Sunday, February 22, 2009
Susahnya Nulis Review Yang Serius
Terlahir menjadi ce' yang ga' romantis dan jauh dari feminin gw ga' pernah suka bacaan yang melankolis dan puitis, ampe sekarang lum pernah menyelesaikan karya Kahlil Gibran yang didewakan banyak orang coz otak gw ga' nyampe untuk menterjemahkan arti dibalik untaian kata indah itu. Gw juga ga' suka bacaan yang njlimet "sok keminter" dan bertele-tele, tulisan puanjang ga' masalah asal mudah dipahami dan langsung ke point-nya. So far bacaan tertebal yang pernah gw baca adalah "Musashi" (edisi bhs. indonesia kurang lebih 1300-an halaman). Ketika blog hadir menggantikan diary gw juga memanfaatkannya untuk ber"narsis-ria" atas semua yang gw alamin, gw baca, gw tonton, gw lihat, gw denger mo itu penting atopun engga', dengan prinsip ngeblog "Jadikan Hal Ga' Penting Menjadi Penting" mulailah gw berbagi cerita. Kadang gw bisa melow, serius namun lebih sering posting crita konyol; dudulz walopun sebenernya menceritakan kisah serius, sial ato sedih.
Monday, February 16, 2009
Segera Beredar Minuman Berkhasiat, Ponari Sweet!
>Nengokin satu lagi junior-nya Ex_Pesona yang juga adalah cucu gw (uhuk uhuuukkk… makin tuex aja nih eyang putri, eyang kakungnya kemana sihhhh!!!) seperti biasa obrolan nglanturpun jadi menu utama saat ngumpul dihari valentine kemaren. Salah satu topic seru-nya adalah membuat sebuah solusi terbaik bagi kelangsungan the dukun alias "Ponari", ahhh sungguh berat beban kami menyaksikan kerumunan pasien yang masih menyerbu rumah Ponari (bo-ong banget). Butul butuuulll…. ini meneruskan usulan gw di Multiply jum'at kemarin untuk nyemplungin batu petir itu ke sumur, ga' jauh-jauh dari usulan itu berikut beberapa usulan temen gw yang layak dipertimbangkan:
- Masukkan batu petir ponari ke pengolahan air PDAM, tapi PDAM hanya dinikmati sebagian wilayah saja dan dikhawatirkan tariff PDAM akan naik. Gw jelas ga' setuju karena ini berarti iuran bulanan kostan gw juga naek.
- Bawa batu Ponari ke hulu sungai, dengan nyelupin batu petirnya di hulu maka pasien bisa mendapatkan air bertuah itu disepanjang aliran sungai. Dijamin ga’ desek-desekan, tapi apa bakal meminimalisir korban jiwa?? Hmm… kalo tiba-tiba banjir bandang ya ga’ tanggung jawab deehhh…
- Lelang batu ponari ke perusahaan air minum, mengingat air minum kemasan udah begitu memasyarakat, harganyapun terjangkau. Kira-kira siapa yang yang pantas memenangkan lelang ini
Kalo bikin perusahaan sendiri gimana? Minuman Dahsyat dengan kandungan Batu Petir "PoNari Sweet"! Secara Ponari kan masih imyut, kiyut & ughhhh... manis banget, so swiiittt;)
Pemegang agen tunggal-nya jelas gw dunx;))
Tuesday, February 10, 2009
Jadwal Jakarta International Java Jazz Festival
Ga' lama lagi event tahunan yang dah ditunggu-tunggu jazzlovers akan digelar, "Jakarta International Java Jazz Festival" yang akan digelar bertepatan dengan very long weekend muali hari Jum'at - Minggu: tanggal 6,7,8 Maret 2009 di Jakarta Convention Centre. Udah beli tiketnya belum? Belum??? Wah wahh ka'nya musti kecewa kalo lo penggemar Jason Mraz, coz tiketnya dah sold out!! Padahal Jason dijadwalkan untuk 2x special show, tgl 6 dan 7 Maret 2009. Tapi untuk tiket daily dan special show yang laen masih ada koq.Jadwal Jakarta International Java Jazz Festival 2009 udah bisa dilihat diwebsitenya, lumayan ribet karena qt ga' bisa donwload dalam bentuk pdf atau apapun yang siap print tapi lo bisa copy paste dan edit sana-sini biar pas margin. Tapi kalo versi print yang mudah dibaca silahkan Download Jadwal Jakarta Java Jazz Festival disini.
Siapa aja yang akan ngisi acaranya?:(*CAPITAL: special show)
6 March 2009
Afgan; Barry Likumahuwa; Benny Likumahuwa; Boney James; Canizaro; Cinamon; *DIANNE REEVES; Dwiki Dharmawan World Harmony Orchestra; Eliane Elias; Humania; Ivan Lins; *JASON MRAZ; Kirana Big Band; Lala; Ledisi; Mike Stern Feat Dave Weckl; Moon Arra (India); New York Voices And Ron King Big Band; Oele Pattiselano Trio Feat Dira; Parov Stelar (Austria); Sacbe (Mexico); Sensual (Netherland); Simon Phillips; Stefano Bollani (Italy); Surabaya All Star; The Tripp; Tribute To Luther Vandros Feat Ledisi, Kirk Whallum; Yance Manusama
7 March 2009
* JASON MRAZ; Aksan Sjuman Project; Amboina Jazz; Bobb Quartet; Bobby Lyle; Chieli Minucci & Special Efx; Chuck Loeb; Contra Indigo; Donny Suhendra; Drew; Everette Harp; Glenn Fredly Tribute To Chrisye; Groovy Feat Ari; Harvey Mason Quartet; Jamie Aditya; Jazzmint Bigband; Joeniar Arif & Lala Suwages; Kamal Mussallam (Dubai, UAE); * LAURA FYGI; Manna; MATT BIANCO; Mike Stern Feat Dave Weckl; New Breeze; Oleta Adams; Orbeat Project; Otis Taylor Blues Band; Peabo Bryson; Ran; Roy Ayers; Saxattack; Sensual (Netherland); Sierra; Souleh & Souleha; Soulvibe; T - Square (Japan); The Voices; Toku (Japan); Triple Play Feat Dave Valentine
8 March 2009
21St Night; Aditya; Anggun; Ariss; Bambang Nugroho 'Straight Ahead'; * BRIAN MC KNIGHT; Chic; Chieli Minucci & Special Efx; Dina Mariana & Utha L; Ello; Emerald; Glen Dauna Quartet; Idang Rasjidi; Isao Suzuki (Japan); Ivan Lins; Joppie Item Combo; La'biri (Makasar); Malaka Jazz; Maliq N D'essential Feat The Organic's All Stars; Pitoelas Big Band; Quasimode (Japan); Ron King Big Band Feat Gary Anthony; Ron King Quartet; Roy Ayers; Royce Campbell Feat Oele Pattiselano; Seratus Persen Bali; Slank Goes Jazz; Soil & Pimp (Japan); * SWING OUT SISTER; Tohpati With Orchestra; Tom Scott & Paulette Mc Williams; Tompi; Tropical Transit
C U There....
Download Jadwal JavaJazz 2009_update
Download Layout JavaJazz 2009
Monday, February 9, 2009
Review Yakuza Moon

Akhirnya, aku menyadari bahwa yang penting dalam menulis otobiografi bukanlah menjadikan diri sendiri tampak baik atau menciptakan prosa yang indah, tetapi kejujuran pada diri sendiri. Inilah yang kupelajari dari surat penuh kasih yang kuterima dari ayahku setelah meninggal.
Itulah cacatan akhir Shoko Tendo, anak seorang Yakuza yang menceritakan pahit getir kehidupan yang dijalaninya. Ini buku pertama berbau "Yakuza" sebuah gang mafia di Jepang yang gw baca sehingga gw ga' punya referensi kehidupan Yakuza. Sepak terjang Yakuza tidak dibahas dalam buku setebal 245 lembar terbitan Gagas Media, sebagai sebuah otobiografi Shoko menceritakan jalan hidupnya yang teramat berat untuk dijalani sebagai seorang anak perempuan sejak usia yang masih sangat muda. Usianya baru sekitar 7 tahun ketika ayahnya, seorang pemimpin Yakuza bangkrut dan dipenjara. Penghinaan, caci maki dan direndahkan oleh tetangga juga perlakuan kasar teman sekelasnya bahkan gunjingan menyakitkan dari gurunya selalu menyertainya selama ia bersekolah dan tumbuh dilingkungan rumahnya. Keadaan tidak menjadi lebih baik ketika ayahnya dibebaskan dari penjara, karena ia-pun mengalami perlakuan kasar dari ayahnya yang berubah menjadi pemabuk.
Kehidupan Shoko mulai kacau di usia 12 tahun sejak ia memutuskan menjadi Yanki (anak liar dengan dandanan yang "aneh" mulai dari cat rambut, pakaian seksi & dandanan menor, melewatkan kehidupan malam clubbing dan fly dengan menghirup thinner juga free sex). Pada awalnya Shoko menjadi Yanki karena mengikuti kakak perempuannya, Maki dan kemudian ia memiliki gang sendiri. Sekolahnya kacau bahkan ia sempat dipenjara untuk selanjutnya dimasukkan dalam sekolah khusus anak nakal. Namun hukuman tidak membuatnya jera, ia kembali menjalani rutinitasnya hingga akhirnya ia mengenal narkoba. Keadaan keluarganya semakin kacau karena hutang semakin menumpuk, Shoko-pun makin kacau, racun narkoba mengantarnya menjadi budak seks Maejima, rekan bisnis ayah Shoko yang menyuplai kebutuhan narkoba Shoko dengan imbalan seks liar dan perlakuan kasar.
Shoko menemukan cintanya di usia 17-an ketika ia bekerja sebagai pelayan bar pada Shin, salah satu pelanggannya yang telah beristri. Dengan sebuah apartemen pemberian Shin di ulangtahunnya yang ke-18 tidak membuat Shoko menikmati kehangatan cinta layaknya pasangan lainnya, bagaimanapun juga ia hanya seorang "gundik".
Thursday, February 5, 2009
Review "Ciao Italy! Catatan Petualangan Empat Musim"
Judul: Ciao Italy! Catatan Petualangan Empat MusimPenulis: Gama Harjono
Penerbit: Gagas Media
Jumlah Halaman: 287
Buku traveling lagi?? Teriak orang udik dipojok gardu ronda. Ya iyaalaahhh.. mumpung demam traveling masih mewabah siapapun elo yang doyan jalan pinter nulis dan mendapat limpahan berkah lirikan penerbit bersiaplah menjadi terkenal dan bersiap-siap dengan kantong lebih tebal melakukan perjalanan berikutnya. Dari judulnya jelas sudah jelas memikat hati….
"Ciao Italy! Catatan Petualangan Empat Musim" OMG ini kan kampong gw!! (PLETHAKK!!!!)
Cover-nya cantik dan ngintip isinya hm…. Banyak foto berwarna yang walopun kualitas dan penataannya kurang bagus tapi dah lebih baik dari beberapa buku traveling lainnya yang cuma naro foto warna favorit Bang Jacko… item-putih! Hhiih-Hii.. (naik 1 oktaf)
Mengapa Italy? Begitulah Gama membuka novelnya dengan sebuah pertanyaan, "Saya ingin mengenal Italy secara intim dari persektif insider" jawabannya dalem bangets…
Coba kalo gw yang ditanya (erghh.... ada yang nanya kan??), pasti jawabannya tetap seputar paolo maldini (yang bentar lagi tergantikan Kaka), rumput san siro, si kuda jingkrak Ferrari dan sarang mafia… Sisilia, sayangnya di buku ini ga' bisa gw rasain euphoria milanisti di san siro maupun lesatan balap jet darat apalagi perang mafia.
Lalu gimana cara Gama mengenal Italy secara intim? "Tutte le strade portano a Roma" yang artinya "Saya dapat hadiah dari biscuit Roma"... BUKAAAANNNN tapi.. "Banyak jalan menuju Roma"!! Persiapannya hampir 2 tahun dengan mengikuti les bahasa Italy di… Ausy (GLEKK!! Ga' kurang jauh lagi mas?) Voila…. Dia mendarat di Italy sebagai pelajar tepatnya mahasiswa Universita per Stranieri (Unistra) Perugia. Nah… inilah yang bikin novel ini berbeda dengan novel traveling lainnya (umumnya hanya cerita perjalanan singkat) Gama menceritakan kisah hidupnya di Italy mulai dari leletnya birokrasi proses pengurusan izin tinggal, suka duka berbagi tempat dengan roommate, kehidupan keluarga Italy, tempat-tempat cantik nan memikat, bangunan sejarah yang masih gagah perkasa, gang-gang sempit dengan vespanya, event-event nan gegap gempita yang ia temui, tips dan catatan ringan namun penting qt tahu, menu makanannya yang bikin ngiler bahkan edannya lagi sampe resep masakanpun Gama taro secara khusus dibagian akhir buku Ciao Italy ini… slruuuuppp. Sebagai petualang yang berlabel mahasiswa Gama juga cerita tentang perkuliahannya dan kehidupan mahasiswa setelah jam kuliah.
Selama 4 musim di Italy (dari musim duren ampe musim kawin) Gama berhasil mengunjungi banyak tempat, bangunan monumental yang tersebar dihampir seluruh penjuru Italy yang dulu cuma bisa gw bayangin dari banyak novel berbau-bau Italy sekarang ga' perlu susah ngebayangin karena udah tersaji lengkap dengan fotonya. Jaman renaissance memang telah memoles Italy menjadi kota sejarah peradaban tinggi, cerita Gama tentang Firenze ngingetin masa awal kuliah dulu ketika gw dengan asyiknya membuat rangkuman point-point penting bukunya Nicholo Machiaveli… wuekekkekk ceritanya mo niru alm pimpinan Indonesia yang menjalankan kedikatatorannya persis ka' pesen eyang Nicho dalam buku Il Principle!
Monday, January 19, 2009
We Will Not Go Down (Song For Gaza)
Michael yang belajar piano dan gitar di usia 10 tahun, dan mulai menulis lagu dan sempat melakukan rekaman setelah menyelesaikan pendidikan dari Full Sail (sekolah rekaman), dan akhirnya hijrah ke Los Angeles di tahun 1990. Selama 18 tahun, Michael bekerja di studio lokal. Selain bermain gitar, dia juga bekerja sebagai recording engineer untuk artis terkenal, seperti Brandy, Will Smith, Toto, Natalie Cole, The Temptations, Phil Collins, Patty LaBelle, dan The Pointer Sisters. Michael yang juga dikenal dengan nama Annas Allaf membantu rekaman kelompok Earth Wind & Fire dan artis terkenal lainnya seperti Ricky Lee Jones, Lou Rawls, Jesse McCartney, Hillary Duff, Jessica Simpson, Jennifer Paige, Al Jarreau, KCi & Jojo, Deborah Cox, Monica, Taylor Dayne, Keiko Matsui, Steve Nieves, Luis Miguel dan Tarkan.
Kefasihan Michael berbahasa Perancis menjadi bonus saat ia bekerja dengan artis Perancis, seperti Calogero (The Charts), Marc Lavoine dan Veronique Sanson. Selain bekerja di studi rekaman, Michael pernah melakukan tur di awal tahun 90-an sebagai pemain gitar flamenco bersama Juan Manuel Canizares pada pembukaan konser Dire Straits.
Awal Januari 2009, Michael menulis dan sekaligus menyanyikan lagu yang menceritakan situasi masyarakat Palestina di Gaza. Simaklah lyric lagunya yang sangat dalam dan petikan gitarnya yang menyuarakan kepedihan saudara-saudara qt di Gaza, dibalik derita itu tersimpan spirit yang tidak akan pernah pupus oleh hujan rudal ataupun kelaparan akibat blokade kemanusiaan ZIONIS ISRAEL. Jika jaman kemerdekaan dulu pejuang tanah air qt dicap "Extrimis" oleh sang Meneer Belanda maka saat ini HAMAS juga mendapatkan label yang sama oleh hampir seluruh warga dunia...Teroris! Selamat Berjuang Palestina... Rebut kembali tanah airmu!!
unduh mp3 & video di website resminya: Michael Heart
We Will Not Go Down Lyric
A blinding flash of white light
Lit up the sky over Gaza tonight
People running for cover
Not knowing whether they're dead or alive
They came with their tanks and their planes
With ravaging fiery flames
And nothing remains
Just a voice rising up in the smoky haze
We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down... In Gaza tonight
Women and children alike
Murdered and massacred night after night
While the so-called leaders of countries afar
Debated on who's wrong or right
But their powerless words were in vain
And the bombs fell down like acid rain
But through the tears and the blood and the pain
You can still hear that voice through the smoky haze
Source: berbagai sumber
Friday, January 9, 2009
The Da Peci Code, Rosid dan Delia by Ben Sohib

Buku ke-2 Ben Sohib telah keluar, cover bergambar sepasang pengantin membuat gw menebak-nebak... apakah Rosid dan Delia akhirnya bisa menyatukan perbedaan prinsipal?? Ada baiknya baca buku pertama Ben Sohib yang "ternyata best seller" berjudul "The Da Peci Code" untuk memahami asal muasal konflik ayah dan anak yang ga' kunjung selesai.
THE DA PECI CODE
KOCAK!! Itu pasti yang langsung tertangkap dari cover yang meniru pose Mona Lisa dan tentu saja buku The Da Vinci Code. Splash "kemungkinan best seller" dan teks "tidak memukau nalar tidak mengguncang iman!" dan "misteri tak berbahaya di balik tradisi berpeci" makin meyakinkan bahwa genre buku ini adalah komedi. AIhhh serem amat sih ngutik-ngutik masalah penutup kepala pria yang keramat kemudian merembet ke cinta beda agama??
Ben Sohib mengemas semua permasalah dengan bahasa yang kocak, sedikit nakal dengan percakapan yang full becandaan khas betawi. Bagi Abahnya Rosid (Mansur) peci adalah soal tradisi islami Bani Gibran sedangkan bagi Rosid seorang aktivis di Sanggar Banjir Kiriman di Condet peci hanyalah sebuah tradisi, dan nilai-nilai islami tidak bisa begitu saja disimpulkan dari sejulur akar budaya. Apa lagi peci juga dikenal di kalangan Nasrani dan Yahudi. Konflik Bapak dan Anak bukan hanya soal peci semata, tapi juga pilihan kuliah Rosid yang keukeuh pengen di IKJ, juga pilihan cinta Rosid pada Delia seorang ce'cantik beragama Kristen yang demen ma sastra juga ngerokok. Bukan hanya permasalahan peci dan cinta yang dibahas dibuku The Da Peci Code, permasalahan juga mengupas pemilihan aliran, modern/fundamentalis/liberal? Nama kelompoknya juga lucu namun sangat menggambarkan kondisi saat ini: RADIKAL (Remaja Didikan Allah), FORMALIN (Forum Masyarakat Anti-Aliran Lain), dan MODERAT (Majelis Doa Demi Perdamaian Umat).
Permasalah diselesaikan dengan kocak pula, namun ending-nya dibuat nggantung soal kelanjutan cinta Rosid dan Delia. Agak susah memang membuat sebuah masalah berat disajikan dalam komedi, tentu beda banget ma cerita kocak yang mengangkat kebodohan diri sendiri atau pengalam unik. Atas kesusahan tersebut gw ngasih 4 bintang buat The Da Peci Code.
So.. gimana kelanjutan kisah cinta mereka?? Inilah yang coba dibahas mendalam di buku ke-2nya Ben Sohib
Disini, untuk Sebuah Janji
Generasi masa kini mungkin telah memiliki pemikiran yang terbuka dalam mendefinisikan kewajiban anak kepada orang tua. Dari banyak opini di ...
-
Buku ke-2 Ben Sohib telah keluar, cover bergambar sepasang pengantin membuat gw menebak-nebak... apakah Rosid dan Delia akhirnya bisa menya...
-
Long weekend kemarin (26 – 29 Maret 2009) untuk pertama kalinya gw mutusin untuk ikut jalan bersama rombongan yang ga' gw kenal, sebua...
-
Tidak pernah terbayangkan betapa menyakitkan dan menyedihkannya ketika Roso, kucing yang sudah saya cintai sejak ia masih dalam kandungan ...