kuning hadiah dari juragan konveksi tetangga rumah aq diboncengin mas-ku. Sepulang dari rumah temennya kita nglewatin Pasar Kemit, sebuah pasar tradisional yang sangat terkenal dikampungku (halah info ga' penting!!). Diantara segerombolan orang di pasar itu aku ngliat ibuku, waktu itu sih aq cuma ngasih tau mas-ku dengan kegembiraan khas anak kecil
"Mas... itu ibu!!" dan berteriak memanggilnya "IBUUUU" dan tentu aja ibuku ga' denger

Sesampai dirumah aq maen sendiri, baru beberapa menit dah mulai merasa bosan dan mulailah merengek ke mas-ku minta dianter ke pasar. Tentu aja mas-ku ga' mau karena awalnya emang aq milih ikut mas-ku, senjata pamungkaspun keluar... mewek. Dengan teganya mas-ku ngunci semua pintu keluar dan dengan santainya masuk kamar mainin gitar fales-nya.. Aq dicuekin.. WHOAAA....

Tangisanku makin kenceng, sedih banget "dirumah - nangis - sendiri". Aq kan cuma pengen ketemu Ibu, cuma pengen megang roknya, cuma pengen digandeng tangannya, cuma pengen denger suaranya, cuma pengen dideketnya... Ga' peduli 1 jam lagi mungkin dia sudah pulang, ga' peduli nanti siang aq maen lagi dengannya, ga' peduli entar malem ndesel lagi diperutnya yang hangat aq cuma mau saat itu aq ada bersamanya. Herannya... sebegitu pengennya keluar aq ampe naik-naik teralis jendela (douhh emang dah heboh dari kecil).

Jadi buat ibu-ibu yang keheranan dengan kelakuan anak kecilnya yang pada satu kesempatan tiba-tiba nangis guling-guling pengen ketemu padahal baru ditinggal 5 menit, semoga cerita ini bisa menjelaskan bahwa kerinduan itu bisa hadir kapan saja dan kebutuhan sikecil akan kehadiran Ibu sangatlah besar. Bahkan ketika beranjak remaja dan dewasa alias setua ini:D, gw yang berjauhan dengan Ibu sering sekali dilanda kerinduan. Seperti saat ini, seiring makin dekatnya hari raya Idul Fitri semakin tidak sabar saja untuk pulang kampung, mencium pipinya dan merasakan hangat pelukannya. Mbooookkk aq kangennn.....

Thursday, May 15, 2008

Oleh-Oleh Pulang Kampung (Ponakan Kecilku)

Pernahkan mencoba memukul ayahanda yang lagi tiduran dengan sangat sengaja menggunakan benda keras?? Silahkan mencoba kalo mau di timpuk balik atau kena semprot karena tidak ngajeni orang tua.

Berbeda dengan apa yang orang dewasa ketika melakukan kesalahan atau mbedal tatakrama, semua tingkah polah anak-anak terutama balita akan menjadi lucu dan menyenangkan. Itu pula yang gw lihat dari tingkah polah ponakan-ponakan kecilku. Alma, ponakan gw yang paling kecil (2 thn 4 bln) aktivnya ga' ketulungan bahkan jam tidurnya dah hampir nyaingin tantenya yang selalu lewat jam 11. Gw dah cari-cari batrenya karena tombol power sepertinya dah soak buat menghentikan sejenak aktivitasnya, tapi ternyata dia masih punya UPS Untunglah gw masih punya ponakan yang anteng dan kalem ka' Tia yang setahun lebih tua dari Alma, saking antengnya perlu proses lama membuatnya ekspresif didepan kamera. Sedangkan Intan yang tanggal 20 nanti genap 6 tahun sudah lebih mandiri (mandi-dandan sendiri) walopun tetap belum bisa mengganti botol susu dengan gelas.

Anak-anak emang lucu, ketika orang dewasa di omelin karena bikin keributan di sebuah acara maka anak-anak bisa dengan leluasa tiduran guling-guling di tengah arena atau mecahin gelas. Kalo dilarang atau di tegur mereka udah langsung ngambek dengan senjata utama tangisan yang melengking, dimana jika orang dewasa yang melakukannya maka siap-siap di pasung sebelum akhirnya di antar ke RSJ, tapi jika mereka yang melakukannya maka beberapa pasang tangan siap menggendong dan mencarikannya hiburan... biasanya monyet akan sangat membantu menghentikan tangisannya. Kalo orang dewasa berusaha menghindari tampang jelek saat di foto anak kecil dengan bangganya menunjukkan bibir monyongnya atau giginya yang rusak. Bagi orang dewasa jangan coba-coba berpose bugil karena akan diarak keliling kampung atau rumahnya dilemparin telur busuk dan begitu menyebar ke internet akan di jewer sama pak M.Nuh (tapi di donlud rame-rame pria-pria tak beriman & sedikit beriman hihiiiii) sedangkan foto bugil anak-anak bebas dicetak dan diedarkan oleh keluarganya (tante yang baek bersifat preventive terhadap kaum pedophilia). Gw ga' ngerasa khawatir sewaktu Intan berebut maenan sampai akhrinya guling-guling ma Ilham temen sekelasnya, tapi gw bakal khawatir dan pasti marah-marah kalo ngliat ponakan gw yang dah 17 tahun melakukan hal itu dengan pacarnya (khawatir dilangkahin ponakan kali yeeeee....). Mereka kadang belagak dewasa dengan menjadi dokter, guru, engineer, atau pahlawan kemerdekaan dalam sebuah karnaval dan semua orang menyambutnya dengan suka cita disepanjang jalan bahkan disaat baju yang dipakenya kedodoran atau make-upnya luntur oleh keringat, dan semua berkata... lucunya... dan ketika orang dewasa belagak anak kecil dengan pakaian TK atau SD orang-orang akan menyambutnya sambil bernyanyi .. orang gilaaa... orang gilaaa.... Suara gendumbrengan ga' beraturan juga dimaklumin karena mereka masih kecil, buat orang dewasa siap-siap aja dilempar bakiak.

Tapi anak-anak juga pengen cepet dewasa dengan alesan yang lucu. Ponakan gw yang dah pengen cepet gedhe adalah Fadly dan Intan. Fadly (8 tahun) pengen jadi pemaen sepakbola di Chelsea (tentu saja gw dukung banget) dan yang mengejutkan adalah alesan dari Intan... pengen punya nenen (alias... waduhh mo nyebutnya aja mualuww... breast) wuakakakakk

Wednesday, April 30, 2008

I'm Going Home (pulang kampung)

Tante pulang tanggal 2 aja Lho.. intan kan ultahnya tanggal 20, nanti qt rayain bareng-bareng lagi Dulu kan udah pernah Emang tanggal 2 ada apa? Intan mau drumband, nanti tante yang foto-foto ya O gituu..

Berawal dari sebab musabab itulah rencana gw buat pulang di long weekend 17 - 20 May dipercepat demi memenuhi permintaan ponakan tercintaH. Tahun lalu gw pulang sewaktu ultahnya yang juga kebetulan long weekend, tapi tahun ini intan ga' minta gw pulang pas ultahnya. Selalu menjadi kebahagiaan yang tak terukur ketika ponakan-ponakan gw yang berjumlah 8 biji itu minta perhatian dari tante yang baek hati, tidak sombong, rajin menabung (di mall) dan belum laku ini. Apalagi ketika mendengar teriakan-teriakan girang mereka setelah denger tanggal berapa gw pulang, langsung aja mereka mendaftar untuk menjemput tantenya walopun tentu saja gw yang akan menjemput mereka ditempat tidur karena nyampe rumah biasanya sekitar jam 3 pagi.

Walopun era komunikasi sudah teramat mudah tapi kebutuhan untuk bersentuhan langsung, mencium aroma tubuh, getaran perasaan yang ditimbulkan ketika berinteraksi baik marah, kesel, seneng, konyol tetap tidak dapat tergantikan lewat telephone ataupun email. Kami memang dari kecil di didik untuk saling memperhatikan dan membiasakan diri bersilaturahmi. Masih terekam jelas dalam ingatan gw sewaktu gw meringis kesakitan karena pantat yang hanya diberi alas kain tipis beradu dengan boncengan sepeda ketika harus melewati jalanan berbatu ke Klapagada, Grenggeng dan Caruban. Dengan kaki terikat agar kaki mungil (dan bau) gw tidak masuk ke roda, sepeda kami berombongan mengunjungi pak dhe, budhe, mbah putri atau temen-temen sebatalyon babe. Perjalanan terjauh dimasa kecil gw selalu ke arah timur, surabaya dan solo yang tentu saja hanya dengan kereta ekonomi dimana babe dapat potongan harga. Hal seperti itu yang pengen selalu kami pertahankan, mengenalkan junior-junior baru dengan seabreg saudara plus temen ortu dan menumbuhkan ikatan persaudaraan yang lebih kuat. Kalo dijaman dulu yang serba terbatas saja selalu menyempatkan diri untuk saling berkunjung sekarang harus lebih gethol dunx... sayang bejibun kesibukan terkadang menjadi penghalang.

Friday, December 28, 2007

Suka Duka Liburan Akhir Tahun

Liburan gw kemarin jauh sekali dari rencana yang dah gw siapin, gw pikir bisa nyusur pantai selatan dari Pantai Petanahan-Pantai Suwuk-Pantai Karangbolong-Pantai Logending (ayah), bisa maen ke purwokerto ngasih surprise buat temen yang ulang tahun tanggal 23 dan bisa nengokin ponakan baru dar temenku yang melahirkan 28 november kemarin. Tapi ternyata tukang ojek-ku ga' jadi pulang karena ada pelatihan sampai tgl 20 dan ternyata juga banyak sodara yang nikah dan kudu wajib hadir.

Hujan deras yang mengguyur Jakarta Rabu 19 dec membuat laju bis tersendat-sendat sehingga nyampe rumah 2 jam lebih lama, beruntung gw masih bisa ikut sholat Ied. Cuaca sangat cerah sehingga gw bisa maen nengokin kontrakan baru si Kunyuk sambil nganterin gulai kambing yang tentu saja hasil masakah kakak. Hari Jum'at kami berencana melakukan kurban di rumah semuanya sudah dipersiapkan sampai sebuah sms berisi berita duka masuk HP babe jam 10 malam, kakak ipar babe alias budhe meninggal. Innalilahiwainailaihi roji'un.... gw bisa ngeliat duka yang mendalam di mata babe sewaktu gw mbangunin beliau dan menyampaikan kabar duka ini. Gw sendiri menyesal sekali belum sempat nengokin, karena kabar yang kami terima budhe sudah membaik sehingga kami baru merencanakan hari sabtu sore akan menjenguk kerumahnya di Sruweng dan selanjutnya menginap di Bocor - Kebumen untuk menghadiri pernikahan sodara. Hujan turun sangat deras malam itu begitu juga pagi harinya sehingga rencana dateng jam 6 molor satu jam sekalian melihat prosesi pemotongan kambing terlebih dahulu. Karena menunggu anak-anaknya yang di Jakarta acara pemakaman baru dilaksanakan jam 1. Sampai kematian budhe kami tidak tahu apa penyakit yang dideritanya, 4 dokter ahli dari THT sampai psikiater di RS Sardjito Jogja tidak ada yang berhasil mengidentifikasi penyakit apa yang menyerang budhe satu bulan ini yang menyebabkan beliau tidak bisa menelan. Gw cuma bisa berharap budheku yang cantik dan bersahaja itu dapat diampuni segala dosa dan kesalahannya serta diterima amal baiknya sehingga dapat beristirahat dengan tenang menemani suaminya yang pada bulan maret tahun depan genap 3 tahun.

Thursday, October 25, 2007

Transformasi Budaya Silaturahmi

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1428 H
Minal Aidzin Wal Faidzin
Mohon Maaf Lahir dan Batin

Apa ada yang masih sakit perut gara-gara menghujani perut dengan sirup dan tape?? Menurut kabar berita Rumah sakit dan Puskesmas penuh pasien diare, apa anda termasuk yang merepotkan para dokter?? Lha wong perut masih terbawa suasana puasa koq ya di hajar sebegitu kejamnya sih, mbo' yao pelan-pelan, kalo bisa malah ikut puasa syawal. Rekor puasa syawal gw cukup menyedihkan, karena godaan kue lebaran yang mana tahannnn, apalagi tahun ini harus bayar utang puasa yang buanyak jumlahnya dan baru di cicil 1 (halahh... )

Seperti juga tahun-tahun kemarin, lebaran tahun inipun kakak gw yang ada di Samarinda tidak bisa berkumpul berebut opor menthok menu pembuka lebaran pertama. Walopun sepanjang malam takbiran bertelfon ria dengan ponakan-ponakan yang cerewet bahkan di pagi harinya masih bersambung dengan acara bermaafan satu per satu dengan diiringi airmata dan di malam harinya masih aja kembali bergosip (douh douhhhhh pantesan provider telfon makmur jibar-jibur) tetep aja berasa kurang... karena nda' bisa njiwit, nguwes-nguwes rambut awut-awutan fadly, rebutan guling atau rebutan kepala menthok yang cuma ada 2. Tapi lumayan bersyukur juga mereka ga' pulang, karena air sumur sedang mengalami krisis. Sumber air di musim kemarau sepertinya kurang mendukung kebutuhan mandi dan cucian menggunung dari 14 penghuni rumahku apalagi 3 diantaranya balita yang masih demen ngompol.

Hari pertama lebaran setelah bersilaturahmi di masjid RW, hampir seluruh warga di RT-ku berkumpul di mushola untuk bersalam-salaman dan menikmati bersama nasi kenduri di atas nampan. Sudah 4 lebaran ini kami menjalani prosesi silaturahmi di Mushola, dari sisi waktu jelas lebih efektif karena dalam waktu +/- 1.5 jam kita dah bisa bertemu dengan semua warga RT. Silaturahmi dengan berkumpul di satu tempat juga sudah menjadi kebiasaan keluarga besar Mbah Madusman, keluarga dari ibu yang jumlahnya ratusan, bahkan saking produktivnya keluarga ini bereproduksi gw dah jadi seorang nenek dengan cucu berjumlah hampir 15 orang dan yang tertua sudah kelas 3 SMP (kakek-nya aja lum ada ssghh..... ). Sebelum Mbah Putri meninggal, walaupun ada acara silaturahmi setiap keluarga tetap saling mengunjungi terutama ke rumah dimana Mbah Putri memilih tinggal. Sejak meninggalnya Mbah Putri 4 tahun lalu kebiasaan saling mengunjungi mulai luntur, hampir semuanya memilih bertemu saja di Lebaran hari ke-3 jadual tetap acara silaturahmi keluarga. Sedangkan dari keluarga Bapak berhubung beliau sekarang menjadi yang tertua 2 keluarga adik Bapak dipastikan selalu datang dan 2 lainnya hanya kadang-kadang aja karena mereka sudah berbeda keyakinan.

Sebagai orang yang doyan maen gw selalu ngerasa kurang sreg dengan perubahan ini, karena hanya moment lebaran yang menurut gw waktu paling efektif untuk saling berkumpul dan berbagi cerita. Ketika berkumpul dengan jumlah orang yang begitu banyak dan waktu yang begitu singkat semua cerita hanya basa-basi saja dan teramat susah mengingat kabar-kabar tetangga ato saudara sehingga yang keluar biasanya pertanyaan yang itu-itu saja
Sekarang kerja dimana?
Anaknya berapa?
Kapan Nikahnya?

Berbeda ketika qt berkunjung ke rumah temen/saudara, beranekaragam cerita bisa qt bagi dan kedekatan batin juga lebih berasa. Tapi alesan kerepotan membawa anak sering menjadi senjata pamungkas keengganan untuk saling berkunjung.

Tahun ini gw sangat bersyukur karena tidak terserang flue berat seperti tahun lalu dan walopun tidak lagi punya tukang ojek berbekal kenekatan gw jalan sendiri ke rumah temen-temen sekolah dan keisengan sms berbuah pertemuan dengan 3 temen yang dah 11 tahun ga' ketemu. Seneng banget waktu mereka juga nrima undangan gw buat maen ke rumah. Sedangkan dengan temen kuliah seperti biasa juga tidak bisa bertemu, gw emang setiap lebaran ga' maen ke purwokerto, purwokerto selalu gw agendakan di saat ngambil cuti ka' bulan May kemarin. Tapi diujung libur gw masih bisa nyempetin maen ke Maos nengokin "Inseptia Raisya Romadhona" junior baru KUMATAN. Gw seneng berkumpul (bersilaturahmi) dan gw selalu ingin kesenangan gw untuk maen tidak akan luntur walopun nantinya dipercaya Tuhan memiliki keluarga. Semoga semangat saling berkunjung temen n sodara gw juga bisa membara lagi sehingga silaturahmi bukan hanya ajang salaman dan basa-basi, semoga qt masih bertemu lagi dengan Idul Fitri tahun-tahun berikutnya....

Tuesday, October 9, 2007

Kue Lebaran

Beberapa hari ini aroma kue kering mulai tercium dari dapur-dapur tetangga, hiks... bikin pengen cepet pulang. Ah lebaran emang selalu ngangenin! Tapi, Rabu besok gw juga dah bersiap menuju desa Grenggeng tercintaH, mendapatkan ciuman simbok tersayang dan terbenam dipelukan babe sampe sesek nafas kegencet perutnya yang super buncit. Ada yang gw khawatirin di lebaran kali ini, entah kenapa mba'ku yang biasanya rajin bikin kue lagi terserang virus males. Tiap kali di telfon selalu bilang males, mungkin karena dah budheg dengan pertanyaan gw yang itu-itu aja minggu kemarin dia nelfon
"Ndah, qt lagi bikin kue nih"
"Nah gitu dunx, masa' lebaran mejanya kosong"
"Tenang, Mb' Ndang n Ryan juga lagi disini mbantuin"
"Mo bikin kue apa aja?"
"Tau nih, wong baru beli terigu 2 kuintal"

"Telor 3 ton"

"Sekarang lagi bikin telur gabus buat lo doanx, 1/4 kg aja ya"

Menyebalkan sekali, lebaran dah di depan mata lum belanja apa-apa... whoaaa kemana nastar, castengles n telur gabus kesukaanku??? Jangan percaya kuintal dan ton-nya, coz itu sebenernya itungan kilo doanx.

Sewaktu kecil dulu, hari-hari terakhir puasa adalah saat-saat melelahkan, karena beraneka macam kue dengan toples ukuran jumbo siap di 2 meja dan masih ada stok satu lemari penuh. Sodara yang dateng biasanya di bawain kue-kue yang udah dibungkus plastik, beberapa tahun belakangan ini kebiasaan itu sudah memudar. Namun ingatan gw pada kue disajikan di meja ga' bakal lupa, ini dia kue yang pernah &/ masih bertahan di meja:
  1. Kacang Bawang dan kacang kucing; kacang bawang menjadi sajian wajib yang tak lekang oleh waktu mungkin karena rasanya yang gurih sehingga menjadi cemilan favorit, sedangkan kacang kucing mungkin karena terbalut tepung dan telor jadi cepet bikin enegh.
  2. Sale Pisang; dulu jadi favorit tamu tapi prosesnya yang lama dan sangat tergantung matahari membuatnya tersingkir
  3. Sagon; bentuknya segi empat dan tipis berwarna putih tapi gw lebih suka yang gosong. dengan alesan repot Sagon di sub count ke tetangga tapi dah 2 tahun ini lenyap dari meja
  4. Ceker bebek; namanya aneh mungkin itu cuma nama di daerah gw ajah, rasanya manis-gurih karena terbuat dari adonan tepung-telur-santan-gula-mentega di-uleni lalu di gulung memanjang ka' cacing terus dibuat ka' logo Aids. kenapa disebut ceker bebek (kaki bebek)?? karena dibagian lengkungannya dibuat 2 irisan sehingga bentuk akhirnya ka' ceker lalu tinggal di goreng deh. Tidak lagi ada di meja, tapi ibu slalu nyediain khusus buat ade' sepupu gw yang demen banget kue ini.
  5. Satu; Satu bikinan ibu ga' pernah seenak bikinan mertuanya (mbah putri) makanya walopun di meja ada tapi itu hasil import dari rumah mbah putri. sejak mbah putri meninggal Satu di import dari Pak Lik, inipun terbatas cuma buat 2 kakakku yang maniak banget ma satu.
  6. Kue Bawang; alat untuk membuat kue bawang kalo ga' salah bernama Ampia mahalnya ga' ketulungan makanya ibuku ngakalin dengan menindas adonan yang dibuat segede bakso dengan botol lalu di iris manual dengan pisau. sejak dibeliin ampia ma menantu mo bikin kue bawang 2 kg juga ga' protes:)
  7. Kriyikan: Sriping pisang dan emping; pisang yang di pilih hanya dari pisang kepok yang terkenal enak, tapi pisang kepok cuma bisa tumbuh di pekarangan babe yang jaraknya jauh banget dari rumah. jadi tinggal nunggu mood babe aja, mau engga' nengokin kebunnya. Sedangkan emping lebih memungkinkan kehadirannya karena tinggal beli di pasar.
  8. Tape; orang-orang bilang tape ketan bikinan simbok pualing uenak jadi sepertinya demi mempertahankan sanjungan tetangga simbok bakal selalu bikin.
  9. Kue-kue kering: nastar, putri salju, castengles, lidah kucing dll; cuma nastar yang kehadirannya selalu bisa diharapkan tiap tahun
  10. Kue kreasi mba'ku: beng-beng, gud-time, tim-tam; tentu aja cuma mirip-mirip doanx ma' aslinya tapi ponakan-ponakan pada suka banget jadi mereka siap jadi tenaga sukarela kalo dah menyangkut kue favoritnya.
  11. Khong Guan dan Nissin; Sudah jelas ini bikinan pabrik yang fungsinya menambah cantik sajian di meja. khong guan dulu keren banget, qt slalu berebut membukanya karena ngincer wafer yang jumlahnya sangat terbatas, sekarang mereka dah tergantikan arnott, tanggo, monde atopun astor.
Apa gw akan menemui kue-kue enak itu lebaran nanti?? Untuk jaga-jaga, gimana kalo sodara-sodara tercintaH mengirimkan bingkisan lebaran berupa kue bikinan sendiri, ga' kena penyakit males ka' mba'yuku iku to??? Plz.......

Tuesday, September 4, 2007

I'm on your back

"Dia pikir nikah tu gampang apa?? Belum juga dapat kerjaan yang mantap dah keburu pengen nikah aja"
"Gw juga heran, ade' lo koq pengen nikah ka' anak kecil pengen permen aja. Pokoknya pengen ya harus dapet, sayang banget kan sampe ninggalin kerjaan tanpa pamit pula"
"Aq juga malu ama sodara yang dah banyak bantuin dia nyari kerjaan di Jakarta. Ini make acara ngabur segala. Ah masa bodo dah!! Mo nikah mo ngabur gw ga' peduli lagi!"
"Lo ga' bisa gitu dunx.. dia kan..."
"Pokoknya aq ga' peduli, ter-se-rah! Aq ga' mau ngurusin, ga' mau peduli, ga' mau pulang, ga' mau dateng ke acara nikahannya. Dan Kamu ga' usah repot-repot nasehatin aq, aq cuma lg pengen curhat aja"
"Ya udah kalo gitu. Eh 2 minggu lg gw ada acara di Surabaya lho, ntar gw mampir deh ke Malang, dah kangen ma Batu"
"Harus mampir itu, awas kalo sampai ga' nengokin aq, nginep Malang aja ya! Acara di Surabaya berapa hari?"


Pembicaraan gw dengan sepupu gw yang berprofesi sebagai playboy akhirnya berganti topik-topik ringan seputar kegiatan qt masing-masing dan mengendapkan sejenak permasalah ade' perempuannya yang tiba-tiba minta nikah (bukan karena MBA koq). Dan seperti yang dah gw janjiin, selesai acara gw langsung check out Jum'at malem ke rumah budhe dulu di Darmorejo dan melanjutkan ke Malang di Sabtu siangnya. Gw emang suka banget dengan dinginnya udara Malang, setiap ada kesempatan ke Surabaya tidak bisa tidak Malang selalu menjadi satu paket yang ga' boleh dipisahin. Menikmati dinginnya udara di Malang dengan sengatan mataharinya yang panas dan kering serta suasananya yang tidak serame daerah puncak Bogor selalu bisa membuang kepenatan kerja. Apalagi waktu itu gw juga lagi ada masalah dengan hati, jadi mencuri waktu liburan ke Malang menjadi berkah tersendiri (psstt...padahal di waktu yang sama temen-temen dikantor lum pada pulang karena harus nyiapin presentasi untuk hari Senin).

"Masih tetep ga' mau pulang?"
"Menurutmu gimana?"
"Kalopun lo marah ama ade'mu, gw yakin lo ga' mau nyakitin hati Ibu. Kasian Ibu kalo harus mikirin ini sendirian, bantulah beliau, cuma elo yang bisa diandelin. Gw tau karakter kakak lo yang lain, keras kepalanya ga' ketulungan."
"Wajar dunx qt marah, bocah baru kemarin sore dah mau nikah aja. Ga' mau ndengerin saran siapapun, modal nikah aja lum ada trus ntar kalo dah nikah mo makan apa, masih mo nebeng orang tua. Sayang kan dah kuliah ngabisin biaya banyak, sekarang bukannya nyari kerjaan dulu eee malah ngebet nikah, dah gitu suaminya cuma penjaga toko, ya ampuunnn bego banget sih ade' ku itu!"
"Mau gimana lagi, daripada di larang malah entar larinya ke hal yang negatif kan lebih baik di restui aja, ikuti kemauannya dan dukung keputusannya"
"Kasian orang tua ku ya Ndah, dah ngorbanin semuanya untuk kemajuan anak-anaknya, sampai sekarang lum ada satupun yang bisa membuat mereka bangga, malahan qt nambah masalah melulu"
"Makanya...buruan selesein dunx kuliahnya, dah tau kasian tapi lo juga sama aja, nyante-nyante aja. Liat dunx gw dah kerja ee... koq malah yang tua-an masih aja kuliah"

"Plak! Gw takut Ndah, setelah nikah ade' gw ga' bahagia"
"Apa yang qt tahu arti sebuah kebahagiaan dari orang lain. Gw dulu juga mengukur kebahagiaan pernikahan kakak-kakak gw dari kacamata gw ajah. Gw sampe marahan ama kakak ipar karena gw nganggep dia justru menyusahkan, tapi gw akhirnya sadar ketika mas-ku begitu bersemangat walopun sering sakit gara-gara harus menempuh Purwokerto-Surabaya buat nemuin istrinya yang belum juga mau pindah kerja ke Purwokerto, ternyata kebahagiaannya tidak seperti bayangan gw. Dia bahagia meskipun cape', dia bahagia walopun tidak selalu bertemu istrinya dan gw-pun akhirnya ngerti ukuran kebahagiaan tiap orang itu berbeda-beda walopun itu sodara kandung sendiri yang qt pikir qt tahu segalanya tentang dia."
"Kenapa sih lo selalu lebih dewasa??" dan selalu saja selalu hidung pesek gw jadi sasarannya
"Itu karena otak gw dipake buat belajar dari pengalaman. Lo sih kesibukan ngoleksi ce'!"
"..... Jadi menurutmu, aq musti pulang?"
"Yup! Ade' lo dah mengambil keputusan untuk masa depannya. Mungkin lo dah ga' bisa lagi mengarahkannya, sekarang lo tinggal mendukungnya. Semoga aja dia bisa meraih kebahagiaan seperti yang diharapkannya, kalopun engga' ... lo sebagai sodaranya akan membantunya keluar dari masalahnya. Kemarin lo cuma emosi aja, gw yakin lo ga' akan setega itu ma ade' lo"

Sepupu gw cuma terdiam, menyalakan kembali rokoknya dan bermain dengan pikirannya sendiri sementara gw tersentak baca sms yang sedari tadi gw cuekin

"lo ambil penerbangan jam brapa?? Jgn ampe ada yang ketinggalan (lagi) ya! Apalagi oleh-olehnya, qt semua menunggumu dikantor dengan suka cita. Ga' da yg boleh pulang bo', lembur till Monday Morning"


"Akan aq pikirin lagi..... ga' tega juga ama Ibu. Kamu bisa pulang ke nikahan ade'ku, itung-itung nemenin aq lah?"
"Ngga' bisa, lagi banyak banget kerjaan. But i'll always supporting you. Gw yakin lo pasti pulang dan merestuinya, katakan pada ade' lo "Lo akan selalu ngedukung dia, lo akan selalu ada buat dia baik di saat susah maupun senang... itu baru kakak yang baik."


Akhirnya dia pulang juga dan ikut membantu semua persiapannya hingga selesai acara, ga' terasa sudah lebih dari setahun ade'nya nikah dan seperti yang sudah di duga sebelumnya begitu banyak masalah dalam rumah tangganya. Dan semarah apapun kalo sudah menyangkut orang yang dicintai tentu akan lebih mudah memaafkan dan melupakannya, gw ikut seneng ketika 2 kakaknya yang lain akhirnya mau ikut membantu. I'm on your back too my litle sister, keep fight for u'r dreams!

Friday, June 22, 2007

My Executive Summary

Didalam kepala, pada sebuah otak dengan processor jaman jebod berjubel cerita yang pengen gw tulis untuk menuh-menuhin diary on-line ini tapi apa daya... kerjaan lagi numpuk dan senin besok, 25 Juni 2007 akan tambah numpuk setelah kontrak partner kerja kita di putus oleh sang donor. Seperti biasa, sebelum timesheet dan cost per unit jelas perhitungannya seabrek kerjaan udah dengan jelas terpampang dari berlembar-lembar daftar transfer pekerjaan. Penderitaan gw makin lengkap setelah monitor di rumah meninggal. Kondisi ini bikin gw:
  1. ga’ bisa browsing dengan membabi buta leluasa
  2. ga’ bisa ngobrol puanjang lebar via YM
  3. ga’ bisa meluncurkan rocket di game favorit rocket mania
  4. ga’ bisa nulis cerita di rumah dan numpang up-load di kantor
  5. ga’ bisa ndengerin music dengan nikmat, coz MP4 yang disambungin ke speaker ternyata tidak menghasilkan suara yang jernih
  6. ga' bisa nonton film yang dah dibeli 2 minggu lalu

banyak cerita di minggu ini yang cuma bisa berdengung di kepala seperti sekumpulan lebah yang akan menghambakan diri ke hadapan sang Ratu, seperti:
  1. Kekesalan gw dengan performance Ferrari yang beberapa tahun ini selalu menjadi nomor 2. Sewaktu performance Renault bagus, si kuda jingkrak ini # 2 dan ketika Renault mlempem juga tetep #2 karena di salip McLarren. Padahal di awal musim, ketika si Ice Man menang di Ausy gw dah optimis. Oke lah ga’ ada lagi podium yang menarik setelah Scumy dengan loncatannya dan semangatnya mengikuti irama lagu kebangsaan gw italy selalu bikin podium terasa berharga. Mungkin Jean Todt terlalu sibuk pacaran, mungkin Kimi sudah terlalu mabuk untuk mikirin tunggangannya.
  2. Kebahagiaan gw dengan buku ke-3 dari tetraloginya Andrea Hirata juga The Broker-nya John Grisham. Weekend ini Musashi sudah menunggu.
  3. Kebingungan gw dengan Eau de toilette pemberian temen, coz gw dengan sebegitu tidak tahu diri PD dengan bau badan ndiri sehingga ga’ maniak wangi-wangian.
  4. Ketidaksukaan gw dengan keputusan sodara gw yang tidak juga memutuskan tali perkawinannya padahal tidak ada kebahagiaan yang bisa diperoleh. Cape’ dengan keluhannya, cape’ dengan tangisannya, cape’ dengan sikap sok baeknya terhadap keluarga mertuanya dan melupakan orangtua ndiri yang prihatin dengan kehidupan anaknya, cape’ dengan kebodohannya untuk menyakiti diri sendiri demi sebuah status dan gw juga terlalu cape’ untuk menyapa suaminya…cape’ ati!
  5. Kenangan gw setaun yang lalu yang….

Terlalu banyak cerita, terlalu sedikit waktu, terlalu minim sarana dan Keterlaluan!! Gw dah ninggalin kerjaan untuk nulis exsum ga’ penting ini

**eh tgl 23 Juni besok elo ultah ya, met ultah ya her wish d best 4 u'r (love) life Ga' usah GR deh!!

Tuesday, May 29, 2007

Long.... Holiday


Kepulangan gw selama 11 hari mulai dari tanggal 16 may cabut dari Bogor dan tanggal 27 balik dari Kebumen adalah masa liburan yang paling menyenangkan. Gimana enggak, selain merayakan 2 acara ulang tahun, bisa ketemu dan ngobrol buanyak dengan temen-temen kampus bahkan dosen dan staf lab Ilmu Tanah, makan masakan yang gw sukai (nambah 1,5 kg bow hihiiihiii), curhat-curhatan ma keluarga, puas-puasin maen ma ponakan, dan kebetulan ada arisan keluarga sehingga gw bisa ketemu ma sodara-sodara gw yang biasanya cuman ketemu pas lebaran doanx, dan... masih ada satu moment pada tanggal 23 May 2007 yang bikin gw happy happy dan happy...

Gw heran aja setelah begitu jelas gw sebutin acara tersebut tapi teteuuppp aja banyak kesalahpahaman, banyak yang ngira gw bakal married malah ada yang ngira gw cuti hamil, busyettttttttt!!! Bisa-bisa babe mencak-mencak n ibu masuk rumah sakit kalo sampe gw hamil, lha wong lakinye kagek adee (logat betawi versi bu tamat tukang masak ex_pesona). Tanggal tersebut di Athena sedang ada perhelatan akbar "Final Liga Champion", kenapa jadi begitu penting??? Karena yang berlaga di final adalah tim-nya maz Paolo Maldini yang secara sepihak sejak tahun 90-an dah gw klaim sebagai "my only" dan dengan sangat maksa make sekali pula nama belakang gw sejak kuliah juga dah berubah menjadi

"Ndah Maldiniwati"
(nangkring di patung pancoran sebelum ditimpuk bakiak).
Dan hasilnya.... 2-1 untuk Milan

Aghhh masa' bodo orang mo bilang apa tentang permainan Milan, emang apa masalahnya kalo kalah penguasaan bola tapi bisa memenangkan pertandingan. 2 tahun lalu Milan maen bagus juga malah kalah dari Liverpool lewat adu pinalty. Mo maen bagus maen jelek yang penting ... hasil akhir bro!!

Walaupun cape' karena begitu dateng harus nyiapin ultahnya Intan, ngiderin purwokerto selama 2 hari, nengokin anaknya mas Ipunk yang abis opname ke cilacap dan pulangnya harus ngipit-ngipit ayam panggang, berburu pesenan oleh-oleh dari lanting, getuk goreng, kripik sale, kripik paru, brem, bahkan ampe peyek kacang (bawaan gw berasa TKI pulkamp nih) dan bahkan ketika di perjalanan pulang tiba-tiba chicken mengharuskan gw turun di Bekasi biar bisa maen ke kostannya dan sorenya langsung ke rumah Cemil di Cileungsi. Hasilnya... gw baru nyampe Darmaga-Bogor jam 10 malem dengan badan nggreges dan pegel-pegel, paginya.... demam, bersin-bersin... flu!. Ga' papa lahh... sepadan koq dengan semua kesenangan yang gw dapetin selama liburan. Eh Jum'at tanggal 1 Juni ada libur lagi tuh.. suit suitt... maen kemana lagi neh??

Wednesday, March 14, 2007

happy b'day mom


selamat ulang tahun
ibuku tersayang
semoga selalu:

sehat
sabar
bahagia

Tuhan...dengarkan do'anya
dan kabulkanlah semua harapannya
terimakasih
karena ENGKAU telah menitipkan aku
kepada seorang ibu yang sangat bijak, tegar, dan penuh cinta


Friday, March 2, 2007

INTAN

Ponakanku yang cantik-nakal-nggemesin

Sebagai anak bungsu dengan jarak umur yang lumayan jauh dari 4 kakak gw, konsekuensi yang harus gw terima adalah harus mendapat panggilan "tante" sewaktu umurku 11.5 tahun. Bukan panggilan yang buruk memang, mengingat keluarga dari pihak ibu gw yang ber-reproduksi sedemekian cepat, sudah menghadiahkan panggilan "bu-lik" bahkan sebelum gw lahir. Dan sekarang, gw punya 8 ponakan.

Nggak seperti ponakan2 gw yang laen, Intan (5 tahun) anaknya emang hiperaktif. Volume susu yang dihabiskan dalam sehari juga diatas rata2 +8botol (200cc/btl), dan dia ga bisa minum susu tanpa tiduran plus megang kuping. Layaknya anak kecil lainnya dia juga demen banget maen, lari-lari dan mbantuin bikin rusuh kerjaan dirumah terutama masak. Kecepatan larinya di atas rata2, gw pernah ngejar dia dengan sangat amat emosi karena kenakalannya (dan gw nyesel banget dengan emosi gw itu, maafin tante ya tan… ) dan dia berhasil lolos. Posisi tidur?? Jangan ditanya deh, lo liat ndiri aja foto-nya.

Yang paling mengejutkan adalah cita-citanya. Sebut cita-cita aneh anak kecil: tukang cuci, mba’ jamu, satpam?? Bukan, bukan itu…

“intan kalo gedhe mo jadi apa?”
“pe-man” (**innocent mode on)
WAKS!!! Kontan aja keluarga gw pada heboh
“koq preman?”
“iya, biar kaya’ bang Napi”

Wuakakakakkk inilah efek-nya kalo anak kecil ikutan nonton berita criminal. Tapi di balik kegarangannya di rumah, she’s totally “jago kandang”. Setiap di ajak kemanapun dia ga mau lepas dari mama/babe/mbah/tante-nya. Sekolah di TK harus ditemenin. Ampunnnnnn..kenapa penakut banget sih, contoh dunx tantenya in yang banci tampil.

Kemajuan yang sudah dicapai sampai saat ini adalah:
  1. tante…aq dah bisa nyanyi banyak dehh. Dengerin ya…..(dan pulsa gw tersedot habis)
  2. tante…aq bisa nulis namaku, nama tante endah aq juga bisa, liat nih…(okeh tunggu tante pulang ya say..)
  3. tante…aq bisa ngitung tahu yang dibeli embah (pintarrrr..)
  4. tante mbah putri udah ga duduk disebelahku lagi (baaa..gusss…)
Syukurlah mbah putri ga perlu menjadi siswa TK lagi, cukup mengantar dan… berpose dideket jendela yang bisa di liat Intan.

Disini, untuk Sebuah Janji

Generasi masa kini mungkin telah memiliki pemikiran yang terbuka dalam mendefinisikan kewajiban anak kepada orang tua. Dari banyak opini di ...