Tuesday, February 19, 2008

Remember When It Rained

Yang... hujan turun lagi... (angkatin jemuran dunx!)

Aih aiihh ini lagu jadul pak dhe obbie dan bu dhe ratih yang pada jaman dahulu kala merajai lagu cengeng di radio-radio dan tentu saja televisi kebanggaan rakyat indonesia... TVRI. Kalo sekarang mah disaat hujan yang terngiang-ngiang dikepala suara merdu kangmas Josh Groban

Wash away the thoughts inside
that keep my mind away from you
No more love and no more pride
and thoughts are all I have to do
Ohhhhhh Remember when it rained

Felt the ground and looked up high
And called your name
Ohhhhhh Remember when it rained

In the darkness I remain


Hujan dan badai emang sedang gencar melanda wilayah Jawa sementara Riau yang sedang mengalami kebakaran hutan belum mendapat jatah air melimpah untuk mematikan titik-titik api yang selalu bikin kabut asap dan menjadi produk unggulan Riau selain kayu illegal logging dan banjir. Ehh kenapa jadi nggosipin Riau...

Saat musim hujan seperti sekarang ini gw dah mempersiapkan beberapa hal (benda):
  • Jaket. Jaket menjadi favorit gw untuk semua suasana baik panas maupun hujan, sehingga ketika keuangan dalam kondisi krisis .. counter yang paling gw hindari adalah counter jaket. Menurut gw jaket adalah jenis pakaian ternyaman untuk di pakai ga' peduli apa yang ada di balik jaket (cuma bra??? wheuuhuu...) dan sangat melindungi dari pandangan mesum pria-pria tak bermoral. Sejak SMP gw dah menyukai jaket dan kalo dikumpulin bisa nyaingin koleksi sepatu imelda marcoss, ahh lebay banget sih!! Satu yang pasti ... I Luv luv luuvvv jacket!
  • Boot. Pertama menyukai sepatu jenis ini jamannya sepatu model Dr.Martin booming, setelah doc mart pertama ga' cukup lagi gw akhirnya dapet boot yang pas di Edward Forrer. Gw cuma punya 1 dan sudah bertahun-tahun masih awet aja, sepatu boot sebenernya bisa dipakai disegala situasi mo jalanan mulus, becek atau tergenang. Sebenernya pengen nambah tapi sudah berkali-kali nyari ga' nemu yang PAZZ, pas ukuran, model dan tentu saja yang utama HARGA (Damn!! napa sih harga boot muahil mauahilll)
  • Tas water proof. Beruntung punya 3 tas water proof berwarna hijau, hitam dan onye sehingga masih lumayan match dengan baju yang gw pake.
Apa ada yang terlupa??? Ya ya ya... betullll selalu ada satu benda yang seharusnya selalu dibawa saat hujan dan selalu lupa gw bawa karena gw terlalu malas untuk memakainya ..... P-A-Y-U-N-G!! Gw ga' suka payung karena bikin berat bawaan, bikin capek tangan dan sia-sia juga make payung sewaktu angin membawa arah hujan dari samping dan membasahi celana dan baju gw. Ketidaksukaan itu mengakibatkan otak lemot gw sering melupakannya, sekali dikeluarkan dari tas atau gw ganti tas sudah pasti keesokan harinya gw lupa padahal awan hitam sudah mengingatkan.. seperti juga hari ini dan hari-hari sebelumnya.

Jadi keinget lagi jaman kuliah dipelototin mata sipit echa cuma gara-gara nanggepin sarannya "makanya.. kalo hujan tu bawa payung" n dengan plos gw jawab "emang kalo make payung terus jadi ga' hujan??" PLAKKK PLAKKK!!! Mantan bos juga pernah nyemprot gw, masalahnya (menurut gw) sepele... setelah 26 jam tidak tidur pagi hari qt balik ke depok dan ternyata lagi-lagi menurut gw gerimis dan menurutnya sudah termasuk hujan sehingga dengan kemurahan hatinya merelakan payungnya.... katanya gw bisa sakit kalo kurang tidur terus kehujanan.... sudah bisa ditebak gw ngeyel memilih jalan ke kontrakan tanpa payung. Kaget banget sewaktu sosok pendiam dan jarang ngomong dengan nada tinggi tiba-tiba.. WHATEVER LAH!! DASAR BAN-DELLL!!

Iya gw tahu... payung emang penting saat musim hujan gini dan gw juga bukan antipati maupun deskriminatif ma payung hanya saja... payung selalu menjadi benda yang terakhir gw inget di saat hujan.

Friday, February 15, 2008

Girl Power: Marie Digby - A Fine Frenzy - Colbie Caillat

Udah deh jangah berharap gw masukin ce' indo dengan body kutilangdarat dengan suara minim seminim baju yang melekat ditubuhnya. Marie, Frenzy dan Colbie tidak mengawali karier melalui opera sabun, mereka berkibar kencang di youtube dan myspace. Bukan hanya suara merdu yang mereka tampilkan tetapi juga kemampuan menulis liric maniez dan jemari indah yang menari di piano dan gitar. Siapa yang paling keren??

Marie Digby

Pertama gw kenalan ma Marie sewaktu mencari versi acoustic-nya umbrella dan ternyata ada nama Marie selain Rihanna yang gw tau. Ternyata original music umbrella emang dari ce' cakep ini. Bernama lengkap MariƩ Christina Digby MariƩ memiliki wajah asia yang diwarisi dari ibunya, bukan berwajah Javanese tapi Japanese dan bokapnya Irish-American terlahir di NYC pada 16 April 1983 dan dibesarkan di LA. Biografi lengkapnya bisa ditelusuri dirumahnya dan kalo masih ga' percaya dengan suara indahnya bisa mencarnya di youtube atau berkunjung langsung ke gudang musicnya. Mulai menulis lagu ketika berumur 15 tahun sebagai penyaluran keresahannya saat itu yang tidak memiliki banyak teman dan serius menekuni music ketika kuliah... hasilnya... weleh-weleh.


A Fine Frenzy

Gw nyari tangal lahirnya susah bener, padahal kan pengen ngirim kado;) tertulis lahir tahun 1985 yang berarti sekian puluh tahun lebih mudah dari gw:)) Nama aslinya Alison Sudol, bakat seninya jelas berasal dari orangtuanya yang berprofesi sebagai guru seni teather. Dia ngaku ma gw kalo banyak terpengaruh oleh band-band dari tanah britania seperti Radiohead, Coldplay & Keane, dan Icelandic music seperti Bjork dan Sigur Ros. Info lebih lengkap silahkan ubek-ubek rumahnya yang secantik orangnya. Dentingan piano kalsiknya langsung membius ketika pertama kali denger almost lover kemudian ranger. Disini panjenengan semua bisa menikmati suara merdunya. Koleksi mp3 gw ndiri lum banyak jadi harap maklum kalo hanya sedikit lagu yang ada di multiply.

Colbie Caillat

Baru seminggu gw mengenalnya, jeng heny yang ngenalin sebuah lagu "Bubbly", sayang waktu itu gw lum sempet tau lebih banyak lagu-lagunya. Baru setelah Senin ini nyambung lagi dengan dunia maya gw baru bisa menikmati kekuatan vokalnya yang mirip josh stone. Seumuran dengan Alison (28 May 1985.. wahh.. gemini emang hebat!!) tapi mereka ga' satu lingkungan karena Colbie tinggal di California. Debut albumnya bertajuk "Coco" berisikan lagu-lagu beraliran folk-pop yang sebagian bisa didengerin melalui myspacenya dan karen adi Indo lum ada cd-nya jadi ya... mp3 yang lumayan lengkap ada disini.

Siapa diantara ketiganya yang menurut panjenengan semua keren n patut albumnya diganjar "most favorite female album"?? entahlah... gw suka semuanya

Wednesday, February 13, 2008

Kalo Aku Menjadi...

Media sedang genjar memberitakan konser maut 9 february di Bandung yang merenggut 10 nyawa, ada yang berulang-ulang menayangkan rangkuman kejadian konser-konser maut dari jaman SOS, ada yang menyoroti panitia, aparat bahkan kehidupan positif para punkers yang sering dipandang negatif banyak orang (termasuk gw). Siapa yang merasa bertanggungjawab terhadap setiap musibah?? Tidak ada! Semua merasa sudah melakukan yang terbaik, panitia mendapat tempat yang tidak sesuai untuk pertunjukan.... tetapi kami sudah mendapat ijin lho. Aparat dinilai tidak bisa mengendalikan situasi... berapa sih jumlah kami untuk menangani sebegitu banyak orang? Penonton dalam keadaan mabuk.. loh kami mendapat bir gratis dari personel beside. Apakah ada penyesalan dari pihak Beside?? Entahlah... sepertinya karena tidak sebeken UNGU band ini kurang mendapat sorotan dari media.

Gw menyukai live concert coz euphoria yang dihasilkan dari dentuman music yang menghujam dada dan perasaan senang bisa melihat idola qt dari dekat. Sejak kuliah (dah lepas dari pengawasan ortu) gw mulai nonton concert tentu saja yang murahan (gratis kalo bisa!). Kami memilih band yang akan di tonton dengan pertimbangan aspek keamanan, dan pilihannya jatuh kepada Dewa, Padi, Gigi dan Ari Laso. Slank & Iwan Fals kami hindari walopun sangat menyukai karya-karyanya karena sudah dijamin rusuh, sedangkan band yang dulu berkibar seperti SOS ga' pernah sekalipun qt tonton bahkan pernah tiket Padi qt anggurin karena ternyata ada SOS... alasannya.. musik mereka ga' sesuai selera qt. Yah.. tontonan adalah masalah selera.

Setelah punya penghasilan sendiri dan makin mudahnya mendapatkan live concert gw juga makin rajin nonton dari yang EO-nya ecek-ecek sampe berkelas like adrie subono. Kerasa banget bedanya ketika sebuah concert diadain sebuah promotor yang berkelas, jaminan keamanan dan kenyamanan menonton benar-benar bisa qt peroleh. Orang jawa bilang "rego nggowo rupo"... mungkin itulah yang menyebabkan penonton di sebuah concert dengan tiket murah diwajibkan membawa nyawa double. Kalo menurut gw yang sok pintar dan belagu ini masalah utama adalah di kesiapan panitian menggelar sebuah event.

Tuesday, February 12, 2008

Long Loooongg Night

8 hari yang lalu

Berdua dengan fitri gw ngabisin film di transtv sampe dengan jam 01.00, malam itu fitri kembali tidur dikamarku karena kamarnya yang lebih kecil tidak memungkinkan dia tidur dengan ade'nya yang baru datang dari padang. Sementara gw masih mengumpulkan domba-domba untuk berbaris rapi dan memasuki kandangnya fitri dah memasuki alam mimpinya. Hhhh... sepertinya tugas mengumpulkan dombanya lumayan berat.. mereka justru lari kesana kemari ga' memperdulikan gw yang pengen istirahat. 45 menit sudah berlalu dan gw masih terjaga... pintu pagar yang tiba-tiba berderit membuat gw waspada terhadap kedatangan buluk dkk
Assalamu'alaikum..... oopss ini suara co' waras, tapi koq jam segini???
Wa'alaikumsalam.... jawabku dalam hati berharap orang itu pergi lagi
Assalamu'alaikum... suaranya sekarang didepan pintu ruang tamu. jawab engga' ya?

ahh pasti ini da' picoy abangnya fitri yang sakit lagi n numpang tidur lagi. biarin aja dehhh ntar paling misscall fitri kalo emang penting banget. tiba-tiba...
klek-klekk!! (oopss gimana sih suara handle pintu ditarik) wahhh wahh ga' beres nih... mana ada orang baek-baek yang bertamu malam-malam dan mencoba membuka pintu sendiri. dengan suara yang sok-sok dibikin baru bangun gw sok berani nanya
ada apaan mas?
ini kostan cowok ya mba'? Moyang lo kondangan ke hongkong!! dah jelas ini Pondok Nona-Nona alias Pondok NN ya jelas penghuninya nona-nona cantik.
bukan!! mo nyari siapa?
ini dari karangtaruna mba' lagi sidak. qt liat ada sandal co' diluar.. takutnya kostan ini masukin co'
APAHHH!!! huhhhh enak ajah nuduh ga' jelas, lo pikir gw bodoh mau pecaya lo dari karangtaruna, cisss!!
YA GA ADA LAH!! GA' ADA CO' DISINI! kali ini gw keluaran auman singa
ooo ya udah... cuma sidak aja koq, permisi...

Monday, February 4, 2008

Panen Penyakit

Manusia berencana.. Tuhan yang menentukan. Begitulah ungkapan yang sering qt gunakan saat mendapatkan hal yang ga' disangka-sangka. Seperti juga kegagalan rencana gw untuk berhemat dengan meniadakan agenda pulang kampung sampai lebaran idul fitri. Sejak mba'ku liburan ke Bogor simbok dirumah sudah agak sakit, tapi karena saking sayangnya sama cucu memaksakan diri ke Purwokerto buat mbikinin nasi kuning untuk Alma. Agenda jualannya setelah pulang dari Purwokerto juga tetap dilaksanakan sampai Babe njemput ke pasar karena khawatir. Setelah liburan sekolah usai Intan justru sakit, ketika hari ke-3 Intan menginap di RS karena gejala tipus mami nengokin sekalian periksa dokter, dokter menyarankan untuk banyak beristirahat tapi belum diketahui penyakitnya karena hasil pemeriksaan tekanan darah dan gula darah menunjukkan hasil yang bagus dan diminta untuk dateng lagi hari Rabu (30 january). Hari Sabtu dan Minggu bawannya tidur terus... setiap kali ditanyain keluhannya bilangnya cuma ngantuk karena pengaruh obat, kalo hari-hari sebelumnya selalu mau nerima telfon, 2 hari itu gw dicuekin. Karena ga' ada perubahan yang berarti hari Senin dipaksa babe and kakak gw untuk ke RS dan akhirnya beliau menginap di kamar sebelah tempat Intan sebelumnya menginap.

Gw and Mba' Erni yang di Samarinda sebagai anak yang jauh dari orang tua cemasnya jelas berkali-kali lipat dari orang-orang yang ada disekitar nyokap. Dikantor gw cuma bisa nangis setiap nerima telfon dari sodara, Babe nyaranin ga' usah pulang tapi perasaan gw cemas mulu. Cemas karena seumur-umur mami ga' pernah sakit parah, biasanya dengan minum obat dari mantri disebelah rumah ato kerokan ato di pijat udah sembuh lha koq ini sampe opname. Akhirnya jam 3 gw minta ijin pulang dan setelah mandi gw meluncur ke jatinegara, jam 2.30 nyampe di Gombong dan langsung ngojek ke RS Pius yang cuma 5 menit dari stasiun. Malam itu ada babe & sepupu yang jagain, babe sempet kaget karena gw ga' bilang mo pulang. Mami baru aja terbangun setengah jam sebelumnya dan belum bisa tidur lagi, beliau terlihat pucat, badannya panas banget dan walopun waktu itu ngga' tidur mami ga' banyak bicara karena terlalu lemah. Gw and babe ngobrol banyak sampe subuh, kasihan banget ngliat babe yang sangat mengkhawatirkan mami. Disitu gw bisa ngelihat betapa cinta itu tidak pernah luntur bahkan di usia yang sudah senja. Setelah ada sepupu gw yang dateng gw ijin pulang dulu buat istirahat and janji nggantiin Babe setelah dhuhur.

Sampe di rumah gw disambut adeknya intan, tia yang sedang digendong mamanya. Mamanya bilang badannya panas dan akan dibawa periksa. Sedihh banget gw ngliatnya, sementara Intan sudah sehat sekarang adeknya justru sakit. Dengan kepulangan gw babe akhirnya bisa istirahat malem, bukan karena sodara yang lain ga' bisa njagain tapi mami ga' mau dibantuin seka dan buang air kalo bukan sama anaknya. Sepupu gw secara bergiliran juga ikut jaga malem untuk mengantisipasi kalo butuh sesuatu yang mendesak. Hari rabu, kesibukan dan kecemasan qt bertambah karena akhirnya Tia juga opname... douhh!!! Mana nyokap belum ada kemajuan berarti, gw sampe kesel banget sama dokternya yang terlihat sante banget, tapi setidaknya dia jadi mengganti obat penurun panasnya dengan obat yang dimasukkan seperti infus. Walopun kata mami agak berasa pegel sewatu cairan agak pekat sebanyak 250 cc itu masuk tapi perubahannya cukup terasa, kalo sebelumnya tiap pagi mulai jam 2 panasnya sampe 40 setelah obatnya diganti perlahan turun. Hasil Rontgen alhamdulilah juga bagus sehingga pengobatan terkonsentrasi untuk menyembuhkan tipusnya.

Berbeda dengan mami yang menuruti semua kata dokter, tia di RS justru makin rewel. Sama sekali ga' mau makan nasi dan susu cuma sedikit roti dan air putih, ga' mau digendhong selain ama mama dan bapaknya. Hari Sabtu Tia makin rewel, mungkin dia ngerasa ga' betah setelah kamarnya yang semula hanya berisi 2 anak hari itu bertambah menjadi 4 orang, sabtu siang setelah temen sekamar mami pindah kamar tia boleh dipindahkan sekamar dengan neneknya (kao bukan sodara tidak diijinkan pasien dewasa campur dengan pasien anak-anak). Malem minggu selain mami dan Ryan (kakaknya Tia) qt samasekali ga' tidur. Walopun panasnya tia udah turun tapisemalaman teriak-teriak mulu, semua yang dia minta dah qt penuhin tapi masih salah parahnya ga' mau digendhong selain ma mamanya bahkan bapaknya ga' boleh dideketnya. Walopun gw ga' boleh deket-deket tapi masih lumayan masih boleh megangin tiang infusnya kalo lagi jalan-jalan, ngambilin air atau nggantiin celananya kalo ngompol. Tengah malam makin parah, ga mau make baju, maunya ngambil semua yang diminta by herself bahkan sampe minta turun ke lantai karena gulingnya jatuh, sewaktu gw ngambil botol infusnya biar bisa ngikutin gerakannya dia marah-marah, semua barang cuma boleh dipegang dia dan mamanya. Jam 2 gw panggil perawat buat nanyain apa kondisi ponakan gw itu termasuk normal karena dia sebentar sekali tertidurnya dan cairan yang masuk selain dari infus sangat sedikit, dia bilang kondisinya sudah bagus hanya Tia seperti juga kebanyakan anak kecil lainya mengalami trauma perwatan.

Untuk pertama kalinya minggu pagi dokternya mami dateng pagi (mungkin krn mau ke gereja) dan menanyakan apa mami dah pengen pulang. Sontak senyum semringah menghiasi muka kusut kami, dokter memperkirakan hari senin sudah boleh pulang karena kondisinya semakin baik. Jam 7.30 gw pamitan buat balik lagi ke Bogor, begitu naik kreta gw langsung tidur. Siang hari gw mendapat sms infusnya tia dilepas karena dia narik selang infusnya sampai putus, gw nelfon mba'ku nanyain kondisinya sambil maki-maki dokternya yang belum juga dateng kami akhirnya cuma bisa nangis. Maghrib gw nyampe kost-an, masku kembali bisa nemenin babe (dan selalu menjadi penunggu paling tenang karena cuma numpang tidur doang hehehe) sementara Tia atas saran dokter berobat jalan saja karena dikhawatirkan kondisinya di RS justru memburuk. Sesampai di rumah Tia minta roti, susu dan buku gambar, obatnya juga bisa ditelan setelah sebelumnya di RS selalu disemburin dan setelah maghrib bisa tidur. Jam 7 gw dah tepar dan terbangun dengan alarm hp jam 4 pagi, kalo biasanya ini jadual BAB-nya mami pagi itu gw juga ke kamar mandi tapi bukan ambil pispot melainkan air wudhu karena belum sholat isya.

Pagi ini kembali dikejutkan dengan kabar buruk, Ryan nginjek paku. Bapaknya segera pulang ke Bocor dan membawanya ke Rumah Sakit, Babe masih di RS dan mba' Sri nyusul ke RS untuk mengurus kepulangan Ibu sehingga tinggal Mba' Endang di rumah njagain Tia ditemanin Intan dan pembantu. Malam ini rencanya semua pasien akan berkumpul, kamar depan diisi Ryan, kamar Mba' Sri ditempatin Tia dan kamar gw dibooking mami. Bagi yang sehat tersedia 1 kamar ortu dan 2 kamar tidak resmi yang berada ditempat setrikaan dan depan TV. Semoga kondisi mami, tia dan ryan cepat pulih dan yang merawat mereka diberi kesehatan dan kekuatan lebih sehingga tidak ada lagi yang tumbang karena sakit... semoga....

Wednesday, January 23, 2008

Sekarang... siapa yang gila??

Jam menunjukkan pukul 23.00, break iklan setelah bioskop trantv session pertama usai gw gunain buat ngecek jendela n pintu ruang depan. Gw buka dikit gorden buat ngintip pintu pagar... WHOAAA!!!! kenapa terbuka ngablak gitu.. siapa nih yang terakhir keluar. Inspeksipun dilakukan dan sang terdakwa telah ditemukan, tapi dia meyakinkan kalo pintu pagar sudah di selot sempurna atas dan bawah. Takut dan cemas... itulah perasaan yang menyelimuti kami berempat, 4 penghuni kost yang masih terjaga. Penugasan segera diberikan:
  1. ambil senter
  2. cek halaman samping
  3. cek halaman depan
Seperti agen FBI yang terlatih (nonton film) qt pun segera melakukan pengintipan besar-besaran... tidak ada yang membuka jendela apalgi pintu, semua dilakukan melalui dengan menyorotkan lampu senter dari dalam rumah saja. AREA CLEAR!! Gw n ani akhirnya memberanikan diri keluar melalui pintu depan walopun sebenarnya dag dig dug. Kami menyisir dari halaman depan pojok kanan yang ditumbuhi pohon mahkota dewa lalu berbalik ke kiri dimana terdapat halaman yang membentang sepanjang kost-an (qt boleh berbangga karena ibu kost ga' maruk duit, jadi cuma kostan qt aja yang punya halaman berukuran -/+ 4 x 20m). Kursi panjang yang baru di cuci masih teronggok tanpa penghuni, pojok belakang yang sedikit ditanami singkong juga aman. Akhirnya setelah menutup pintu pagar kami kembali masuk. Lega.....

Seperti biasa di pagi hari on the work day gw melewati gang kecil menuju Jl. Bara, tidak panjang... hanya 100 m. Langkah gw hanya menyisakan 50 meter lagi ketika sosok pria jangkung & berambut gondrong itu muncul dari sebuah rumah. Bertubi-tubi otakku dihujani suara-suara temen kost dan suaraku sendiri. Orangnya baik kok... jangan lihat kulitnya ... musti kemana nih ... jangan terlihat takut ... jalan muternya jauh banget ... cuekin aja!! Arrgghhh... dah deket banget nih. Oke oke... gw susun semua suara itu n gw coba jalanin dengan ilmu manajemen andalan (halah sempet-sempetnya nggaya dulu!). Ingattt... jalan terus aja coz jalan muternya jauh, jangan terlihat takut... cuek tapi waspada, jangan lihat kulitnya dan tahan napas coz gw bisa muntah, n jreengg.... gw hanya berjarak beberapa jengkal dari badannya. Senyum ndah!! senyum!! ayo ikut senyum!!!

Monday, January 21, 2008

I Forgot....

Beberapa pasangan saling menautkan jemarinya berjalan pelan menelusuri jalanan rindang dengan udaranya yang sejuk disebuah kebun luas kota Bogor. Tidak seperti pasangan lain yang mengumbar kemesraan, sepasang pria dan wanita (mencoba) berjalan santai dengan bahasa tubuh yang kikuk. Sang wanita menyimpan kedua tangannya kedalam saku jaketnya dan berusaha mati-matian membuat pembicaraan yang menarik, sang pria dengan ketenangan gunung es berkali-kali memainkan rokoknya tanpa pernah berani menyalakan didekat teman wanitanya. Ia ingin sekali bisa membalas setiap obrolan, tapi otak encernya selalu buntu dan menjadi beku setiap berhadapan dengannya... masih tetap sama seperti 10 - 15 tahun lalu ketika mereka berada disatu lingkungan yang mengharuskan setiap saat bertemu tapi tanpa sebuah pembicaraan. Terkadang... yang keluar dari mulutnya malah sebuah kesinisan menyakitkan, cukup menyakitkan hingga sang wanita terdiam sejenak meredakan emosi untuk kemudian dengan kekebalan hatinya memulai lagi pembicaraan.

Sang wanita mengeluarkan tangan kanannya dan mengarahkan telunjuknya ke arah jembatan gantung yang tidak jauh dari tempat mereka sekarang berjalan.
"Lo tau mitos jembatan gantung itu?"
tanpa menunggu jawaban ataupun sebuah anggukan dia melanjutkan ceritanya
"Setiap pasangan yang melewati jembatan merah itu ga' ada yang berani gandengan, bisa putus katanya. Dulu gw nantangin best friend gw, gw pengen persahabatan qt putus aja jadi kan qt bisa jadi pacaran hehehhee jadi gw minta dia nggandeng gw, eh dia ngga' mau malahan jalannya ngibrit ninggalin gw. Lo tau kenapa??"
sebuah pancing telah dilemparkan
"heh! dia ga' mau kan pacaran ma elo"
datar dan sinis
"ahh kalo itu mah udah pasti"
sebuah jawaban ringan dengan sebuah senyuman lebar tidak memperdulikan lirikan tajam dan senyum sinis yang selalu menghiasi ujung bibir sang pria setiap memberikan tanggapan atas ceritanya
"tapi yang pasti.... dia ga' bakal nggandeng gw, nggandeng tunangannya sekalipun... karena dia ikh - wan. Mana ada ikhwan nggandeng yang bukan muhrimnya?? Ga' perlu heran kalo gw punya temen baek seorang ikhwan, itung-itung gw nguji keimanan mereka. Ngerjain ikhwan tu lucu banget, pernah... temen ikhwan gw tantangin mboncengin gw & Nisa, boncengan betiga!!! kebayang ga' sihh muka tegangnya sewaktu temen yang laen dah pada ngabur ninggalin qt betiga. Bahkan tetangga kost-ku pindah kostan gara-gara sering gw kecengin. Ya ampyuuunnn... mereka tuh lucu banget kalo lagi sal-ting"

kembali sunyi dan sang wanita sepertinya sudah menyerah, ia melemparkan pandangannya ke pinggiran sungai dan berharap arus deras sungai sempur dapat menghanyutkannya dari tempat ini dan kepalanya menghantam batuan besar yang banyak terdapat di sepanjang aliran sungai sehingga dapat melupakan pertemuan sore ini bahkan kalo bisa menghapuskan semua hal tentang sosok pria dingin disampingnya. Jantungnya tersentak dan seketika berhenti berdetak ketika sebuah tangan meraih tangan kanannya dan menggenggamnya dengan erat. Mulutnya yang selalu penuh cerita tiba-tiba kelu, hanya mata kecilnya yang mencoba mencari jawaban pada wajah tanpa ekspresi dihadapannya.

Disini, untuk Sebuah Janji

Generasi masa kini mungkin telah memiliki pemikiran yang terbuka dalam mendefinisikan kewajiban anak kepada orang tua. Dari banyak opini di ...