Tuesday, September 4, 2007

I'm on your back

"Dia pikir nikah tu gampang apa?? Belum juga dapat kerjaan yang mantap dah keburu pengen nikah aja"
"Gw juga heran, ade' lo koq pengen nikah ka' anak kecil pengen permen aja. Pokoknya pengen ya harus dapet, sayang banget kan sampe ninggalin kerjaan tanpa pamit pula"
"Aq juga malu ama sodara yang dah banyak bantuin dia nyari kerjaan di Jakarta. Ini make acara ngabur segala. Ah masa bodo dah!! Mo nikah mo ngabur gw ga' peduli lagi!"
"Lo ga' bisa gitu dunx.. dia kan..."
"Pokoknya aq ga' peduli, ter-se-rah! Aq ga' mau ngurusin, ga' mau peduli, ga' mau pulang, ga' mau dateng ke acara nikahannya. Dan Kamu ga' usah repot-repot nasehatin aq, aq cuma lg pengen curhat aja"
"Ya udah kalo gitu. Eh 2 minggu lg gw ada acara di Surabaya lho, ntar gw mampir deh ke Malang, dah kangen ma Batu"
"Harus mampir itu, awas kalo sampai ga' nengokin aq, nginep Malang aja ya! Acara di Surabaya berapa hari?"


Pembicaraan gw dengan sepupu gw yang berprofesi sebagai playboy akhirnya berganti topik-topik ringan seputar kegiatan qt masing-masing dan mengendapkan sejenak permasalah ade' perempuannya yang tiba-tiba minta nikah (bukan karena MBA koq). Dan seperti yang dah gw janjiin, selesai acara gw langsung check out Jum'at malem ke rumah budhe dulu di Darmorejo dan melanjutkan ke Malang di Sabtu siangnya. Gw emang suka banget dengan dinginnya udara Malang, setiap ada kesempatan ke Surabaya tidak bisa tidak Malang selalu menjadi satu paket yang ga' boleh dipisahin. Menikmati dinginnya udara di Malang dengan sengatan mataharinya yang panas dan kering serta suasananya yang tidak serame daerah puncak Bogor selalu bisa membuang kepenatan kerja. Apalagi waktu itu gw juga lagi ada masalah dengan hati, jadi mencuri waktu liburan ke Malang menjadi berkah tersendiri (psstt...padahal di waktu yang sama temen-temen dikantor lum pada pulang karena harus nyiapin presentasi untuk hari Senin).

"Masih tetep ga' mau pulang?"
"Menurutmu gimana?"
"Kalopun lo marah ama ade'mu, gw yakin lo ga' mau nyakitin hati Ibu. Kasian Ibu kalo harus mikirin ini sendirian, bantulah beliau, cuma elo yang bisa diandelin. Gw tau karakter kakak lo yang lain, keras kepalanya ga' ketulungan."
"Wajar dunx qt marah, bocah baru kemarin sore dah mau nikah aja. Ga' mau ndengerin saran siapapun, modal nikah aja lum ada trus ntar kalo dah nikah mo makan apa, masih mo nebeng orang tua. Sayang kan dah kuliah ngabisin biaya banyak, sekarang bukannya nyari kerjaan dulu eee malah ngebet nikah, dah gitu suaminya cuma penjaga toko, ya ampuunnn bego banget sih ade' ku itu!"
"Mau gimana lagi, daripada di larang malah entar larinya ke hal yang negatif kan lebih baik di restui aja, ikuti kemauannya dan dukung keputusannya"
"Kasian orang tua ku ya Ndah, dah ngorbanin semuanya untuk kemajuan anak-anaknya, sampai sekarang lum ada satupun yang bisa membuat mereka bangga, malahan qt nambah masalah melulu"
"Makanya...buruan selesein dunx kuliahnya, dah tau kasian tapi lo juga sama aja, nyante-nyante aja. Liat dunx gw dah kerja ee... koq malah yang tua-an masih aja kuliah"

"Plak! Gw takut Ndah, setelah nikah ade' gw ga' bahagia"
"Apa yang qt tahu arti sebuah kebahagiaan dari orang lain. Gw dulu juga mengukur kebahagiaan pernikahan kakak-kakak gw dari kacamata gw ajah. Gw sampe marahan ama kakak ipar karena gw nganggep dia justru menyusahkan, tapi gw akhirnya sadar ketika mas-ku begitu bersemangat walopun sering sakit gara-gara harus menempuh Purwokerto-Surabaya buat nemuin istrinya yang belum juga mau pindah kerja ke Purwokerto, ternyata kebahagiaannya tidak seperti bayangan gw. Dia bahagia meskipun cape', dia bahagia walopun tidak selalu bertemu istrinya dan gw-pun akhirnya ngerti ukuran kebahagiaan tiap orang itu berbeda-beda walopun itu sodara kandung sendiri yang qt pikir qt tahu segalanya tentang dia."
"Kenapa sih lo selalu lebih dewasa??" dan selalu saja selalu hidung pesek gw jadi sasarannya
"Itu karena otak gw dipake buat belajar dari pengalaman. Lo sih kesibukan ngoleksi ce'!"
"..... Jadi menurutmu, aq musti pulang?"
"Yup! Ade' lo dah mengambil keputusan untuk masa depannya. Mungkin lo dah ga' bisa lagi mengarahkannya, sekarang lo tinggal mendukungnya. Semoga aja dia bisa meraih kebahagiaan seperti yang diharapkannya, kalopun engga' ... lo sebagai sodaranya akan membantunya keluar dari masalahnya. Kemarin lo cuma emosi aja, gw yakin lo ga' akan setega itu ma ade' lo"

Sepupu gw cuma terdiam, menyalakan kembali rokoknya dan bermain dengan pikirannya sendiri sementara gw tersentak baca sms yang sedari tadi gw cuekin

"lo ambil penerbangan jam brapa?? Jgn ampe ada yang ketinggalan (lagi) ya! Apalagi oleh-olehnya, qt semua menunggumu dikantor dengan suka cita. Ga' da yg boleh pulang bo', lembur till Monday Morning"


"Akan aq pikirin lagi..... ga' tega juga ama Ibu. Kamu bisa pulang ke nikahan ade'ku, itung-itung nemenin aq lah?"
"Ngga' bisa, lagi banyak banget kerjaan. But i'll always supporting you. Gw yakin lo pasti pulang dan merestuinya, katakan pada ade' lo "Lo akan selalu ngedukung dia, lo akan selalu ada buat dia baik di saat susah maupun senang... itu baru kakak yang baik."


Akhirnya dia pulang juga dan ikut membantu semua persiapannya hingga selesai acara, ga' terasa sudah lebih dari setahun ade'nya nikah dan seperti yang sudah di duga sebelumnya begitu banyak masalah dalam rumah tangganya. Dan semarah apapun kalo sudah menyangkut orang yang dicintai tentu akan lebih mudah memaafkan dan melupakannya, gw ikut seneng ketika 2 kakaknya yang lain akhirnya mau ikut membantu. I'm on your back too my litle sister, keep fight for u'r dreams!

Monday, September 3, 2007

tidak pernah bisa sepertinya

Menjadi apa dan bagaimana ketika dewasa adalah sebuah pilihan jalan hidup yang kadang ga' bisa dimengerti oleh orang lain, temen terdekat bahkan keluarganya sekalipun. Berangkat dari begitu banyak persamaan kami saling memahami hampir disemua hal. Kami mengawalinya sejak SMP kelas 1, dengan NEM yang sama persis hingga sampai ke komanya ternyata orang tua kami juga saling kenal karena dalam satu organisasi jadilah kami sebagai sepasang sahabat yang saling membantu dalam banyak hal.

Kolaborasi yang apik menjadikan kami sepasang "preman" yang cukup dikenal, tiada hari tanpa perang mulut dengan temen co' yang suka belagu, kadang dengan "sedikit rayuan" ke temen ce' qt juga "minta tolong" dibeliin jajan di kantin (make duit qt juga sih, cuman males aja jalan ke kantin), segala bentuk proses nyontek juga qt kuasai dengan lihai tanpa pernah diketahui. Perburuan cinta dan permasalahan di rumah sudah menjadi hal wajib yang harus saling diketahui. Untuk masalah cinta emang qt agak berbeda, karena dia lebih mudah berpindah hati dan cenderung asal-asalan nerima pacar, sedangkan gw seperti dah pernah gw bilang males pacaran. Masih tetap satu SMA walaupun beda kelas tidak membuat persahabatan qt turun bahkan ketika gw kuliah di Unsoed dan dia sempet tersendat 1 tahun kemudian kuliah di LP3I Jakarta qt tetep saling berbagi bahkan sampai detik ini.

Berbeda dengan gw yang dari dulu kadar keimanannya cenderung datar (atau malah turunnnnnn) sejak kerja di sebuah pabrik di cikarang ada perubahan-perubahan dalam berpakaian dan ketika memutuskan untuk menikah gw n keluarganya ikut shock karena temenku menuntut adanya hijab untuk tamu undangan. Namun selain pakaiannya, tidak ada yang berubah dalam persahabatan kami, dia tetep bisa nerima gw yang masih belum juga "terselamatkan" dan obrolan qt-pun tetep asyik.

Didalam hati gw menyimpan begitu banyak keprihatinan dengan jalan hidup yang sekarang ditempuhnya, dengan 2 anak yang masih kecil-kecil dia total mengurus anaknya tanpa bantuan berarti dari suaminya yang punya segudang kesibukan dakwah, bahkan suaminya minta nambah 4 anak lagi. Tiap minggu suaminya hanya menyempatkan dirumah selama 2 hari, 5 hari lainnya dihabiskan untuk mengaji hingga malam, pulang terus tidur dan pagi sudah siap kerja lagi. Rumahnya kecil, kotor dan tidak terawat karena hanya mengandalkan satu orang yang bertugas mengurus anak dan mengurus rumah. Temenku tidak pernah pergi tanpa ijin suaminya, bahkan ketika ada acara ngumpul dengan temen-temen yang lain suaminya memilih tidak ikut karena adanya percampuran laki dan perempuan dalam acara tersebut dan akibatnya temenku lebih disibukkan ngurusin anaknya daripada ngobrol ma temen-temennya. Daripada dia yang kerepotan, gw n beberapa temen lainnya memilih untuk ngumpul dirumahnya..

Bagaimana mungkin dia bisa hidup seperti itu? Gw dulu selalu ngebayangin dia bakal hidup enak dengan suami yang menjamin kehidupannya karena secara fisik dia sangat manis dan punya banyak fans yang berkualitas. Tapi dia bilang lebih memilih akhirat. Yup!! itu sebuah hal yang sangat jauh dalam bayangan gw.

Keindahan akhirat dalam bayangan gw tidak harus ditempuh dengan kesengsaraan di dunia. Gw menjadi sangat kagum dengan keberanian dan ketabahannya menjalani semua itu, sebuah pilihan hidup yang tidak pernah gw bayangain akan dijalaninya. Totalitas sebagi istri yang mengabdikan hidup untuk suami dan anaknya adalah hal yang sangat sulit untuk dijalani. Oke-lah kalo suami bisa mencukupi semua kebutuhan dan memberikan hidup yang nyaman, untuk melepaskan pekerjaan dan konsentrasi jadi ibu rumah tangga bukan pilihan sulit buat gw. Tapi kalo harus menerima tawaran hidup seperti itu gw ga' sanggup... apa dengan hidup enak qt tidak bisa melakukan kebaikan??

Friday, August 31, 2007

Would I Know..???

Waited for the right one to find me
Wondered when the right one would come…Would I ??
Would I see in that instant I see him.. And my
And my heart found that one
Would I know
If he was right here beside
Would I see
If he was in front of me
Would I feel
Something inside that would let me know
That it
’s right, that it’s real
Would I see?
Would I know?
Waited for the right eyes to see me
Was reaching for the right arms to hold… Would I ??
Would I know I was just getting further.. Would I ??
know if I
’m getting close
Would I know
If he was standing beside
Would I see
He was the one for me
Would I feel
Something inside that would let me know
That it
’s right, that it’s real
Would I see
Could I trust what I feel
Would I know
Would I see he's the one that I search for
Would I feel from that feeling inside
Would I know from inside of my soul
Would I know
Now I know
Something inside me that lets me know
That it
’s right, that it’s real
Now I see, now I know

taken from: celine dion~would i know

Thursday, August 30, 2007

aku bertanya kepada-MU (lagi)

menyusuri jalan tanpa peduli apapun yang akan terjadi
menempuh alur tanpa peduli apakah benar atau salah
tidak mau bertanya
tidak mau meminta pertolongan

Marah!
Aku marah kepada-MU
sejak kemarahan itu..........
pernahkah KAU dengar permohonan untuk diriku?

aku telah melupakan harapanku
aku telah membunuh mimpiku
Terlalu lelah berharap
Tak mau berharap
Tak ada harapan

namun aku kembali lagi
kembali melakukan kebodohan yang sama
menanyakan lagi arah mana yang musti aku pilih
bergantung lagi kepada-MU untuk hal yang tidak aku tahu
karena Engkau Yang Maha Tahu sedangkan aku tidak
karena Engkau Yang Maha Kuasa sedangkan aku tidak
dan kembali lagi.... Engkau hanya diam...

mungkin aku terlalu tuli untuk mendengar-MU
mungkin aku terlalu buta untuk melihat petunjuk-MU
mungkin hatiku terlalu dingin untuk merasakan kehangatan kasih-MU
mungkin qalbuku terlalu gelap untuk Kau sinari

tapi aku masih kembali disini
kembali aku bertanya kepada-MU
sudikah untuk kali ini Kau menjawabnya???

Wednesday, August 29, 2007

Diam untuk tidak menyakiti

Benarkah???

Gw ngerasa ada yang aneh dengan hubungan temen yang dah hampir terjalin satu tahun ini, terlihat hambar dan no chemistry. Masih tertanam dalam ingatanku bulan Ramadhan tahun lalu ketika gw sms-an tentang pendekatan yang dilakukan sang arjuna dan kemudian dia cerita tentang awal kedekatannya, yahh...seperti biasa berawal dari sharing kerjaan, sharing suasana hati than sharing her life dan mencoba memberanikan diri sharing her heart. Tapi dari awal selalu dia bilang "gw ga' sreg!"

Sebagai orang yang simple dan tau bener yang gw pengenin gw bilang "hentikan dan lupakan!" tapi dia bilang "gw akan nyoba dulu". Bullshit!! Gw ga' pernah mau "mencoba" untuk sesuatu hal yang ga' gw yakinin, ini juga yang sering diingetin cenit kriwil susalak temen kuliah dulu
"Coba dulu Ndah, mungkin sekarang lo ga' suka tapi dengan seringnya kebersamaan gw yakin lo bisa suka"
Gw bukan orang yang gampang fallin, seumur-umur (dengan melupakan cinta monyet) gw jatuh cinta 3 kali...sewaktu sekolah, kuliah dan kerja, dan semuanya membutuhkan waktu yang lama untuk mematikan-melupakan-berpaling dan berpindah hati. Makanya ketika ada seseorang yang suka, gw ga' mau mereka terlalu lama berharap, menggantungnya atau bahkan memanfatkannya. Gw lebih memilih mereka tahu perasaan gw dengan sikap yang jelas dan tegas bahwa yang bisa gw kasih sebatas persahabatan dan kalo ada yang nekad ya langsung aja gw tegesin "Gw ga' suka, lo mo nungguin ampe akarnya nembus bumi gw juga tetep ga' suka, so...... cari yang lain ajah".

Tapi temen gw bertekad akan mencoba dan gw cuma ngingetin jangan terlalu lama mencobanya dan sekarang........hampir satu tahun tetapi jawaban yang masih tetap sama kembali gw temuin cuma dengan sedikit tambahan "gw masih ga' sreg.... gimana dunx??" Lah... cape' deeehh "
"lo dah pernah ngomongin masalah ini?"
"belum, tapi ka'nya dia juga tahu koq kalo gw lum sreg"
"ya ga' boleh gitu dunx! emang lo bisa mastiin itu yang emang dia pikirin. udahlah jangan ka' anak kecil, buruan dikomunikasiin"
"gw ga' enak, takutnya ntar malah nyakitin, makanya gw milih diem aja"
"NYAKITIN KATA LO!! Diem lo ini dah nyakitin dia dengan menggantung ka' gini, lo pikir dengan memilih diem terus masalahnya semakin mudah"
"iya sih... tapi gimana dunx"
"sekarang tergantung perasaan lo ndiri, tanyain ma diri lo apa yang lo mau. lo pernah sholat istikharah??"
"belum..."
"gw kalo lagi ada masalah memilih untuk mengembalikan semuanya ama Tuhan, (1) puasa (2) baca Al Qur'an setelah sholat (3) sholat istikharah (4) sholat tahajud. mungkin lo ga' begitu aja mendapat petunjuk-NYA.... @ least lo bisa nenangin hati dan pikiran sehingga lo bisa meyakini yang lo mau"
(oh yeahh... tertawalah setan-setan!!!)
"ntar gw pikirin lagi"
"ya coba aja lo buka pembicaraan, kalo lagi jalan kek atau via sms dulu"
"lewat sms aja deh, gw bingung kalo ngomong langsung"
"ya tetep aja sama.... lo sms ntar dia juga bakal telfon elo jadi tetep aja lo kudu siap-siap"


Come on girls!! jangan diem baeeeeeeeee (wuakakakkk jadi inget Bapak Mantan Bos) mungkin lo pikir "Diam itu Emas" tapi "Bicara itu Berlian lho.....". Ga' ada masalah yang terselesaikan dalam diam.

Tuesday, August 28, 2007

Luv by CV

Nikah muda itu enak!

itulah slogan yang sering dipake para aktivis muda islam yang sering dipanggil ikhwan dan akhwat. gw dari dulu emang ga' tertarik dengan jargon-jargon itu walopun sempet nyangkut di UKI (Unit Kerohanian Islam). Kenapa menjadi enak?? Kuliah aja dah pusing mikirin ujian dan segala macem laporan praktikum, pusing juga mikirin dana dari ortu yang selain buat kost, makan dan fotocopy juga harus disisain juga buat beli kado, beli baju-tas-sepatu, sok-sokan nraktir. Bagaimana mungkin dengan segala keterbatasan itu kepikiran juga hidup bersama orang lain dan mikirin kebutuhan bersama belum lagi kalo akhirnya hamil (ya iya lahhhhhhhh)

Tapi mereka bisa kan?? Nah itu hebatnya mereka. Beberapa temen gw yang aktiv pengajian (setidaknya gw bergaul juga dengan orang beriman kan...) walaupun tidak ada yang nikah muda (semasa kuliah=under 22) tapi mereka menikah dengan cara yang lazim disebut "pacaran setelah nikah". Gimana caranya??

Mereka dicomblangin oleh guru ngajinya, eitt koq comblang sih, bahasa santunnya "difasilitasi". Dengan hanya berbekal tukeran CV mereka mencoba menanyakan kata hati mereka masing-masing tentunya dengan selalu berkonsultasi dengan Allah melalui sholat istikharah. Kalo sudah mendapat petunjuk sang akhwat akan menentukan mau berkenalan lebih lanjut apa enggak yang dalam bahasa keagamanya "ta'aruf". Kalo cocok ya langsung berlanjut ke pernikahan. Proses ini emang dah lazim dan memang begini seharusnya (katanya) mencari jodoh yang benar dalam Islam dan jaman sekarang juga bukan barang baru lagi. Tapi tetep aja pertanyaan itu slalu ada ....Koq bisa???

Luv @ first sight, tresno jalaran soko kulino adalah hal alami yang setiap orang gw yakin juga percaya atau mengalaminya. Dan setelah melewati masa penjajagan yang kadang-kadang juga penjajahan bisa berakhir di KUA atau bubar jalan. Tapi bagaimana bisa mencintai seseorang dengan melihat CV, dan tanpa ba-bi-bu terus nikah dan hebatnya koq ya awet-awet aja. Resepnya.... lillahita'ala, mereka menikah sebagai sarana ibadah. Beratz.......... Sementara gw masih mikirin, eh ntar kalo dah nikah masih boleh dunx gw nonton konser music, boleh dunx nongkrong bareng ma temen-temen, boleh dunx jalan-jalan, boleh dunx bangun siang, boleh dunx ga'masak wuakakakk so selfish.

Temen gw bilang justru itu asyiknya karena masih lum tau karakter masing-masing, tapi kan energi untuk saling memahami bakalan banyak dunx........ Ah sebenernya masalahnya simple ajah, mereka dah punya taraf keimanan yang jauh di atas rata-rata jadi setiap jalur yang di tempuh sudah dipasrahkan sepenuhnya sama Yang Di Atas. Luv by CV..?? Ga' sanggup bow!

Monday, August 20, 2007

Udah terlalu lama

kangen......

iyahh kangen banget crita-crita ga' penting ataupun sekedar tahu kabar bloger va blogwalking tapi sejak tulisan terakhir yang gw paksa-paksain tulis sambil curi-curi waktu dari pengawasan pak boz eh engga' dink, beliau ga' ngawasin koq cuma ngasih kerjaan seabreg yang bikin gw terputus dengan dunia maya.

alhamdulilah acara pelatihan selama 20 hari dah kelar, tinggal menyisakan laporan-laporan yang dah gw cicil mulai Rabu kemarin. akses internet yang seminggu lalu terputus juga dah normal lagi. jadi... nanti malam gw pengen memulai lagi merangkum apa yang dilewatin 3 minggu ini, WAKSS!! 3 minggu?? lama juga ya gw absen. okelah, besok-besok gw awali hari dengan menebar comment dan mengakhiri hari dengan menebar cerita garing binti basi hehehee....

i'll be back!!

Disini, untuk Sebuah Janji

Generasi masa kini mungkin telah memiliki pemikiran yang terbuka dalam mendefinisikan kewajiban anak kepada orang tua. Dari banyak opini di ...