Showing posts with label depotter. Show all posts
Showing posts with label depotter. Show all posts

Wednesday, October 31, 2007

U only see what U'r eyes want to see

Kenapa lo Ndah ga' nikah-nikah??
belum sempet pertanyaan klasik itu gw jawab sebuah jawaban dah nyamber duluan
Ahh kalo Ndah pasti karena terlalu banyak memilih, dari dulu kan seleranya tinggi. Mana mau dia ma yang biasa-biasa aja. Sekarang jujur aja yah mumpung dah pada tua, waktu sekolah dulu kamu tuh sombong banget!
JLEPPP!!! 7 pisau karatan menancap dikepala
Gw emang ga' langsung terbengong dengan jawaban itu karena seperti biasa sifat defensif langsung menyalak demi mendengar tuduhan dari seorang temen yang bahkan jumlah temennya bisa di hitung jari.
Emang dulu lo kenal gw?? Banyakan mana temen gw ma temen lo?? Gw kenal semua temen-temen sekelas bahkan dari kelas laen banyak juga yang gw tahu
Tapi kan seringnya ma temen yang itu-itu juga
Kalo itu namanya temen deket, wajar dunx qt punya sohib (ceiillahh.... sohibbbb)

Gw ga' terlalu mengenalnya, walopun pernah sekelas selama 4 tahun dan 2 tahun sisanya qt tetanggaan kelas karena gw di kelas bersama yang berotak pas-pasan sedangkan dia kelas yang gudangnya fisikawan poten-sial. Ngeh dengan keberadaannya di kelas adalah sewaktu gw kelas 3, kejadiannya tepat di bulan Oktober cuma tanggalnya gw lupa.
Ntar sepulang sekolah ada yang mo ngomong ma elo!
Itu pesan yang disampein salah satu sohib gw n gw memenuhi pesan yang mencurigakan. Kelas sudah kosong ketika beberapa temen co' nyamperin gw dan menanyakan 1 hal
Lo naksir Mr.X ya?
Mr.X?? .... Ngga' lah
Halah bohong, kalian suka ngliatin ke arah jendela kan. Temen lo juga bilang gitu koq, ga' mungkin kan temen lo bohong!
Gw shock sewaktu mereka mbawa nama temen, karena pada kenyataannya qt saat itu emang sedang demam ngintip ke jendela karena di seberang kelas qt ada kumpulan co' keren yang sangat asyik buat digosipin tapi jelas bukan Mr.X.
Terserah kalian mo percaya apa engga' yang jelas gw dah punya pacar!
Siapa? Ayo dikenalin kalo emang bener dah punya
Dia dah pindah sekolah pas kelas 2 kemarin
Alesan lu
Ga' penting juga bikin kalian percaya
Sampai kapanpun gw ga' bakal lupa kejadian itu, seperti juga ga' bakal lupa sikap dingin Mr.X ataupun jawaban pedesnya kalo gw basa-basi nanya. Kayaknya emang dia sebel banget ma kelakuan gw di kelas yang cerewet dan suka berantem ma musuh bebuyutan, sang ketua kelas. Ketika awal SMA gw kembali dituduh mbawa-mbawa co' biar dikirain dah punya pacar setelah sebelumnya mereka pikir co' itu pacar gw, lha wong dia cuma playboy gendheng yang ga' lain abang sepupu gw sendiri.

Monday, September 3, 2007

tidak pernah bisa sepertinya

Menjadi apa dan bagaimana ketika dewasa adalah sebuah pilihan jalan hidup yang kadang ga' bisa dimengerti oleh orang lain, temen terdekat bahkan keluarganya sekalipun. Berangkat dari begitu banyak persamaan kami saling memahami hampir disemua hal. Kami mengawalinya sejak SMP kelas 1, dengan NEM yang sama persis hingga sampai ke komanya ternyata orang tua kami juga saling kenal karena dalam satu organisasi jadilah kami sebagai sepasang sahabat yang saling membantu dalam banyak hal.

Kolaborasi yang apik menjadikan kami sepasang "preman" yang cukup dikenal, tiada hari tanpa perang mulut dengan temen co' yang suka belagu, kadang dengan "sedikit rayuan" ke temen ce' qt juga "minta tolong" dibeliin jajan di kantin (make duit qt juga sih, cuman males aja jalan ke kantin), segala bentuk proses nyontek juga qt kuasai dengan lihai tanpa pernah diketahui. Perburuan cinta dan permasalahan di rumah sudah menjadi hal wajib yang harus saling diketahui. Untuk masalah cinta emang qt agak berbeda, karena dia lebih mudah berpindah hati dan cenderung asal-asalan nerima pacar, sedangkan gw seperti dah pernah gw bilang males pacaran. Masih tetap satu SMA walaupun beda kelas tidak membuat persahabatan qt turun bahkan ketika gw kuliah di Unsoed dan dia sempet tersendat 1 tahun kemudian kuliah di LP3I Jakarta qt tetep saling berbagi bahkan sampai detik ini.

Berbeda dengan gw yang dari dulu kadar keimanannya cenderung datar (atau malah turunnnnnn) sejak kerja di sebuah pabrik di cikarang ada perubahan-perubahan dalam berpakaian dan ketika memutuskan untuk menikah gw n keluarganya ikut shock karena temenku menuntut adanya hijab untuk tamu undangan. Namun selain pakaiannya, tidak ada yang berubah dalam persahabatan kami, dia tetep bisa nerima gw yang masih belum juga "terselamatkan" dan obrolan qt-pun tetep asyik.

Didalam hati gw menyimpan begitu banyak keprihatinan dengan jalan hidup yang sekarang ditempuhnya, dengan 2 anak yang masih kecil-kecil dia total mengurus anaknya tanpa bantuan berarti dari suaminya yang punya segudang kesibukan dakwah, bahkan suaminya minta nambah 4 anak lagi. Tiap minggu suaminya hanya menyempatkan dirumah selama 2 hari, 5 hari lainnya dihabiskan untuk mengaji hingga malam, pulang terus tidur dan pagi sudah siap kerja lagi. Rumahnya kecil, kotor dan tidak terawat karena hanya mengandalkan satu orang yang bertugas mengurus anak dan mengurus rumah. Temenku tidak pernah pergi tanpa ijin suaminya, bahkan ketika ada acara ngumpul dengan temen-temen yang lain suaminya memilih tidak ikut karena adanya percampuran laki dan perempuan dalam acara tersebut dan akibatnya temenku lebih disibukkan ngurusin anaknya daripada ngobrol ma temen-temennya. Daripada dia yang kerepotan, gw n beberapa temen lainnya memilih untuk ngumpul dirumahnya..

Bagaimana mungkin dia bisa hidup seperti itu? Gw dulu selalu ngebayangin dia bakal hidup enak dengan suami yang menjamin kehidupannya karena secara fisik dia sangat manis dan punya banyak fans yang berkualitas. Tapi dia bilang lebih memilih akhirat. Yup!! itu sebuah hal yang sangat jauh dalam bayangan gw.

Keindahan akhirat dalam bayangan gw tidak harus ditempuh dengan kesengsaraan di dunia. Gw menjadi sangat kagum dengan keberanian dan ketabahannya menjalani semua itu, sebuah pilihan hidup yang tidak pernah gw bayangain akan dijalaninya. Totalitas sebagi istri yang mengabdikan hidup untuk suami dan anaknya adalah hal yang sangat sulit untuk dijalani. Oke-lah kalo suami bisa mencukupi semua kebutuhan dan memberikan hidup yang nyaman, untuk melepaskan pekerjaan dan konsentrasi jadi ibu rumah tangga bukan pilihan sulit buat gw. Tapi kalo harus menerima tawaran hidup seperti itu gw ga' sanggup... apa dengan hidup enak qt tidak bisa melakukan kebaikan??

Tuesday, August 28, 2007

Luv by CV

Nikah muda itu enak!

itulah slogan yang sering dipake para aktivis muda islam yang sering dipanggil ikhwan dan akhwat. gw dari dulu emang ga' tertarik dengan jargon-jargon itu walopun sempet nyangkut di UKI (Unit Kerohanian Islam). Kenapa menjadi enak?? Kuliah aja dah pusing mikirin ujian dan segala macem laporan praktikum, pusing juga mikirin dana dari ortu yang selain buat kost, makan dan fotocopy juga harus disisain juga buat beli kado, beli baju-tas-sepatu, sok-sokan nraktir. Bagaimana mungkin dengan segala keterbatasan itu kepikiran juga hidup bersama orang lain dan mikirin kebutuhan bersama belum lagi kalo akhirnya hamil (ya iya lahhhhhhhh)

Tapi mereka bisa kan?? Nah itu hebatnya mereka. Beberapa temen gw yang aktiv pengajian (setidaknya gw bergaul juga dengan orang beriman kan...) walaupun tidak ada yang nikah muda (semasa kuliah=under 22) tapi mereka menikah dengan cara yang lazim disebut "pacaran setelah nikah". Gimana caranya??

Mereka dicomblangin oleh guru ngajinya, eitt koq comblang sih, bahasa santunnya "difasilitasi". Dengan hanya berbekal tukeran CV mereka mencoba menanyakan kata hati mereka masing-masing tentunya dengan selalu berkonsultasi dengan Allah melalui sholat istikharah. Kalo sudah mendapat petunjuk sang akhwat akan menentukan mau berkenalan lebih lanjut apa enggak yang dalam bahasa keagamanya "ta'aruf". Kalo cocok ya langsung berlanjut ke pernikahan. Proses ini emang dah lazim dan memang begini seharusnya (katanya) mencari jodoh yang benar dalam Islam dan jaman sekarang juga bukan barang baru lagi. Tapi tetep aja pertanyaan itu slalu ada ....Koq bisa???

Luv @ first sight, tresno jalaran soko kulino adalah hal alami yang setiap orang gw yakin juga percaya atau mengalaminya. Dan setelah melewati masa penjajagan yang kadang-kadang juga penjajahan bisa berakhir di KUA atau bubar jalan. Tapi bagaimana bisa mencintai seseorang dengan melihat CV, dan tanpa ba-bi-bu terus nikah dan hebatnya koq ya awet-awet aja. Resepnya.... lillahita'ala, mereka menikah sebagai sarana ibadah. Beratz.......... Sementara gw masih mikirin, eh ntar kalo dah nikah masih boleh dunx gw nonton konser music, boleh dunx nongkrong bareng ma temen-temen, boleh dunx jalan-jalan, boleh dunx bangun siang, boleh dunx ga'masak wuakakakk so selfish.

Temen gw bilang justru itu asyiknya karena masih lum tau karakter masing-masing, tapi kan energi untuk saling memahami bakalan banyak dunx........ Ah sebenernya masalahnya simple ajah, mereka dah punya taraf keimanan yang jauh di atas rata-rata jadi setiap jalur yang di tempuh sudah dipasrahkan sepenuhnya sama Yang Di Atas. Luv by CV..?? Ga' sanggup bow!

Friday, June 22, 2007

My Executive Summary

Didalam kepala, pada sebuah otak dengan processor jaman jebod berjubel cerita yang pengen gw tulis untuk menuh-menuhin diary on-line ini tapi apa daya... kerjaan lagi numpuk dan senin besok, 25 Juni 2007 akan tambah numpuk setelah kontrak partner kerja kita di putus oleh sang donor. Seperti biasa, sebelum timesheet dan cost per unit jelas perhitungannya seabrek kerjaan udah dengan jelas terpampang dari berlembar-lembar daftar transfer pekerjaan. Penderitaan gw makin lengkap setelah monitor di rumah meninggal. Kondisi ini bikin gw:
  1. ga’ bisa browsing dengan membabi buta leluasa
  2. ga’ bisa ngobrol puanjang lebar via YM
  3. ga’ bisa meluncurkan rocket di game favorit rocket mania
  4. ga’ bisa nulis cerita di rumah dan numpang up-load di kantor
  5. ga’ bisa ndengerin music dengan nikmat, coz MP4 yang disambungin ke speaker ternyata tidak menghasilkan suara yang jernih
  6. ga' bisa nonton film yang dah dibeli 2 minggu lalu

banyak cerita di minggu ini yang cuma bisa berdengung di kepala seperti sekumpulan lebah yang akan menghambakan diri ke hadapan sang Ratu, seperti:
  1. Kekesalan gw dengan performance Ferrari yang beberapa tahun ini selalu menjadi nomor 2. Sewaktu performance Renault bagus, si kuda jingkrak ini # 2 dan ketika Renault mlempem juga tetep #2 karena di salip McLarren. Padahal di awal musim, ketika si Ice Man menang di Ausy gw dah optimis. Oke lah ga’ ada lagi podium yang menarik setelah Scumy dengan loncatannya dan semangatnya mengikuti irama lagu kebangsaan gw italy selalu bikin podium terasa berharga. Mungkin Jean Todt terlalu sibuk pacaran, mungkin Kimi sudah terlalu mabuk untuk mikirin tunggangannya.
  2. Kebahagiaan gw dengan buku ke-3 dari tetraloginya Andrea Hirata juga The Broker-nya John Grisham. Weekend ini Musashi sudah menunggu.
  3. Kebingungan gw dengan Eau de toilette pemberian temen, coz gw dengan sebegitu tidak tahu diri PD dengan bau badan ndiri sehingga ga’ maniak wangi-wangian.
  4. Ketidaksukaan gw dengan keputusan sodara gw yang tidak juga memutuskan tali perkawinannya padahal tidak ada kebahagiaan yang bisa diperoleh. Cape’ dengan keluhannya, cape’ dengan tangisannya, cape’ dengan sikap sok baeknya terhadap keluarga mertuanya dan melupakan orangtua ndiri yang prihatin dengan kehidupan anaknya, cape’ dengan kebodohannya untuk menyakiti diri sendiri demi sebuah status dan gw juga terlalu cape’ untuk menyapa suaminya…cape’ ati!
  5. Kenangan gw setaun yang lalu yang….

Terlalu banyak cerita, terlalu sedikit waktu, terlalu minim sarana dan Keterlaluan!! Gw dah ninggalin kerjaan untuk nulis exsum ga’ penting ini

**eh tgl 23 Juni besok elo ultah ya, met ultah ya her wish d best 4 u'r (love) life Ga' usah GR deh!!

Disini, untuk Sebuah Janji

Generasi masa kini mungkin telah memiliki pemikiran yang terbuka dalam mendefinisikan kewajiban anak kepada orang tua. Dari banyak opini di ...