Bencana.... betapa semuanya tidak dapat di duga, ibarat Jailangkung "datang tak di undang pulang tak di antar" dan yang tertinggal hanyalah kedukaan. Kekhusyukan menyambut datangnya bulan suci yang telah begitu dinantikanpun menjadi sedikit terganggu, semoga saudara-saudara qt di Bengkulu, Sumatera Barat, Lampung dan dimanapun yang sedang terkena bencana bisa tetap sabar menghadapi ujian/cobaan ini sehingga semakin menambah keimanan dan kepasrahan qt pada Allah SWT.
Gempa dan tsunami, menjadi sebuah bencana alam yang menyeramkan setelah qt menyaksikan sendiri betapa dahsyatnya kekuatan alam meluluhlantakkan Aceh, Nias dan Jogja. Berbeda dengan banjir dan tanah longsor dimana kerakusan manusia dalam mengeksploitasi alam menjadi faktor dominan terjadinya bencana tersebut, gempa dan tsunami benar-benar diluar kendali qt. Gw masih inget sewaktu mendapat kuliah Geomorfologi gw terbengong-bengong menyadari betapa berbahayanya tinggal di Indonesia-Jepang-Cile-Filipina-Selandia Baru dan kota-kota lain yang terletak di jalur "Ring of Fire" atau cincin api, sebuah jalur patahan dan gunung api aktiv yang sewaktu-waktu dapat mendatangkan bencana. Ketika dijelaskan pergerakan lempeng Australia gw ga' ngebayangin benturan yang terjadi bisa sedahsyat gempa-gempa yang sekarang mengguncang wilayah Indonesia, waktu gw pikir.. "ahh lumayan nih ntar Ausy bisa nempel ke Indonesia..." sebuah pemikiran yang bodoh (tapi koq bisa dapat A ya
Mungkin dengan banyaknya bencana ini akan membuat qt banyak belajar bagaimana semuanya bisa terjadi, bagaimana penanganan terhadap bencana dan bagaimana mengatasinya. Dongengan pakdhe yang baik hati membagi ilmu memusingkan tapi dengan bahasa yang enak patut untuk sering-sering di tengok. Semoga qt tidak pernah bosan untuk belajar. Mungkin saat ini menjadi bulan ramadhan yang berat bagi sodara qt yang terkena bencana dan gw cuma bisa berdo'a semoga kesabaran dan ketabahan selalu menyertai mereka menghadapi ujian/cobaan ini.
