Showing posts with label JazzLovers. Show all posts
Showing posts with label JazzLovers. Show all posts
Wednesday, March 18, 2009
Day by Day @ JavaJazz 2009
mohon maaf sebelumnya coz posting kali ini lumayan panjang, so kalo bosen dicicil aja yak bacanya
Foto-foto bisa dilihat disini
Day 1:
Nungguin jeng nusy yang mendahulukan kelaparannya gw tertinggal Balawan, hikss… padahal Balawan with his magic fingers dah ga' mau tampil lagi di JGTC jadi sepertinya musti nunggu JakJazz/JavaJazz lagi. Jam 6 lebih dikit qt masuk ke exhibition hall B, stage dimana Jason Mraz bakal menebarkan pesonanya. Penuhnya jangan ditanya, tapi untung sebagai nasabah BNI gw bisa nonton dari tempat yang enak, rizal dan hellen yang bela-belain cuti dah nangkring dideretan depan berdesek-desakan ma ABG. Hal yang mengezutkan selain ga' jauh dari tempat gw duduk ada Jaksa Agung (ato hanya mirip?), ternyata acara dibuka dengan Lagu Indonesia Raya yang dibawain oleh Mike Idol, fuihhh jadi makin tebel aja nih jiwa Nasionalisme qt.. MERDEKA!! Make It Mine lagu favorit gw dipilih Jason jadi lagu pembuka , gayanya yang santai dengan pakaian casual dan topi khas Mr.AZ, Jason menyihir penonton untuk ikut bernyanyi dan bergoyang. Peduli setan RollingStone cuma ngasih 2 bintang untuk albumnya Jason karena bagi gw dan mungkin semua yang penikmat music Jason yang riang dan tak jarang dengan petikan gitar spanyol yang mempesona, Jason hadir dengan rasa baru yang lezat dalam belantara music. Kalo dia konser lagi di Jakarta sepertinya harus warning wajib hadir. Kehadiran Dira sebagai temen duet di lagu Lucky cukup mempesona dan pastinya bikin ngiri ce'-ce' (& co' gay). Hampir semua penonton yang sebagian besar ABG hapal banget ma liriknya, gw sendiri dah guaatel pengen ikut nyanyi dan bergoyang, begitu lagu I'm Yours dinyanyiin tidak ada kata lain selain turn off my handycamp n let's sing and dance with him. 1 jam 10 menit menjadi waktu yang teramat singkat buat seorang Jason, lewat lagu Butterfly dan ucapan "Terimakasih" dia melambaikan tangan perpisahan. Makasih juga Jason…
Untuk keluar dari Hall B bukan hal yang mudah, gw n nusy memilih tetep nangkring disusul rizal, hellen ga' ketauan dimana, jaringan telfon ka'nya se-crowded JCC jadi lumayan lama qt lost contact sampe akhirnya ketemuan di tangga. Salah masuk ke Plenary hall ternyata malah dapat berkah suara indah Ledisi, cuma dapet 15 menit sih… lain waktu harus diagendain. Haus!! Yup itu dah pasti, antrian stand makanan makin mengular dengan kehadiran Pretty (xixixixxxx), harga nasgor dan spaghetti yang mencekik (40 rebu bo') memaksa para fakir miskin ini hanya membeli minuman yang berharga 10 rebu. Kalo ngliat jadwal sih ada Mike Stern di Hall B, ternyata simbah Alex Ligertwood (mantan vokalis Santana) masih menguasai stage dengan suara yang alamak jaannn dah setua itu powernya masih kenceng ajah. Ga' mau ketinggalan goyangan Matt Bianco jam 22.40 qt menuju Plenary Hall. Nusy memilih hunting foto di bawah sementara gw, hellen & rizal memilih duduk manis dilantai atas dengan cukup menggoyangkan kaki dan tangan untuk setiap hentakan music yang teramat sangat menggoda untuk bergoyang. Hanya 1 lagu yang cukup familiar ditelinga, itu juga gw lupa judulnya hehehe ya maklum lah mreka kan kondang di awal 80-an dengan genre yang ga' masuk radio di kampung gw. Jam 00.30 Matt Bianco mengakhiri pertunjukannya, gw & nusy juga memutuskan untuk pulang, cauape' dan nguantux! Beda banget sama 2 orang yang pagi harinya sengaja cuti, mereka masih semangat ngabisin pertunjukan. See you tomorrow prends!
Wednesday, March 11, 2009
Uneg-Uneg Gw tentang JavaJazz Festival 2009
Pesta bagi pecinta jazz telah usai, gelaran festival jazz selama 3 malam di Jakarta Convention Center mempertemukan gw dengan musisi jazz yang dah tersohor dan juga mengenalkan gw dengan banyak musisi jazz yang patut dimasukkan list wajib tonton ditahun depan (kalo diundang lagi :D). "It's festival for all" itulah tema JavaJazz 2009, keinginan untuk merangkul semua pecinta music jazz dari semua lapisan umur. Berbeda dengan festival JakJazz yang cendering dihadiri pecinta jazz usia 25 tahun ke atas, JavaJazz berhasil menarik bocah-bocah ABG dengan kehebohan khas anak remaja untuk menikmati jazz gaol dari musisi muda Indonesia bahkan beberapa penyanyi pop juga diselipkan pada beberapa stage. Sebelum gw nyeritain day by day musisi jazz yang gw tonton gw pengen bikin list hal-hal yang cukup mengganggu selama JavaJazz 2009. Boleh dunx gw sebagai customer ngasih kritik, kan demi meningkatnya kinerja panitia tahun-tahun berikutnya.... cieee gaya bener sih gw!
- Penukaran tiket online: Pengumuman yang ga' jelas bahwa tiket online ternyata bisa ditukar tgl 2,3 dan 4 Maret membuat penukaran tiket pada tgl 2 Maret membludak, antrian yang bisa menghabiskan waktu 2 – 2.5 jam seharusnya ga' boleh terjadi untuk Event Organize segedhe JJF. Mungkin ada yang bilang kalo lo mau bayar murah ya inilah konsukuensi yang harus diterima! OH YEEAA?? Jaga ucapan lo Bung!! Tiket online emang lebih murah, tapi qt-lah orang-orang yang membuat panitia JJF punya modal terlebih dahulu, dengan membeli tiket sejak bulan Desember dimana itu belum ada kepastian musisi jazz yang akan hadir qt dah ngambil resiko siapapun performer-nya qt pasti nonton. So jangan gunakan alesan murah untuk sebuah pelayanan yang buruk
- Lobby yang penuh sesak: 3 buah lobby stage sepertinya terlalu banyak, lagian ga' mungkin kan semua stage itu akan menampilkan 3 musisi sekaligus. 2 stage ka'nya dah lebih dari cukup kalo mempertimbangkan waktu sound check. Lobby yang seharusnya memudahkan qt berpindah dari satu stage ke stage lain berubah menjadi ajang antrian dan desak-desakan karena selain 3 buah lobby stage juga ada buanyaaakkkk stand seperti stand makanan, stand merchandise dan stand sponsor. Ini sebenernya lagi pameran pernak-pernik jazz atau Jazz Festival? Dengan lorong-lorong yang sempit wajar aja kalo disini jadi titik kesemrawutan antara ribuan orang yang baru keluar atau akan masuk ke plenary hall, assembly hall, cendrawasih room dan exhibition hal A dan B, orang-orang yang antri makanan, orang-orang yang antri belanja, orang-orang yang menikmati penampilan di lobby stage dan orang-orang yang bingung mo kemana.
- Jumlah pengunjung yang sangat banyak: Tiket yang murah, banyaknya musisi jazz dari berbagai genre (bahkan banyak pula penyanyi pop yang diundang karena lagi naek daun), penyelenggaraan yang bertepatan dengan libur 3 hari menjadi factor utama membludaknya pengunjung JJF 2009. Untuk menikmati Peabo Bryson dan Matt Bianco gw harus berlari menaiki tangga demi mendapatkan tempat duduk didepan stage, gw juga harus merelakan membuang waktu 30-45 menit didepan pintu yang yang masih tertulis sound check demi melihat Tohpati, Ron King & Gary Anthony dari dekat. Kalo target pasarnya masih tetap luas ka' sekarang tidak salah kalo penyelenggaraan JJF tahun 2010 akan dipindahkan.
Tuesday, February 10, 2009
Jadwal Jakarta International Java Jazz Festival
Ga' lama lagi event tahunan yang dah ditunggu-tunggu jazzlovers akan digelar, "Jakarta International Java Jazz Festival" yang akan digelar bertepatan dengan very long weekend muali hari Jum'at - Minggu: tanggal 6,7,8 Maret 2009 di Jakarta Convention Centre. Udah beli tiketnya belum? Belum??? Wah wahh ka'nya musti kecewa kalo lo penggemar Jason Mraz, coz tiketnya dah sold out!! Padahal Jason dijadwalkan untuk 2x special show, tgl 6 dan 7 Maret 2009. Tapi untuk tiket daily dan special show yang laen masih ada koq.Jadwal Jakarta International Java Jazz Festival 2009 udah bisa dilihat diwebsitenya, lumayan ribet karena qt ga' bisa donwload dalam bentuk pdf atau apapun yang siap print tapi lo bisa copy paste dan edit sana-sini biar pas margin. Tapi kalo versi print yang mudah dibaca silahkan Download Jadwal Jakarta Java Jazz Festival disini.
Siapa aja yang akan ngisi acaranya?:(*CAPITAL: special show)
6 March 2009
Afgan; Barry Likumahuwa; Benny Likumahuwa; Boney James; Canizaro; Cinamon; *DIANNE REEVES; Dwiki Dharmawan World Harmony Orchestra; Eliane Elias; Humania; Ivan Lins; *JASON MRAZ; Kirana Big Band; Lala; Ledisi; Mike Stern Feat Dave Weckl; Moon Arra (India); New York Voices And Ron King Big Band; Oele Pattiselano Trio Feat Dira; Parov Stelar (Austria); Sacbe (Mexico); Sensual (Netherland); Simon Phillips; Stefano Bollani (Italy); Surabaya All Star; The Tripp; Tribute To Luther Vandros Feat Ledisi, Kirk Whallum; Yance Manusama
7 March 2009
* JASON MRAZ; Aksan Sjuman Project; Amboina Jazz; Bobb Quartet; Bobby Lyle; Chieli Minucci & Special Efx; Chuck Loeb; Contra Indigo; Donny Suhendra; Drew; Everette Harp; Glenn Fredly Tribute To Chrisye; Groovy Feat Ari; Harvey Mason Quartet; Jamie Aditya; Jazzmint Bigband; Joeniar Arif & Lala Suwages; Kamal Mussallam (Dubai, UAE); * LAURA FYGI; Manna; MATT BIANCO; Mike Stern Feat Dave Weckl; New Breeze; Oleta Adams; Orbeat Project; Otis Taylor Blues Band; Peabo Bryson; Ran; Roy Ayers; Saxattack; Sensual (Netherland); Sierra; Souleh & Souleha; Soulvibe; T - Square (Japan); The Voices; Toku (Japan); Triple Play Feat Dave Valentine
8 March 2009
21St Night; Aditya; Anggun; Ariss; Bambang Nugroho 'Straight Ahead'; * BRIAN MC KNIGHT; Chic; Chieli Minucci & Special Efx; Dina Mariana & Utha L; Ello; Emerald; Glen Dauna Quartet; Idang Rasjidi; Isao Suzuki (Japan); Ivan Lins; Joppie Item Combo; La'biri (Makasar); Malaka Jazz; Maliq N D'essential Feat The Organic's All Stars; Pitoelas Big Band; Quasimode (Japan); Ron King Big Band Feat Gary Anthony; Ron King Quartet; Roy Ayers; Royce Campbell Feat Oele Pattiselano; Seratus Persen Bali; Slank Goes Jazz; Soil & Pimp (Japan); * SWING OUT SISTER; Tohpati With Orchestra; Tom Scott & Paulette Mc Williams; Tompi; Tropical Transit
C U There....
Download Jadwal JavaJazz 2009_update
Download Layout JavaJazz 2009
Friday, October 31, 2008
Ku Ingin Mati Saja
Musik menghentak hangatkan suasana
Ada seorang sosok indah dia berdansa
Semua hasrat tertuju padanya
Oh cantik kau hangatkan pesta
Lalu ku hampiri dirinya....oouuw
Ku Menyapa Siapa Nama Dirimu terucap kata
Namun dia hanya menatapku tajaM
Tak terlihat didekatnya telah ada yang lainnya
Malu rasa KU Ingin MatI SaJa
Ku terkejap membayangkan berdansa denganya
Menghirup aroma tubuhnya... oouuw indahnya
Lirik lucu dengan musik pembuka yang sangat familiar buat kuping jazzer, betotan bazz yang menawan itu milik Barry Likumahuwa. Gw mulai tahu Barry dari JGTC tahun 2006, dia tampil bersama bazz attack n langsung memukau. Banyak musisi muda Indonesia yang menekuni jazz walaupun pasarnya jauh lebih sempit dibanding pop (cemen dan menye-menye) dan dangdut. Beberapa orang bisa meroket seperti Tompi, Maliq n d'essentials, yang terbaru dengan segemen ABG ada RAN. Berhubung mereka sudah sering tampil di TV gw ga akan membahasnya walopun sebenernya gw juga suka banget ma Tompi dan Maliq.
Untuk mengenal musiknya Barry bisa dicek 3 lagu dari Album Goodspell di websitenya. Musikalitas dia jelas menurun dari babenya Benny Likumahuwa, bersama rekan-rekan dalam "barry likumahuwa project" dia menyuguhkan 11 lagu dalam album GOODSPELL. Harga CD-nya murah banget, cuma Rp 35.000!! Kaget kan... padahal biasanya album Indo harganya Rp 50.000. Makanya gw ga mau album Barry ini dibajak event oleh temenku sendiri, mo Baginda Jaya memohon-mohon minta mp3-nya gw tetep ga mau ngasih. It's My Barry Sir!!
Ada seorang sosok indah dia berdansa
Semua hasrat tertuju padanya
Oh cantik kau hangatkan pesta
Lalu ku hampiri dirinya....oouuw
Ku Menyapa Siapa Nama Dirimu terucap kata
Namun dia hanya menatapku tajaM
Tak terlihat didekatnya telah ada yang lainnya
Malu rasa KU Ingin MatI SaJa
Ku terkejap membayangkan berdansa denganya
Menghirup aroma tubuhnya... oouuw indahnya
Lirik lucu dengan musik pembuka yang sangat familiar buat kuping jazzer, betotan bazz yang menawan itu milik Barry Likumahuwa. Gw mulai tahu Barry dari JGTC tahun 2006, dia tampil bersama bazz attack n langsung memukau. Banyak musisi muda Indonesia yang menekuni jazz walaupun pasarnya jauh lebih sempit dibanding pop (cemen dan menye-menye) dan dangdut. Beberapa orang bisa meroket seperti Tompi, Maliq n d'essentials, yang terbaru dengan segemen ABG ada RAN. Berhubung mereka sudah sering tampil di TV gw ga akan membahasnya walopun sebenernya gw juga suka banget ma Tompi dan Maliq.
Untuk mengenal musiknya Barry bisa dicek 3 lagu dari Album Goodspell di websitenya. Musikalitas dia jelas menurun dari babenya Benny Likumahuwa, bersama rekan-rekan dalam "barry likumahuwa project" dia menyuguhkan 11 lagu dalam album GOODSPELL. Harga CD-nya murah banget, cuma Rp 35.000!! Kaget kan... padahal biasanya album Indo harganya Rp 50.000. Makanya gw ga mau album Barry ini dibajak event oleh temenku sendiri, mo Baginda Jaya memohon-mohon minta mp3-nya gw tetep ga mau ngasih. It's My Barry Sir!!
Monday, November 26, 2007
Dari JakJazz & Kuliner
Selepas maghrib kami memasuki arena jak jazz festival 2007, belum terlalu penuh dan ada sedikit penyesalan karena ternyata handycamp dengan leluasa dapat melewati pemeriksaan ala kadarnya. Sebagai orang udik yang pertama kali nonton jak jazz kami sudah kebingungan di arena depan, berharap ada panitia yang menyodorkan panduan acara sehingga kita langsung tau panggung apa, dimana dan ada siapa dan kalo beruntung dapat juga seabrek gratisan majalah (ka' di jgtc gituu) tapi ternyata yang ada sebuah stand yang menjual buku panduan. Oalahh miskin amat, masa buku panduannya aja dijual dan karena kemiskinan kami juga cukup 1 aja yang dibeli dan bekerjasama membaca denah. Akhirnya diputuskan untuk menonton dewa budjana&tohpati ==> ireng maulana tapi lagi-lagi kita muter-muter area outdoor dan mendapatkan stage tanpa nama dan belum ada performer. Mengikuti pepatah lama kamipun bertanya kepada panitia dimanakah gerangan dewa budjana tapi ternyata mereka juga ga' tau, daripada bingung kami mencari sumber suara yang sepertinya dari indoor.
Di arena indoor tidak ada petunjuk ruangan mana yang dipakai ataupun plakat besar didepan pintu yang menunjukkan apa nama stage didalamnya karena jelas ini akan membantu. Kamipun terdampar di sebuah stage yang setelah di tebak-tebak ini pemenang jakjazz.. ooo berarti ini impro stage. Gw yakin banget ada big stage di indoor makanya bergegas kami meninggalkan impro dan setelah keliling 3/4 putaran kami mengintip melalui pintu B3 yang tertutup.. lahh itu kan ireng maulana. Kosong... mana penontonnya?? Apa Ireng&Band lagi latihan?? Tapi kami memutuskan untuk duduk dan ternyata di stage yang sepi ini akan ada penampilan Rani dan Carmen. Ireng Maulana juga bingung ka' gw dengan sepinya pengunjung disini dan sedikit menyindir panitia lalu berlalu ke belakang panggung mungkin mendamprat mereka (hihiii ini jelas opini pribadi). Terbukti setelah Ireng kembali ke panggung dan mengiringi Rani kemudian disusul penampilan Carmen Big Stage-pun mulai banyak pengunjung. Ngga' perlu gw ceritain betapa memukau mereka dan performer lainnya yang kami saksikan seperti Luciano Antonio & Zarro, Danny & Marlayne Connection, Satoru Shionoya, Curtiz King (cuma bisa manggut-manggut dari jauh karena stage-nya penuh banget) dan Maliq & d'essentials yang jelas kami terpuaskan.
Di arena indoor tidak ada petunjuk ruangan mana yang dipakai ataupun plakat besar didepan pintu yang menunjukkan apa nama stage didalamnya karena jelas ini akan membantu. Kamipun terdampar di sebuah stage yang setelah di tebak-tebak ini pemenang jakjazz.. ooo berarti ini impro stage. Gw yakin banget ada big stage di indoor makanya bergegas kami meninggalkan impro dan setelah keliling 3/4 putaran kami mengintip melalui pintu B3 yang tertutup.. lahh itu kan ireng maulana. Kosong... mana penontonnya?? Apa Ireng&Band lagi latihan?? Tapi kami memutuskan untuk duduk dan ternyata di stage yang sepi ini akan ada penampilan Rani dan Carmen. Ireng Maulana juga bingung ka' gw dengan sepinya pengunjung disini dan sedikit menyindir panitia lalu berlalu ke belakang panggung mungkin mendamprat mereka (hihiii ini jelas opini pribadi). Terbukti setelah Ireng kembali ke panggung dan mengiringi Rani kemudian disusul penampilan Carmen Big Stage-pun mulai banyak pengunjung. Ngga' perlu gw ceritain betapa memukau mereka dan performer lainnya yang kami saksikan seperti Luciano Antonio & Zarro, Danny & Marlayne Connection, Satoru Shionoya, Curtiz King (cuma bisa manggut-manggut dari jauh karena stage-nya penuh banget) dan Maliq & d'essentials yang jelas kami terpuaskan.
Wednesday, November 21, 2007
Till Drop @JGTC
Antrian masuk FE UI udah mengular, gw, nusy n baginda jaya dateng dah agak siang. Di stage 1 qt ngliat sejenak penampilan Soulvibe, kemudian berpindah ke stage 2 dimana Idang Sindycate baru memulai aksinya. Penampilannya selalu memukau, keren n pasti … lucu (om Idang gitu lohh), tapi qt sempet termehe-mehe di lagu “Finally I know”. Gw pikir cuma gw yang merhatiin kalo keybordistnya ganteng ternyata Nusy yang duduk paling depan dah dapet fotonya (koq lum diemalin juga sih..) Setelah Idang, masih ada penampilan musisi seƱior laennya, Irene Maulana feat Warna dan Andien, tapi kami memilih pindah ke stage 1 demi seorang Balawan with his magic fingers. Damn!! Samasekali ga’ bisa ngliat aksi Balawan, padahal pengen banget ngliat aksinya melahab 2 gitar. Dengan tingkat kepedean yang mengerikan, gw angkat kedua tangan dan mengarahkan handycapm ke panggung… thx God, gw bisa ngintip aksi Balawan walopun bolak-balik kedorong-dorong. Balawan bahkan sempet turun panggung ngasih hadiah n nantangin penonton buat mainin gitarnya, oughh pengen banget gw punya aji meringankan tubuhnya Mantili dan melesat nggondol gitarnya pulang, walah buat apaan too lha wong nggenjreng aja ga’ bisa. Ahh semoga saja tahun depan Balawan masih bersedia dateng lagi, semoga ucapannya untuk tidak datang tahun depan hanya bentuk kekesalannya sama panitia yang ga’ ngenalin Didit tandemnya Balawan yang mainin violin.
Monday, November 12, 2007
Book Fair di JCC dan JGTC di FE UI
Lupakan sejenak guyuran hujan yang semakin menderas, acuhkan saja kilatan petir dan ga' usah takut dengan deruan angin kencang yang mampu merobohkan pohon, karena weekend ini akan ada hot event yang gw yakin dah ditunggu-tunggu ma pecinta buku dan jazz. Yup yup yup... mo ada Book Fair dan Jazz Goes To Campus (JGTC), catet tanggalnya:
- Book Fair di JCC (Jakarta Convention Center) tanggal 14 - 18 November 2007
- JGTC (Jazz Goes To Campus) di FE UI Depok tanggal 18 November 2007
Kedua hot event ini memiliki umur yang hampir sama (dengan gw wuakakakakk), Book Fair di JCC di tahun 2007 ini merupakan penyelenggaraan yang ke-27 sedangkan JGTC lebih tua 3 tahun yang berarti ke-30.
Tema yang diangkat tahun ini dalam Book Fair JCC 2007 adalah “GORONTALO THE HIDDEN PARADISE”, hmm... jadi bertanya-tanya apa Pak Fadel Muhammad jadi sponsor tunggal acara ini?? Ahh ga' peduli deh siapa sponsornya, yang penting dilakukan adalah menyusun daftar buku dan daftar temen yang bisa di utangin hehehehee... Secara duit abis di lebaran kemarin eee... Book Fair yang gw pikir bakal ada di Bulan Desember dah nongol weekend ini. Incaran gw cukup Gajah Mada aja, cukup??? Busyett masih ada 4 buku je!! Semoga saja bisa diskon ampe 20 or 30% jadi kan bisa ngembat yang laen, walah hampir lupa ponakan tercinta minta hadiah ulang tahun Tetralogi Andrea Hirata
Subscribe to:
Posts (Atom)
Disini, untuk Sebuah Janji
Generasi masa kini mungkin telah memiliki pemikiran yang terbuka dalam mendefinisikan kewajiban anak kepada orang tua. Dari banyak opini di ...
-
Buku ke-2 Ben Sohib telah keluar, cover bergambar sepasang pengantin membuat gw menebak-nebak... apakah Rosid dan Delia akhirnya bisa menya...
-
Long weekend kemarin (26 – 29 Maret 2009) untuk pertama kalinya gw mutusin untuk ikut jalan bersama rombongan yang ga' gw kenal, sebua...
-
Tidak pernah terbayangkan betapa menyakitkan dan menyedihkannya ketika Roso, kucing yang sudah saya cintai sejak ia masih dalam kandungan ...